
Suatu pagi Dirumah Osamu
Osamu, Yui dan Totsuka sedang sarapan
"Tidak kusangka kau akan tinggal begitu lama disini, Totsuka" Tanya Osamu
"Jangan salah paham ya, aku tinggal disini bukan untuk mu tapi untuk Yui"
"Ya ya terserah kau, meskipun begitu aku tetap harus berterima kasih padamu karena telah banyak membantu kami"
Totsuka tersipu malu karena perkataan Osamu
"E-eh Kenapa kau begitu tiba-tiba?"
"Tunggu dulu... Apa kau tersipu malu? Aku tidak menyangka kau bisa tersipu malu juga" Osamu mengejek Totsuka
Totsuka beranjak lalu menatap Osamu dengan tajam dan mengarahkan garpu ke arah Osamu
"Apa maksudmu perkataan mu itu?"
"Entahlah, pikirkan saja sendiri" Osamu memalingkan wajahnya dari Totsuka
"Kau iniiii!"
"Duhh bisa gak sih kalian tiap pagi gak ribut!?" Yui menggebrak meja
Osamu dan Totsuka shock melihat sisi menyeramkan Yui
"Kalian mengerti!?"
"I-iya"
"I-iya"
"Terkadang Yui bisa menyeramkan juga ya" Jelas Osamu
"Untuk pertama kalinya aku setuju dengan mu Osamu"
"Sekarang duduk dan habiskan makanan kalian!!"
"Iya Bu!"
"Iya Bu"
Osamu dan Totsuka langsung duduk dan memakan makanan nya
"Entah kenapa dia jadi seperti Orang tua" Gumam Osamu
Setelah mereka selesai sarapan mereka langsung pergi ke stasiun untuk ke sekolah
Mereka sudah sampai disekolah
Osamu dan Totsuka masuk kelas. Seperti nya di kelas sedang meributkan sesuatu
"Osamu, Totsuka-chan, selamat pagi!" Tegur Tezuka
"Pagi, Tezuka-kun" Balas Totsuka
"Pagi" Balas Osamu dengan wajah Suramnya
"Kau ini tidak bersemangat sekali Osamu"
"Aku sudah begini dari lahir"
"Tezuka-kun ada apa nih kok ribut banget?"
"Kalian liat berita semalam gak?" Tanya Tezuka
"Oh maksudmu tentang organisasi yang memperjual belikan manusia?"
"Iya, itu"
"Bukankah itu cuma rumor?"
"Tidak! itu bukan sekedar rumor, katanya semalam ada gadis yang diculik"
"Kau jangan menakut-nakuti ku Tezuka-kun"
"Aku bukannya menakut-nakuti mu Totsuka-chan, aku hanya ingin bilang kalian harus berhati-hati, terutama kau Totsuka-chan" Tezuka menunjuk Totsuka-chan
"Ehh?"
"Ah itu pasti hoax" Kata Osamu tidak percaya
"kau ini keras kepala sekali"
"Berisik!"
Osamu dan Totsuka pun duduk di bangku nya masing-masing. Tidak lama kemudian guru pun memasuki kelas
"Oke semuanya sekarang kita belajar...."
Pelajaran pun berakhir
"Osamu kau mau langsung pulang?" Tanya Totsuka
"Tidak, aku mau ke ruang klub dulu sama Matsukawa dan Hajime, katanya mereka sudah dapat anggota baru dan meminta persetujuan dari ku"
"Eh? kau ketua klub?"
"Bukan bukan, aku bukan ketua klub"
"Terus kenapa mereka harus meminta persetujuan mu?"
"Entah lah" Osamu beranjak dari kursi
"Kau mau pulang sendirian Totsuka?"
"Tidak, aku mau mengunggu Yui dan temannya. Oh ya kalo dipikir-pikir kau selalu menghilang saat menunggu Yui dan temannya digerbang, sebenarnya kau ngapain?"
"Aku bersembunyi agar mereka tidak tau kalau aku adalah kakak Yui"
"Eh? kenapa?"
