Love Start

Love Start
BAB 27



" astaga max ,mama kira kamu uda berangkat " ucap mama nya kaget, karna kini waktu sudah menunjukkan pukul 9.


max terkekeh , dan duduk disalah satu bangku untuk sarapan .


" max bolos dulu mah , ini uda telat banget "


ucap max sambil mengunyah roti nya , clara hanya menggeleng kepala ketika putra nya terlihat santai .


" iya deh , baru kali ini kamu bolos "


pasalnya max sedari dulu tak pernah bolos dan malah terbilang rajin ke sekolah , nilai nya juga lumayan .(pikir Clara )


max tersenyum , ya dari dulu ia selalu rajin ke sekolah karna ada seseorang yang secara diam diam ia sukai , dan juga setiap pagi ia selalu mendapat sarapan gratis dari fans nya dan itu alasan dia rajin berangkat.


" ya ga kenapa napa, oh iya dira uda bangun belom yaa ,dia kan ujiann"


max panik dan berniat keatas membangun'kan dira , tapi niat nya diurungkan karna Clara lebih dulu berbicara .


" udaa lah ,pagi pagi dia uda pulang " ucap clara .


skip sekolah.


" Lo kaya nya ngantuk gitu " tanya yuna saat mereka telah sampai di kantin , sedangkan regan dan bryan pergi memesan makanan .


" hah? iya nih sebenarnya gue ngantuk parah "


ucap dira lesuh , bahkan ketika orang melihat wajah nya , mereka bisa melihat kantung mata nya .


" ga tidur emang nya lu?" tanya bryan yang telah datang , sambil membawa dua mangkuk ditangan untuk yuna.


dira mengangguk mengiyakan , mereka dimeja kaget ,tentu saja karna itu kantung mata nya sangat terlihat.


" nih pake , makan gih " ucap regan sambil memakaikan dira kacamata hitam ,dan menyodorkan mangkuk makanan milik dira.


" thanks" .


" emang kenapa ga tidur lu " tanya yuna saat mereka asik melahap ,


" ga tau , ga ngerti juga daah " .


orang orang di meja merasa janggal , dan mengangguk tanpa bertanya lagi karna dira terlihat tidak ingin membicarakan .


pulang sekolah


ujian terakhir mereka telah usai dengan baik ,


banyak siswa siswi yang merayakan dengan berjalan jalan ,tapi tidak dengan dira .


ia memilih tidur ,karna merasa lelah otak dan juga badan .


awalnya yuna dan vale mengajak tapi langsung dira tolak dan memilih bermain keesokan nya saja.


seorang wanita masuk kerumah yang terlihat sepi dan hanya bibi yang ada ,


masuk dengan tergesa gesa dan bahkan bibi hanya menggeleng geleng ,ketika anak boss nya melempar tas dan sepatu .


saat menemukan kasur ,ia langsung merebahkan sambil memeluk guling dan mulai masuk ke alam mimpi .


POV Regan .


kini ia telah berada di basecamp , sudah lama mereka tidak datang karna sibuk tugas sekolah . dan beberapa kali mereka bertengkar ,membuat mereka jarang berkumpul .


kini mereka telah janjian ,dan kembali bermain bersama karna telah selesai dengan urusan sekolah .


mereka tinggal menunggu kelulusan .


" oy uda Dateng aja lu " ucap bryan ketika max telah lebih cepat datang,dengan baju santai nya . max tersenyum kecut , ia memang tidak masuk jadi ,dapat datang lebih cepat .


" sini main woy , noob banget lawan gue " ucap max sibuk dengan ps didepan mata nya .


melihat piring berisi salad , dengan cepat regan melahap .


saat asik dengan game tiba tiba bryan mengubah topik ,


" gue rasa lu bakal menang " ucap bryan .


" menang apa ,kalo game pasti " ucap max sombong .


" iya game mengambil hati yaah kalah gimana si lu kok malah kek noob gitu " bryan yang tadi terkekeh malah kesal karna max bermain seperti noob .


" emang kenapa " ucap max dengan nada menantang , ia melempar stik ke sofa dan duduk di samping .


" gue kira lu tulus " ucap Regan tiba tiba , tangan nya memegang gelas kaca , ia memutar mutar gelas berisi air sambil menatap tajam.


tanpa menjawab max malah pura pura kebelet dan masuk kedalam toilet .


" gue rasa dia Uda suka beneran " ucap bryan yang kini duduk di samping regan ,


" gue tau , dan gue tau dia uda suka dira dari kelas 2 " ucap Regan .


yaa sejujurnya ia telah mengetahui rahasia sahabat nya , bukan karna max yang memberi tau ,tapi ia sendiri yang menyadari itu .


tentu saja Bryan yang baru saja tahu , terkejut . ia tidak memperhatikan sahabatnya dan lebih tidak peduli tentang percintaan mereka .


regan tersenyum kecut , takdir memang selalu mempermainkannya ,sejak ia kecil.


bahkan saat ia menyukai seseorang , seseorang yang sangat berarti ,tanpa bisa dimiliki .