
Enam bulan sudah gue berada di negeri sakura. Banyak cerita suka, lelah, hingga nyaris ingin menyerah. Tapi kalau inget perjuangan gue untuk sampai ke titik ini yang tidaklah mudah, rasa lelah itu berganti rasa syukur. Semangat gue kembali ketita lihat teman-teman gue disini juga sangat support satu dengan lainnya. Bukan hanya gue loh yang berkali-kali bilang "udahan". Tapi bersyukurnya kami tetap saling bergandengan tangan.
Seperti sore ini, gue sedang menikmati meals sambil ngobrol seperti biasanya di kamar apartement Upik. Saat ini kami sedang bahagia, karena baru dapat kabar dari management kalau Video Clip single kami LoveRelution sudah masuk ke 10 chart teratas di MTV asia, dan chart teratas hampir satu minggu di Radio tanah air. Bagai mood booster bagi kami semua saat menonton melalui siaran Parabola.
"Keren sih ini kakak-kakak sutradara yang buatin video clip kita. Kebangetan bagusnya." Ujar Dewi sambil ngunyah.
"Tapi gue kurang puas Wi. Lo liat, gue kan koreonya di tengah-tengah diapit Yuanita sama Vina banget ya? Dia berdua sempurna, gue buluk. Jomplang banget kan? Gak suka gue. Mancing banget buat nyela gue emang." Sambar Bonita.
"Lo mah mau gimana juga udah pasti bakal dicela sih Bon." Upik menanggapi.
Gue gak tahan buat ketawa. Asli yah, kalau lo semua bisa lihat wajahnya Bonita saat ini pasti auto ngakak juga kayak gue.
"Si Jelita tuh keren, lincah banget dia koreonya. Cepet pindah-pindah gerakannya. Sat, set, sat, set! Lo emang jago, Jel." Lanjut Bonita.
"Eh tapi jujur ya. Gak tau kalian ngeh apa gak, koreo gue ada ngasalnya juga tau. Tapi mungkin kakak yang ngedit videonya jago. Gak di sorot pas bagian gue salah. Padahal beberapa kali itu, setiap take ada aja salahnya. Makanya gue ngakalin sok-sok kelincahan, padahal nutupin kesalahan." Gue menanggapi pujian Bonita.
"Gue tau deh, alasan utama lo kelincahan gak lain karena biar lo tetep keliatan kan Je? Soalnya lo kan nyempil kecil." Sahut Ika kemudian.
"Kayak upil?" sambar Upik dan lainnya hampir berbarengan sambil diiringi ketawa kembali.
"Iya, iya bener. Itu alasan utama gue." Tanggapan gue terbata-bata disela ketawa.
"Ngomong-ngomong, kalian kangen sekolah gak sih? Gue sih kangen. Tapi untung disini kegiatan kita padet banget, latihan dan rekaman setiap hari, sekolah private, pemotretan, tapi gue gak capek. Seneng, malah." Lanjut gue.
"Lo, kangen sekolah apa kangen Danis?" Cela Ika lagi.
"Ih, siapa yang kangenin dia? Gak boleh pacaran hei inget Golden Rules kakak..." Gue beralasan.
"Oh, gue tau. Dia mah kangen di bully sama Adel dan genksnya hahahhahaha..." Suzan yang dari tadi hanya menyimak sambil ngunyah Onigiri kini ikutan mencela.
"Eh, tapi Je... jujur ini mah gue pengen nanya. Kalo ntar kita balik ke Cimahi dan balik sekolah lagi dan lo ketemu sama si Adel pasti ketemu doong kalo dia gak pindah sekolah hahahahhaha... Lo bakal nyombongin diri lo sekarang atau tetep jadi seorang Jeli? Tapi da lu mah gak banyak berubah ya kan girls?" Tiba-tiba saja Dewi bertanya sesuatu hal yang tidak pernah ada di fikiran gue sama sekali.
Gue jadi ikutan berfikir.
"Hmmm... gimana ya? Jujur gue trauma sih, dan gak mau lagi inget-inget hal kemaren. Tapi ya namanya hari itu akan tiba. Ya, mau gimana lagi selain dihadapin ketemu dia lagi."
Tiba-tiba saja suara pintu kamar di ketuk dari luar dan ada suara Yuanita juga Tineke yang berseru memanggil nama Upik.
"Eh, itu kayaknya suara Yua sama Tine deh. Buka yuk pintunya." Ujar gue yang seolah mengenal suara keduanya.
Suzan beranjak dari duduknya, bergerak berjalan kearah pintu.
Ceklek! pintu apartement dibuka. Benar saja, munculah wajah Yuanita dan Tineke yang berseri-seri sambil nenteng plastik ice cream.
"Kalian ada yang mau es krim gak?" Yuanita dengan ramah dan manis menawari teman-temannya sambil berjalan masuk kedalam kamar Upik.
"Eh, kok rame ya disini? Lagi pada ngapain sih? Ngomongin aku ya?" Seru Tineke mengikuti gaya bersuara Yuanita.
"Iya, gossipin lo yang di gebet senpai koreo kemaren Neu. Dikira kita gak ngeh apa?" Sahut Bonita.
"Ahhh, biasaaaa... gue mah dimanapun banyak yang gebet." Tineke kembali dengan kepedeannya.
Gue beranjak dari atas kasur Upik nyamperin Yuanita. Tepatnya sih, nyamperin Ice Creamnya hahahahaha...
"Hokaido Ice ini. Huaaa... Ini dari kemaren gue pengen banget beli tapi sadar diri tenggorokan gue kan gembel ya. Ada yang mau berdua sama gue gak ini? Gue paling icip sedikit." Ujar gue kemudian.
"Sini, berdua aku." Yuanita menawarkan diri.
"Ah, masa berdua Yua? Gak enaklaaah... segannya akutuuuh..." Balas gue.
"Ih apaan sih Je? Gak papalah." Yua kembali menawarkan sambil duluan membuka bungkusan Ice Creamnya.
"Oh iya gue lupa. Jadwal kita balik ke Indo kan tinggal beberapa hari lagi nih. Terus kita juga udah gak ada rekaman-rekaman lagi karena album juga udah hampir release. Mau jalan-jalan ke Disneyland gak? Kalau mau kita pergi sama-sama yuk!" Tineke membuka ide.
"Mau! Aku mau!" Gue berseru antusias.
"Cie, yang udah banyak duitnya. Nabung Je, nabung..." Sahut yang lain dengan kompak sambil kembali kami tertawa bersama.
Begitulah kegiatan sore kami di Tokyo hari ini. Sebenarnya, jauh dilubuk hati gue adalah gue yang sudah sangat tidak sabar untuk kembali ke rumah. Tempat ternyaman bagi gue adalah Tanah Air tercinta. Beneran deh. Sebagus dan seindah-indahnya negeri tetangga, tetap nasi padang nomor satu! hahahahhaa...
Sampai jumpa kembali Indonesia!!!