Love Start

Love Start
bab 7



waktu sudah menunjukkan pukul 2 malam , sedangkan dira sama sekali belom tidur . ia masih memikirkan tawaran maminya ,


'harus kah gue terima?' batinnya .


dira berjalan ke balkon dan duduk , seketika mata nya berkaca kaca . ia terduduk dilantai dan mengusap air mata nya ,


" gue sangat ingin ini terjadi,tapi gue ga bisa maksa ka regan ,ka Regan harus bahagia dengan orang yang ia suka " ucapnya lirih .


esok kan harinya ...


dengan langkah pelan dira turun setelah selesai berpakaian rapi , dengan mata bengkak ia berjalan ke dapur dan langsung mengambil roti di meja .


" mih ,pih aku berangkat dulu " ucapnya sambil berpamitan ,


" kenapa ga makan dulu ?" tanya papi dira .


kedua orang tua nya bingung ,padahal kemaren ia sangat gembira ,tapi hari ini malah terlihat kusut .


Fara menengok kearah anaknya , mata bengkak yang masih terlihat membuat fara berfikir . harusnya dira senang ,tapi kenapa malah seperti ini?apa anaknya terlalu bahagia?.


fara mendekati anaknya dan mengelus rambut dira perlahan ,


" jangan terlalu dipikirkan yah sayang ,ini kamu pake ini biar mata kamu ga kentara "


kacamata hitam kini telah terpasang Dimata dira .


" mau papi Anter sayang ?" tawar papi nya kasian , dira menggeleng kan kepalanya dan pergi menaiki mobil nya .


POV Regan


tawaran sara sangat membekas dipikiran Regan ,regan menundukan kepalanya .


'mau apa enggak?' batinya bingung .


Regan sangat yakin pasti Dira menyetujui ,tapi hati Regan Masi tidak menerima kejadian dulu .kejadian yang membuat sikap Regan ke dira berbeda .


esokkan harinya ...


sara mama regan memperhatikan anak laki lakinya dengan intens , kebingungan terukir diwajah nya .


" soal tunangan itu ..." ucap sara menghentikan ucapnya dan mencoba melihat reaksi regan.


seketika regan tersenyum simpul dan berusaha mengatakan ,


" kamu boleh pikirkan dulu " ucap sara melanjutkan dan mulai menyantap .


Regan mengangguk dan pergi berangkat ke sekolah .


POV author


" kenapa muka lu dir " tanya Yuna saat ia menduduki kursi sebelah dira, sejak pelajaran pertama sampe akhir ia selalu menaruh muka nya ke arah jendela . dira menggeleng menjawab yuna , " yakk , lu kenapa sihh Jan kek gini kalo ada apa apa itu cerita " kesal Vale saat ucapannya di kacangin.


berapa detik kemudian ,Dira mengangkat kepala nya dan menatap sahabat sahabat nya .


" laperr" ucap dira sambil merengek , Vale dan Yuna langsng menghela nafas .


padahal saat istirahat tadi mereka sudah mengajak dira ke kantin ,tapi dira malah menolak dan lebih memilih menatap jendela .


" yaudah ayo" ucap yuna sambil menarik tangan dira ,dengan malas dira berdiri dan melepaskan tangan Yuna. kedua teman nya menatap dira bingung ,


" kenapa lagi ?" tanya vale sambil memegang pundak dira .


" gue sendiri aja ,bentar lagi ada pak joko " ucap dira dan langsung pergi meninggalkan yang kedua temannya yang bengong .


tanpa semangat dira melangkah lambat di koridor , sampah kecil di koridor di tendang tendang dira tanpa kekuatan. dira menemukan tangga dan melangkah sampai ke lantai paling atas , melihat tempat kosong dira mendudukan pantatnya .


dengan kilat dira berdiri dan menggapai botol dibawahnya , " aaaahhh " dengan seluruh kekuatan dan kekesalan nya ia melempar botol kebawah .


"aw" ucap seseorang dibawah yang tanpa sengaja terlempar botol lemparan dira , dira kaget bahwa yang kena adalah guru BK yang keluar akibat teriakan dira . saat guru bk menengok keatas , seseorang menarik dira duduk bersembunyi .


"sttt " ucap max sambil mendekat kan jari telunjuk nya di bibir nya , dira tersentak dan hampir teriak lagi . max yang melihat dira ingin berteriak Langsung menutup mulutnya .


" kalian ngapain disitu ?" tanya seseorang lagi dari pintu belakang mereka , dira dan max terkejut dan perlahan membalikkan badan .