
POV dira .
setelah menyelesaikan urusan di perpus , regan mengantar dira pulang .
kini rumah mereka entah mengapa sedang sepi , dan hanya tersisa memo di kulkas .
" ****papi sama mami mau liburan berduaan ,mau pacaran dulu sayang jadi kamu dirumah aja yaa ..
tenang mami.uda TF kok ..
ajak temen kamu nginep boleh tapi tidak laki laki okk
satu lagi ..
papa kamu mau mengucapkan terimakasih sama yang namanya max ituu ,jadi kamu bawain makanan dimeja yaa itu udah bibi anggetin okk
bye sayang ,muachh*******
" ihh mami mah rese ya ,berduaan Mulu ihh " ucap dira sambil melihat isi makanan yang akan diberi ke max ,
" widihh enak nih " puji nya .
" ga papa neng biar aja Bu sama bapak ,kasian udah lama ga liburan berdua" ucap bibi yang baru saja selesai mencuci baju ,
" iya deh kasian , yaudah aku mau ganti baju dulu " ucap dira dan langsung meninggalkan meja makan .
setelah membersihkan badannya , dira menggunakan kaos biru muda dengan rok hitam dibawah lutut .tidak lupa ia memakai pelembab dan make up tipis .
" bii kepangin dong " ucap dira dengan nada memohon , dijawab dengan anggukan .
bibi langsung mengepang satu rambu panjang dira .
tiba tiba dira menghela nafas panjang,
"kenapa non ? kok menghela nafas gitu ?" tanya bingung bibi ,
" aah ga papa bi ,makasii bi kalo gitu aku pergi ya " dira berdiri dan langsung menuju rumah max dengan ojek.
sejujurnya , dira merasa malas ke sana .
Karna belum berbaikan ,tadinya ia ingin minta tolong pada bibi . saat kebawah tadi ,bibi terlihat sibuk jadi ia memutuskan untuk pergi sendiri .
dari kejauhan dira melihat sepasang wanita dan laki laki yang terlihat bertengkar , jadi ia memutuskan berhenti di jarak yang jauh .
dira berjalan mendekat dengan mengendap ngedap ,dan melihat siapa pelaku .
"max ,viona " batin dira .
karna jiwa penasaran dira , akhirnya ia memutuskan menguping .
kenyataannya mereka sepasang rival , masi berada ditempat yang sama , dira merasa max sudah terlalu marah .
wanita itu takut max melebihi batas ,apalgi ia terlihat sangat marah . bahkan lawan bicara nya saja sudah menunduk menangis takut , dengan keberanian yang ada .
wanita itu keluar dan memanggil max seakan akan ia baru datang ,dan tak mengetahui apa apa .
merasa nama dipanggil ,laki laki yang tadi naik pintam kini terlihat teduh .
perlahan max berjalan kearah wanita yang memanggil nya , begitu pula dengan dira .
" dir maaf "
ucap nya dengan nada lembut berbeda dengan yang tadi , mungkin laki laki yang sedang memeluk kini telah melupakan hal yang membuat nya marah .
viona juga sudah tidak terlihat ditempat dan melarikan diri ,
" iyaa ga papa ,ayo masuk "
sejujurnya dira juga menyesali , ia menyesal karena tak memaafkan max dan malam menghindari nya .
pria yang tadi memeluk nya , Langsung menurut dan masuk bersama .
dira duduk di bangku begitu pula dengan pemilik rumah , max menatap dira dengan tatapan menyesal .
" udaa ,udaa gue maafin tenang aja " ucap dira sambil tersenyum .
raut muka sedih didepan nya kini telah hilang , dan tersisa pria dengan raut senang .
" dimana mama ka max ?" tanya dira .
" lagi tidur ,mungkin kecapean " ucap max yang terlihat jelas menutupi ,
' bahkan mereka tadi berantem dengan suara keras , ga mungkin kan kalo Tante ga ke bangun , sebenarnya ada apa sihh ' batin dira .
dari tatapan pria didepannya , sudah terlihat jelas ada sebuah masalah . dira hanya ingin max terlihat bahagia lagi bukan terlihat sangat terbebani seperti ini .
" ohh yaudaa ,ini mama gue bawain makan ,biar gue panasin lagi ya "
ucap dira sambil memperlihatkan tangan yang menggenggam tas makanan , max tersenyum dan lebih dulu bangkit dari kursi .
" gue aja ya " ucap nya dan Langsung memanaskan .
dira yang duduk didepan meja dapur , terlihat memandangi punggung pria yang sibuk dengan urusannya .
sedangkan clara yang baru menyelesaikan acara tangis tangisannya langsung kaget , kaget mendapati seseorang di rumahnya .