
dira terkejut dan tidak hampir terjatuh karena tidak seimbang,untungnya Vale dan yuna menahannya badan dira .
Vale memeluk dira menenangkan nya ,begitu pula yuna . dira tambah terkejut saat max dan regan saling melempar pukulan ,
'kenapa ini bisa terjadi ' batinnya .
dira kembali mengingat kata kata regan ,
" Lo ganjen banget si jadi cewek "
" ganjen Lo ,murahan "
dengan tergagap gagap dira memegang dada nya yang sakit , baru kali ini seseorang mengatainya begitu. dira menundukkan kepalanya ,dan mata indah nya mulai berkaca kaca lagi menahan air mata jatuh .
yuna yang sadar dengan perasaan dira Langsung membawa Dira duduk , Vale memberikan minuman dan menyuruh dira menenangkan diri .
" selama ini ka Regan menganggap gue begitu?! apa salah gue ? kenapaaa ka Regan selalu nyakitin gue setelah kejadian itu terjadi " batin dira meringis . dira yang menguatkan diri untuk tidak menangis tidak tergapai ,
yuna dan Vale kaget saat Yuna menangis .
Regan yang tadi beracang Acang kini melunak dan memeluk dira , lengan kekar regan menyentuh punggung nya menenangkan kan dira dengan pelan pelan .
saat dira sedikit tenang , max mengangkat dira dengan gaya bridal .
saat kaki panjang nya melangkah ,Max membalikan badan dan menatap tajam Regan .
" penyesalan Lo ga ada gunanya " ucap max sambil berjalan melewati penonton dan menuju ke parkiran .
orang orang di lapangan Langsung bubar ketika mereka selesai menyaksikan , regan yang tadi terlihat kejam kini mendudukkan bokong nya .
lengannya menarik rambut nya sendiri tanda menyesal , padahal ia melakukan itu karena cemburu pada dira tapi ia tak menyangka kalo dirinya lah sendiri yang menyakiti dira .
sesampai dirumah dira ___
max mengetuk rumah dira , seorang wanita paruh baya yang masih terlihat cantik membukakan pintu .
" ini siapa yah?" tanya fara bingung , anaknya dira tidak pernah mengenalkan cowo didepan nya saat ini . tanpa menjawab dahulu ,regan pergi ke mobil dan menggendong dira secara hati hati . sedari tadi dimobil Dira mulai tertidur pulas mungkin karena lelah menangis .
fara terkejut saat anaknya di gendong seorang cowok , wajah anaknya terlihat lelah dan bekas air mata Masi terlihat jelas di muka dira .
" ini kenapa dira ? kamu siapa? " tanya panik fara ,
" Tante biar saya taruh dira dulu ,dia seperti nya kecapean kalo saya jawab sekarang , takutnya kebangun " jawab max pelan tanpa emosi .
fara mengangguk dan mengarahkan kamar diatas , dengan seksama fara memperhatikan max .
'pernah liat dimana yah wajahnya ?' batin Fara lupa .
max turun dan tersenyum pada fara sambil salim , " maaf tante saya baru salim ,nama saya regan " .
fara terkejut dan mengingat muka regan , 2 Minggu yang lalu dira pernah memperlihatkan foto nya dengan seorang cowok .
" aah kamu Regan yang Deket dengan dira yah " tebak fara ,max mengangguk .
" regan ,Dira kenapa yah ? dia abis nangis ?" tanya fara sambil mempersilahkan duduk .
malam.hari nya ...
putri tidur yang sejak tadi tertidur dengan pulas kini terbangun , dengan langkah pelan dira memasuki kamar mandi dan mulai membersihkan badan .
setelah 30 menit dira selesai , tiba tiba seseorang mengetuk pintu kamar nya .
saat dibuka teryata yuna dan Vale didepan ,
" Lo ga papa kan dir?" tanya yuna .vale mendekat kan belakang telapak nya ke jidat dira , untung nya teman satu nya ini tidak sakit .
" ga papa kok,kalian kesini kenapa?" tanya balik dira ,yuna dan Vale tercengang .
" yakk ,kita ini sahabat mu dari smp " ucap Vale ,
" masa saat salah'satu dari kita bersedih kita diem aja " sambungan yuna .
dira yang tadi terdiam,mata nya berkaca kaca lagi . " eh jangan nangis dong" ucap Yuna saat mata dira mulai mengeluarkan air mata.
" huaa" sejak tadi ia menahan untuk tidak menangis tapi kedatangan mereka berdua membuat dira hangat dan ingin menumpahkan semua nya .
vale ,Yuna dan dira berpelukan sambil menangis bersama .
ditempat lain .
" kalian Cemen banget sih " ejak bryan .
" ini cuma permainan kenapa kalian bisa sampe berantem coba " ucap Bryan lagi dan mendapat tatapan tajam dari regan dan max .
kini mereka berada di rumah bryan , sejak pertengkaran tadi , Bryan mengajak mereka berdua bersenang senang di rumahnya .
ekspetasi Bryan hancur saat max dan regan benar benar saling membenci dan bahkan tadi saat regan datang terakhir, max yang daritadi menunggu Regan hampir melempar kan pukulan lagi .
"come on , kalian jangan baper beneran , bukan kan ini karna motor gue " ucap Bryan tersenyum mengejek dan menikmati pizza di depannya .
tanpa menjawab bryan ,max berjalan ke kulkas dan meminum air botol dengan rakus sehingga air yang ia minum mengenai urat leher nya dan juga baju putih nya .
dengan kesal max meremukkan botol dan melempar kearah regan .
Bryan dan regan tentu saja terkejut ,
regan berdiri dan menatap tajam max.
" pengecut lu " ucap max menusuk sambil tersenyum remeh .
tanpa menjawab Regan berdiri daan pergi dari rumah bryan menggunakan motor nya .
'aapa mereka jatuh cinta ?'
*hyy ges jangan lupa tinggalkan jejak dan like plus coment yahhh...
jangan lupa bahagia semuaaa*