"Kau pasti mengerti, kalau teman-teman nya tau bahwa kakaknya Yui itu cuma seorang pemuda yang suram, dia pasti akan malu" Osamu menunjukkan wajahnya yang sedang tersenyum. Totsuka tau sebenarnya itu cuma senyum palsu
"Kau ini bodoh ya? padahal Yui selalu menceritakan tentang mu dengan bangga pada teman-teman nya"
"Eh? kau bilang apa tadi?"
"T-tidak aku tidak bilang apa-apa kok" Totsuka tersipu
"Apa kau demam? wajahmu memerah lho" Osamu mendekati Totsuka dan menyentuh dahi Totsuka
"Gawat Totsuka-chan, wajahmu makin memerah"
"BEGO!!" Totsuka memukul Osamu sampai terbang ke langit ketujuh
Di ruang klub game....
"Wajahmu kenapa Osamu?" Tanya Nagisa (ketua klub)
"Twidak awpa-awpa" wajah Osamu bonyok karena pukulan Totsuka tadi
"Eng.. kau ngomong apa? Lupain aja lah tidak penting, sekarang kita urus dulu calon anggota baru kita" Nagisa menjelaskan
"Jadi... kenapa kau meminta persetujuan ku untuk memasukkan anggota baru?" Tanya Osamu
"Kami ingin kau menyeleksi anggota baru agar kita mendapatkan anggota yang serius dalam kegiatan klub"
"Yah kau memang benar juga sih. Baiklah, mana sianak baru itu?"
"Tuh didepan mu"
"Mana?"
Osamu melihat laptop
"Sekarang dia tidak bisa hadir, jadi kita menyeleksi nya secara daring aja"
Tidak lama kemudian muncul semacam virus komputer berbentuk gadis maid dan keluar suara seorang gadis dari laptop
"Selamat siang senpai"
"Oh kau bisa meretas yah?"
"Iya saya sudah menyusup kedalam komputer ketua, jadi sekarang kita bisa berkomunikasi"
"Seperti nya aku tau tes seperti apa yang harus kuberikan padamu"
"Tes apaan?" Tanya Matsukawa
"Aku lupa belum menanyakan namamu" Kata Osamu
"Oh anda benar juga. kalau begitu, perkenalkan nama saya Tamashi kelas 2 SMA"
"Baiklah, yang pertama coba serang Laptop"
"Anda yakin? Saya disini menggunakan komputer keluaran terbaru"
"Yah aku yakin"
"Baiklah saya mulai"
Tamashi langsung menyerang perangkat keras Osamu tapi Osamu berhasil menahannya dan langsung memberikan serangan balik
"H-hebat!" Hajime takjub dengan Osamu
setelah mereka saling menyerang dan bertahan akhirnya kemenangan berada ditangan Osamu
beralih Ketempat Tamashi
"Bagaimana bisa dia mengalahkan ku hanya menggunakan laptop? Dia hebat"
kembali keruang klub
"Kau hebat juga Tamashi-can kau hampir mengalahkan ku"
"Tidak, kemampuan saya tidak seberapa dibanding anda"
"Kau berlebihan hehe"
Tidak lama kemudian....
*Tenenonet Hp Osamu berdering
"Eh? Yui menelepon? ada apa yah?"
"Halo Yui!"
"Halo Osamu!"
Terkejutnya Osamu Karena yang menelepon nya ada Tezuka
"Oi apa yang kau lakukan dengan hp adikku?!"
Tezuka terdengar tergesa-gesa
"Osamu aku akan mengirimkan beberapa Poto"
"Apa maksudmu!?" Osamu berdiri dari kursi karena panik
"Ada apa Osamu?" Tanya Matsukawa
Poto sudah terkirim ke Osamu
"Aku yakin kau pasti bisa menemukan kami, aku yakin-....."
"Oi Tezuka ada apa!?"
"Tezuka!?"
"Oi lepaskan! Dasar kau brengsek" "Tezuka-kun!!" teriakan Totsuka
"Tidak!! Lepaskan aku!" Suara tangisan Yui "Diam kalian!" Suara pria misterius
Semua orang yang mendengar itu pun terkejut
"Yui!? Halo!! Halo!! Tezuka!? Totsuka-chan!?"
"Tunggu apa yang sebenarnya terjadi?" Kuroneko bertanya-tanya