
waktu sudah menunjukkan pukul 2 malam , sedangkan dira sama sekali belom tidur . ia masih memikirkan tawaran maminya ,
'harus kah gue terima?' batinnya .
dira berjalan ke balkon dan duduk , seketika mata nya berkaca kaca . ia terduduk dilantai dan mengusap air mata nya ,
" gue sangat ingin ini terjadi,tapi gue ga bisa maksa ka regan ,ka Regan harus bahagia dengan orang yang ia suka " ucapnya lirih .
esok kan harinya ...
dengan langkah pelan dira turun setelah selesai berpakaian rapi , dengan mata bengkak ia berjalan ke dapur dan langsung mengambil roti di meja .
" mih ,pih aku berangkat dulu " ucapnya sambil berpamitan ,
" kenapa ga makan dulu ?" tanya papi dira .
kedua orang tua nya bingung ,padahal kemaren ia sangat gembira ,tapi hari ini malah terlihat kusut .
Fara menengok kearah anaknya , mata bengkak yang masih terlihat membuat fara berfikir . harusnya dira senang ,tapi kenapa malah seperti ini?apa anaknya terlalu bahagia?.
fara mendekati anaknya dan mengelus rambut dira perlahan ,
" jangan terlalu dipikirkan yah sayang ,ini kamu pake ini biar mata kamu ga kentara "
kacamata hitam kini telah terpasang Dimata dira .
" mau papi Anter sayang ?" tawar papi nya kasian , dira menggeleng kan kepalanya dan pergi menaiki mobil nya .
POV Regan
tawaran sara sangat membekas dipikiran Regan ,regan menundukan kepalanya .
'mau apa enggak?' batinya bingung .
Regan sangat yakin pasti Dira menyetujui ,tapi hati Regan Masi tidak menerima kejadian dulu .kejadian yang membuat sikap Regan ke dira berbeda .
esokkan harinya ...
sara mama regan memperhatikan anak laki lakinya dengan intens , kebingungan terukir diwajah nya .
" soal tunangan itu ..." ucap sara menghentikan ucapnya dan mencoba melihat reaksi regan.
seketika regan tersenyum simpul dan berusaha mengatakan ,
" kamu boleh pikirkan dulu " ucap sara melanjutkan dan mulai menyantap .
Regan mengangguk dan pergi berangkat ke sekolah .
POV author
" kenapa muka lu dir " tanya Yuna saat ia menduduki kursi sebelah dira, sejak pelajaran pertama sampe akhir ia selalu menaruh muka nya ke arah jendela . dira menggeleng menjawab yuna , " yakk , lu kenapa sihh Jan kek gini kalo ada apa apa itu cerita " kesal Vale saat ucapannya di kacangin.
berapa detik kemudian ,Dira mengangkat kepala nya dan menatap sahabat sahabat nya .
" laperr" ucap dira sambil merengek , Vale dan Yuna langsng menghela nafas .
padahal saat istirahat tadi mereka sudah mengajak dira ke kantin ,tapi dira malah menolak dan lebih memilih menatap jendela .
" yaudah ayo" ucap yuna sambil menarik tangan dira ,dengan malas dira berdiri dan melepaskan tangan Yuna. kedua teman nya menatap dira bingung ,
" kenapa lagi ?" tanya vale sambil memegang pundak dira .
" gue sendiri aja ,bentar lagi ada pak joko " ucap dira dan langsung pergi meninggalkan yang kedua temannya yang bengong .
tanpa semangat dira melangkah lambat di koridor , sampah kecil di koridor di tendang tendang dira tanpa kekuatan. dira menemukan tangga dan melangkah sampai ke lantai paling atas , melihat tempat kosong dira mendudukan pantatnya .
dengan kilat dira berdiri dan menggapai botol dibawahnya , " aaaahhh " dengan seluruh kekuatan dan kekesalan nya ia melempar botol kebawah .
"aw" ucap seseorang dibawah yang tanpa sengaja terlempar botol lemparan dira , dira kaget bahwa yang kena adalah guru BK yang keluar akibat teriakan dira . saat guru bk menengok keatas , seseorang menarik dira duduk bersembunyi .
"sttt " ucap max sambil mendekat kan jari telunjuk nya di bibir nya , dira tersentak dan hampir teriak lagi . max yang melihat dira ingin berteriak Langsung menutup mulutnya .
" kalian ngapain disitu ?" tanya seseorang lagi dari pintu belakang mereka , dira dan max terkejut dan perlahan membalikkan badan .