
2bulan terlewati dan masa masa SMA kini semakin indah karna kedekatan kaum hawa dan Adam termasuk dira .
kedekatan dira dan max sudah tidak diragukan lagi , semenjak kejadian na as itu , mereka semakin dekat . dira tak mengerti dengan jalan pikiran nya sendiri ,bahkan ia sangat menyukai saat max berada didekat nya .
pernah suatu saat dira tidak mendapati max menggangu nya , karna tidak tenang dan kesal ,ia mengelilingi sekolah mencari max .
bahkan dira melewati kelas terakhir , tapi yang ia dapat max tidak berada dimana mana . selepas pulang sekolah secara langsung dira meminta alamat rumah max pada bryan , dan langsung menuju kerumah max .
pemilik wajah tampan terkejut kedatangan bidadari nya ,ia langsung memeluk tanpa mengkhawatirkan dirinya sendiri . tanpa sengaja telapak tangan dira menyentuh kulit max , dira terkejut mendapati max panas .
dengan cekatan dira merawat max karna kedua orang tua nya pergi .
dulu ketika max mengajak pulang bareng ,pasti dira beralasan dengan seribu alasan . akhir akhir ini dira pulang tanpa memberi alasan lagi ,bahkan satu sekolah mengira mereka berpacaran .
setelah penolakan perjodohan itu , regan dan dira bahkan tampak canggung . Regan merasa aneh akhir akhir ini , seperti ada yang hilang pikirnya . dira yang dulu agresif kini melunak , tak ada lagi kejar kejaran .
hari ini Masi tampak sama seperti biasa ,dira berangkat bersama max . bedanya hari ini mereka menggunakan pakaian bebas , mereka hanya datang untuk menonton pertandingan basket yang setiap tahun di selenggarakan . max termasuk salah satu peserta basket , dengan bajunya max tampak sangat badboy .
mereka berdua berjalan beriringan , semua yang melihat tampak iri karena mereka sangat cocok . dress ungu muda dengan tas selempang putih menambah kecantikan dira ,dan jangan lupa rambut panjang yang dibawah nya bergelombang dan sepatu sneakers putih .
" gue duluan yah ka " ucap dira sambil melambaikan tangan dan perlahan menuju lapangan . max tersenyum dan ikut membalas lambaian tangan dira ,entah mengapa akhir akhir ini adalah keberuntungan nya , ia sangat bahagia dengan keputusan nya .
lapangan kini telah ramai dengan penonton , pendukung pendukung lengkap dengan atribut mereka , dira berdiri ditengah jalan sambil mencari cari sahabat nya .
dari depan Vale dan Yuna melambaikan tangan dan menyuruh nya duduk ditengah tengah mereka ,
" hari ini mereka melawan sekolah sebelah lagi " ucap yuna saat para lawan sekolah sudah sampai di lingkungan.
dira mengangguk,
" katanya sekolah cogan " ucap Vale melanjutkan perkataan yuna .
mereka bertiga tersenyum dan berharap benar benar ada cogan , setelah beberapa menit pertandingan pun dimulai .
kericuhan lapangan kini merajalelang , begitu pula dengan mereka bertiga . dira sibuk menyemangati max dan regan , dira tersenyum saat regan mencetak bola dan mengedipkan mata ke arahnya .
Yuna dan Vale yang paham situasi hanya bisa berharap kalo kali ini bukan cinta sepihak lagi .
tiba tiba dira merasa ingin ke toilet , dira berdiri dan berpamitan ke toilet.
secara tiba tiba bola yang dimainkan mereka terlempar dan hampir terkena dira , untung saja dengan sigap dira menangkap .
salah satu pemain lawan maju dan mendekati dira ," maaf gue ga sengaja " ucap nya , cowo berbadan Bagus dengan tampan yang tidak kalah dengan artis artis korea kini menatap dira .
'teryata bener bener banyak cogan ' batin dira .
dira menyerahkan bola ke cowo didepannya ,saat lengan panjang nya hendak mengambil tiba tiba sebuah lengan merebut bola dari tangan dira dengan kasar .
Dira terkejut dan menatap Regan bingung ,begitu pula dengan cowo didepannya .
" Bima " ucap cowo didepannya , dengan refleks Dira membalas tangan cowo didepannya tanpa sadar ada yang cemburu.
" dira " .
saat tangan mereka bertautan , seseorang melepas paksa tangan mereka .
" ganjen banget lo jadi cewe " ucap regan kini buka mulut , tentu saja dira terkejut dengan omongan regan .
" apaan sih ka " ucap dira tak kalah kesal karena dari tadi lengannya terus di kasari .
" Lo ganjen ,murahan Lo " ucap regan tak kalah meninggi , dira tertegun dan ingin berkata lagi tapi mulut nya terkunci .
secara tiba tiba
" jangan kasar Lo jadi cowo " ucap max tak kalah meninggi ,daritadi max sudah menahan amarahnya tapi kali ini tidak bisa .
max menahan karna Regan sahabat nya ,dan regan pasti tak mungkin mengucapkan hal hal kasar itu . tapi kuping max kedua kali nya mendengar umpatan Regan ke dira dan langsung berlari menarik kerah regan, kini ia tidak lagi memikirkan kalo orang yang ia tarik sahabat nya .
Regan tersenyum mengejek dan menatap dira rendah .
" jangan Lo tatap dira dengan tatapan menjijikkan itu " tegas max .
"sok suci Lo " ucap regan yang tak kalah menatap max tajam
ucapan Regan membuat max mengepal telapak nya ,kini ia benar benar ingin memukul muka Regan yang dari dulu menyakit dira .
dengan kilat max menonjok keras wajah regan , dan tanpa keseimbangan regan jatoh .
Regan tersenyum kecut dan melayangkan Bogeman ke wajah max tanpa ancang-ancang , max terhuyung dan mendapat luka yang sama dengan regan di pinggir mulutnya .
max tersenyum kecut dan menatap regan remeh , 'pada akhirnya kita berantem karna hal yang sama ' batin max .
kini lapangan yang tadi ricuh karna pertandingan basket kini sepi karna sibuk menonton pertarungan mereka berdua .
max berdiri dan mendekat kearah regan ,saat tangan nya sudah terkepal dan ingin melayangkan kepalan .
indra pendengaran max mendengar suara yang ia kenal , seseorang itu menangis .
max berbalik dan mendekati dira .
hyyy gess jangan lupa dukungan nya yah