
flashback on
" hiks..hiks... kaaa bangun " ucap seorang wanita muda dengan baju kodok yang terlihat kotor , ia terus menangis dihadapan seorang wanita yang terlihat lebih dewasa .
sedangkan pria dibelakang mereka terlihat marah , sedih dan juga kesal , dengan tangannya ia menarik anak kecil yang menangis itu .
" ini semua gara gara kamuu , jadi jangan Deket deket " ucap anak cowo dengan raut menyeramkan , anak perempuan itu langsung tertunduk takut sambil sesekali mengusap air mata nya .
anak pria itu mendekat kekasur ,dan
menggenggam tangan anak perempuan yang terlihat seumuran .
" bangun daa ,jangan tidur terus " ucap regan , ya anak laki laki itu regan .
Regan menatap anak perempuan didepan nya dengan tatapan teduh , dan menyimpan kasih sayang .
regan berbalik dan menatap tajam , anak perempuan yang tadi .
ia mendekat dengan raut menyeramkan ,
"KAMU!" ucap nya sambil menunjuk .
tiba tiba seorang wanita datang dan langsung memeluk kedua nya , mereka adalah orang tua mereka .
**flashback off
POV MAX**
tanpa menjawab pertanyaan kedua sahabatnya ,ia kembali bermain sambil mengubah topik lain .
sejujurnya ia tau kalo apa yang ia lakukan salah , hanya saja menolak sahabat nya akan membuat nya terlihat cemen.
dan difikiran nya sama saja , ia juga niat mendekati dira tapi takdir mendekat kan mereka dengan cara lain .
saat langit mulai menggelap , ia memutuskan balik . tapi tiba tiba regan menahan , dan menatap nya serius .
" lebih baik jujur dari pada berbohong , jujur demi kepercayaan bukan bohong demi kebaikan "
ucap nya dan kemudian pergi menggunakan motor sport , max tahu kalo Regan menyukai dira ,jadi ia berfikir regan akan mengambil dira .
bryan dibelakang langsung menepuk bahu , menyadarkan max dan pergi dengan Lamborghini merah .
max pun menyusul pulang dengan motor nya , ia membelah jalanan , tiba tiba hujan turun begitu deras .
akhirnya ia memutuskan berteduh disalah satu toko yang telah tutup , tiba tiba seseorang yang ia kenal berdiri di samping,dengan baju santai .
" diraa" panggil max ,
merasa dipanggil dira menengok dan mendapati max dengan rambut terlihat sedikit basah .
" lah ada ka max , kok bisa disini ka " ucap nya ,
" abis pergi ke toko buku di pinggir jalan situ ka , abis nya bosen " ucap dira sambil menunjuk kan , kantong belanja berisi 4 buku novel .
saat max ingin menjawab, dira lebih dulu berbicara lagi .
" aah ka , jemputan nya uda ada , duluan ya ka " ucap dira sambil melambaikan tangan dan masuk kedalam mobil .
pria yang berada di halte tersenyum , Karna sedari tadi ia memikirkan perempuan tadi .
ia menghela nafas , kalo dira lebih lama lagi di samping nya mungkin ia akan jujur walaupun sulit .
ia takut dira kecewa dan tak mempercayai nya lagi , apapun alasan nya .
setelah 35 menit , hujan mereda.
max langsung melaju kerumah pulang walau sedikit gerimis .
POV dira .
ia memasuki rumah dengan senyum merekah , wanita ini tak menyangka bertemu dengan seseorang yang ia rindukan .
padahal tadi saat ia keluar ,ia terlihat malas dan selalu menghela nafas .
wanita paruh baya mendekat dan bertanya bingung ,
" kamu tuh non kenapa , seyum seyum gitu" tanya bibi .
"hehehe ,abis ketemu jodoh bi " ucap dira sambil terkekeh , bibi hanya tersenyum Karna ia juga tak tau siapa yang dimaksud anak boss nya .
saat kaki nya melangkah naik tangga ,tiba tiba seseorang mengetuk pintu nya dengan keras .
bibi dan dira terkejut ,
' apa mami papi ngutang ya? aduhh maling jangan jangan '
ucap nya panik .
bibi tak kalah panik langsung mengambil panci gagang , dan perlahan membuka pintu .
dira yang takut bibi nya kenapa napa ,ikut mendekat dan berdiri dibelakang .
" satuu.... duaaa....tigaa..."
" mikum"
jeng jeng jeng....
hai semua
semoga selalu diberi kebahagiaan yaa