
bryan ,max dan regan mendekat , mereka terkejut saat melihat orang yang ia kenal sedang meminta ampun pada seseorang
yang mereka kenal juga .
" ada apa ini?" tanya regan dengan aura dingin , max ikut mendekat dan mencoba berfikir .
" itu ka dia duluan " ucap vale ,
" maaf gue ga sengaja plis jangan pukul gue lagiii pliss " sandiwara viona lagi .
mereka bertiga menghela nafas ,
" eh maksud lu apaan anjr ,kita ga mukul Lo ya " ucap Vale nyolot .
" lu yang salah ,jadi jangan berpura pura seperti korban " ucap dira emosi , kini mereka benar benar jadi pusat perhatian .
max yang sedari tadi menebak nebak orang yang berlutut kini mengingat nya , dengan gerakan cepat ia berlutut dan membantu viona berdiri . berbuatan nya membuat terkejut semua orang disana , termasuk dira yang tak mengira itu terjadi .
"apa yang lu lakukan dira " ucap max dengan nada sama sekali tidak berteman ,
" APA YANG LU LAKUIN HAHHH?!" bentak max , max mengenal cewe di genggam nya saat ini . cewe yang pernah mengisi hati nya dan selalu terlihat baik dimatanya , dia tak habis fikir dengan dira .
regan yang lebih dahulu mengenal viona hanya diam ,karna ia memang tidak menyukai cewe itu sejak dulu . cewe yang mempunyai dua wajah , cewe yang hampir menghancurkan persahabatan mereka .
regan maju kedepan dira dan menarik kerah max , " JANGAN BENTAK DIRAA ANJ " ucap regan yang emosi atas perlakuan max pada dira .
dira dibelakang Regan hanya diam , ia kaget karena baru kali ini max membentak nya . begitu pula dengan Yuna dan Vale , mereka tidak menyangka max begini , sebenarnya hubungan apa yang mereka punya sampai
max seperti ini ?.
dira menahan tangis nya dan lebih memilih terlihat tegar , Yuna dan Vale disebelah dira memeluk nya dengan erat .
BUHGG..
bukan max ,bukan Regan ,bukan Bryan tapi dira . dira menonjok muka max dengan kuat , membuat semua orang dikantin terkejut .
regan yang melihat itu biasa saja ,karna ia tau dira memang memiliki bakat tekondo sejak dulu .
" lo ga perlu bentak gue demi dia , dia yang salah bukan gue " ucap dira dengan sebisa mungkin tidak menangis .
max menyentuh ujung mulut nya yang berdarah akibat pukulan dira hanya tersenyum kecut , dia kecewa pada diri nya sendiri karna telah seperti ini .
regan memeluk dira , dan membawanya pergi dari sekolah . Untung nya kelas ujian memang sudah selesai , max berdiri sambil memegang viona disebelah nya .
yuna dan Vale mendekat ,
" lu cowo tergoblok yang pernah gue temuin ,gue kira lu beneran sayang sama dira nyata nya salah " ucap Yuna dengan tajam , setelah itu mereka pergi menyusul dira dirumahnya tanpa melanjutkan pembelajaran yang belum selesai .
anak anak yang dikantin langsung masuk saat bel masuk telah berbunyi , max membawa viona ke uks diikuti Saskia yang sedari tadi ketakutan dibelakang mereka .
sedangkan bryan menenangkan saskia agar tidak menangis dan menjelaskan yang sebenarnya , saskia pun menjelaskan dari awal sampai akhir pada bryan dan kembali kekelas nya .
saat bel pulang ,
max mengantar viona pulang seperti dulu , ini adalah pertemuan pertama kali nya mereka setelah 2 tahun berlalu .
tanpa menanyakan apa yang sebenarnya terjadi ,max tersenyum dan pulang .
max tersenyum kecut atas kesalahan yang ia buat , bodohnya ia malah membentak wanita yang ia cinta selama ini . bodohnya ia malah memarahi tanpa mendengar penjelasan ,malah memilih masa lalu nya .