
setelah ketempat bryan ,max menjalankan mobil dengan kecepatan tinggi . satpam membuka kan pagar masion , max turun tanpa memarkir kan dahulu mobil nya .
sepi, seperti itulah suasana masion nya .
hanya ada pembantu dan satpam disini , orang tua mereka sama sama sibuk bekerja tanpa memperhatikan anak mereka max.
bukannya istirahat ,max malah ketempat gym di masion nya dan meluapkan emosi dengan berolahraga .
setelah 1 jam ,max terlelah karna olahraga tanpa istirahat dahulu . bibi ani yang sedari tadi menunggu max selesai langsung masuk ke tempat gym menghampiri max ,
" den max ini udah malam , mau bibi siapkan air panas?" tanya bibi dengan lembut .
bibi ani termasuk orang yang dekat dengan max dirumah ,dari dulu mama dan papa nya selalu memikirkan pekerjaan mereka tanpa menghiraukan max . bibi ani sudah bekerja sebelum max lahir , karna bibi ani kasian dengan max yang selalu di cuekin oleh orangtuanya ,bibi ani selalu memperhatikan max.
max terduduk dan menggeleng kan kepala , walaupun bibi ani juga pembantu rumahnya .
sangat tidak sopan kalo ia menyuruh bibi ani menyiapkan air untuk nya .
tanpa menjawab max berdiri dan membersihkan diri di kamar .
" bi bunda sama ayah kapan balik?" tanya max saat ia telah menghabiskan makanannya, bibi tersenyum " nanti malam den " .
max mengangguk dan memilih menonton televisi , saat ia membuka ponsel nya ada pesan masuk .
Dira: kakak ga papa kan?
makasii buat yang tadi ka
max tersenyum dan Langsung menelpon dira ,
**halo ?** ucap Dira diseberang
**gue ga kenapa napa , harusnya gue yang nanya gimana keadaan lo** ucap max
**aah ga papa ka ,Dira ga sakit kok , ngomong ngomong..** ucap dia terputus saat mama nya memanggilnya .
tak lama suara dira terdengar lagi ,
**maaf ka,tadi mami manggil ** ucap dira tanpa melanjutkan omongannya .
**tadi lu mau ngomong apa?" tanya max kepo ,
**hehehe , luka Kaka gimana ?udah diobatin?** tanya dira sambil cengengesan .
max merasa dira sudah lebih mendingan karna dira terlihat tidak sedih lagi , max menyentuh luka nya yang belom diobati ,dan sudah mulai mengering.
** belom nih ,kenapa pengen obatin?" goda max
** pengen obatin sih ,tapi ga bisa kan udah malem **
**iyaa ka**
** yuadah istirahat sana jangan lupa makan yang banyak yaa**
**sipp deh pak boss ** ucap dira tanpa menunggu jawaban lagi dari max ,dan Langsung menutup telepon nya .
max tertawa kecil sambil meringis karena luka , dan kembali menyaksikan tayangan tv .
bibi ani yang sedari dulu tinggal dan kerja dirumah ,baru melihat wajah bahagia regan yang berbeda .
apa itu pacarnya? bahagia lah den max ,batin bi Ani.
ditempat dira .
dira menuruni tangga dengan langkah senang , karna baru mendengar suara max .
fara mami nya langsung memeluk anaknya ,
" kamu ga kenapa napa kan?" tanya fara takut ,karna daritadi anak nya seyum senyum.
" ga papa mih ,emang kenapa sih ? " tanya dira balik ,
" abisnya kamu seyum senyum Mulu daritadi " ucap fara .
" heheheh " ,
dira menyantap makanan nya dengan lahap ,Fara yang melihat anak nya sudah membaik ikut senang .
setelah selesai makan dira mendudukan pantat di sofa ruang tengah ,fara mengikuti dira dan duduk disebelah.
saat tengah asik menonton fara bertanya ,
" tadi yang kamu bilang Regan kesini " ucap fara ,dan melihat anaknya mengangguk sambil tersenyum .
" ngomong ngomong kamu tadi kenapa?" tanya fara hati hati ,
sebenarnya sedari tadi fara ingin menanyakan ,hanya saja terlalu takut anaknya bersedih lagi . fara akhirnya menunggu dira selesai makan dan baru menanyakan .
raut dira yang tadi bahagia ,dan terukir seyuman kini hilang .
Dira menatap mama nya .
hayy ges like dan coment yahh .
tetaplah berada di kebahagiaan dan jika sesuatu merusak nya jangan kabur tapi hadapi okk