
ujian kelulusan telah usai , tapi tidak dengan dira dan max . mereka belum berbaikan , bahkan dira selalu menghindar ketika max menemuinya .
entah mengapa ia takut mengetahui siapa viona , kedekatan viona dan max juga sudah tidak diragukan lagi .
dira sering melihat mereka berjalan bersama bahkan pulang bersama , dira hanya tersenyum kecut .
rasanya ia hanya menjadi pengganti .
tiba lah dimana kelas 11 juga melangsungkan ujian , dira ,Vale dan yuna akhir akhir ini juga sering ke perpustakaan untuk belajar .
entah mengapa Regan juga akhir akhir ini berubah , dulu pemarah kini menjadi sosok lembut untuk nya .
perpustakaan..
" yaak , aku benar benar bosan harus kah kita ke sini terus ?" tanya vale kesal , karna tak ada Jawaban .
kedua sahabatnya kini telah sibuk membaca sambil menulis , Vale mendengus kalah dan membaca buku nya dengan terpaksa .
saat mereka sibuk membaca tiba tiba sebuah botol air berada didepan wajah dira , dira berdiam karna kaget .
ia menengok ke atas dan mendapati regan tersenyum, sambil menggoyang goyangkan botol yang dibawa nya .
tanpa basa basi Regan duduk disebelah dira dan menyerahkan botol yang ia bawa .
tentu saja dira menerima dengan senang hati ,karna sedari tadi ia sangat mengantuk .
dira bersyukur saat regan datang membawa kan kopi ,
dira memutar tutup botol , tapi tutup tersebut tidak terbuka buka .
melihat cewe disampingnya kesusahan , Regan langsung merebut botol dan membukakan minuman tersebut .
" makasii" ucap dira dan langsung meminum .
setelah memenuhi kehausan nya ,dira kembali berkutat dengan buku .
regan disebelah hanya memperhatikan dira diam diam dan sesekali pura pura membaca .
dira diam dan sesekali melirik meminta bantuan , sedangkan regan yang sebenarnya tau hanya diam .
diam menunggu wanita yang disebelah nya meminta Langsung ,
" kaaa pura pura ga tau lagii " kesal dira , dari gelagat regan Dira sangat yakin kalo cowok disebelah nya sengaja' .
dengan pulpen nya ia jadikan sanggahan kepala , Karna kesal dira mengerucut kan bibir dan menatap melas regan .
" ini cara nya ...blah blah blah..."
bukannya memperhatikan ,dira malah tersenyum melihat regan .
merasa diperhatikan ,regan langsung menengok dan mendapati dira menatap nya .
regan mendekati wajah nya ,sehingga hanya tersisa 2 jari jarak wajah mereka .
terlihat dira menahan nafas dan diam terpaku ,tanpa niat apa apa Regan langsung mengetok kepala dira dengan pulpen .
" pikirannya " ucap regan sambil terkekeh geli ,
"ihh apaan sih ,emang apa sih " kesal dira ,wajah nya kini seperti kepiting rebus .
" udaa ayo lanjutin " ucap regan dan kembali mengajari dira , dira sesekali mengangguk mengerti .
Vale dan Yuna yang berada tak jauh dari mereka hanya geleng geleng kepala ,
" dahalah jomblo " ucap Vale melas .
" Uda kita berdua aja yuk " ucap Yuna menggoda , dengan panik Vale Langsung menjauh .
" ihh gue ga homo sorry " kilat vale dibalas getokan buku di lengannya .
" lu kira gue homo "
mereka pun melanjutkan kegiatan mereka ,membaca .
sedangkan di meja lain , terlihat seseorang menahan cemburu . bahkan ia tidak menyadari ia dipanggil , ia hanya sibuk menatap kearah dira dan regan .
viona yang sedari tadi memanggil max ,hanya di acuhkan .
bahkan menengok saja tidak ,karna merasa kesal , viona langsung menggebrak meja .
BRAKK..
tak hanya max yang kaget ,bahkan satu ruangan langsung menengok kearah suara .
terlihat merah wajah max ,ia sedari tadi menahan marah . kini tak terkendali saat orang disebelah nya menimbulkan keributan .
" APAAN SIH LO " kesal nya dan meninggalkan perpustakaan , viona yang malu langsung mengekori max .
itu semua tak luput dari dira dan regan