
Sementara di dalam mobil,
Flora mulai berteriak dan meronta, ia sadar jika polisi yang kini membawanya adalah palsu, mereka hanya menyamar dan menculik Flora.
"Lepaskan! Siapa kalian sebenarnya?" teriak Flora.
"Diam! Kamu tidak ada hak untuk mengetahui siapa kami." bentak salah satu polisi wanita palsu.
"Sudah, lebih baik buat dia diam, kalau perlu buat dia pingsan." sahut polisi lainnya.
"Jangan, jangan tolong....tolongggg..emmc!" Flora lemas dan perlahan menutup matanya setelah salah satu dari mereka menutup hidung Flora dengan sapu tangan berbius.
Hansel yang masih berada di lobi, tiba-tiba teringat dengan Khansa, pria itu segera berlari masuk hotel dan menuju ruangan dimana Boy mengasuh Khansa.
Brakkk.
Hansel yang panik tak sengaja membuka pintu secara kasar.
"Boy, di mana Khansa?" tanya Hansel menelisik arah kamar tempat Khansa biasa beristirahat.
"Dia di dalam, baru saja saya tidurkan, Tuan eh Pak eh." Boy menutup mulutnya dengan kedua tangan, pria gemulai ia itu masih saja gugup berhadapan dengan pewaris utama hotel tersebut.
Hansel segera berlari membuka pintu perlahan dan mendekap menciumi putri kecil kesayangannya.
"Ada apa, Tuan? sepertinya anda sedang tidak baik-baik saja?" tanya Boy kebingungan. Boy berniat mencuci botol susu yang habis digunakan Khansa, namun melihat Hansel ia mengurungkan niatnya.
" Boy, jaga anakku, jaga Khansa untuk Flora." lirih Hansel.
"Kenapa, Tuan? Ada apa dengan Flora?" tanya Boy mulai panik juga.
"Bagaimana bisa? Bagaimana bisa Flora diculik?" tanya Boy sambil bersimpuh di hadapan Hansel.
Hansel mengusap wajahnya kasar."aku pun belum tahu, sekarang kamu jaga Khansa. Aku akan mengejar penculik yang membawa Flora. Untuk sementara kamu jaga Khansa, jangan percaya kepada siapapun juga. Nanti biar Tomi membawamu pulang ke rumahku dulu."
"T-tapi Tuan-"
"Di Sana aman Boy, penjaga ku akan menjaga keamanan kalian dari musuh-musuhku."
Boy yang tadinya ragu meng-iyakan permintaan Hansel. Meskipun disaat genting Boy bisa menjadi pria sejati yang lebih tangguh, namun Boy memikirkan keselamatan Khansa gadis kecilnya.
"Semoga kamu baik-baik saja, Say."
Hansel keluar dari ruangan Flora setelah Tomi memberi tau kalau polisi sudah datang.
Setelah kepergian Hansel, Boy segera berkemas dan pergi bersama Tomi menuju rumah besar milik Hansel yang berada di pusat kota, tidak ada yang mengetahui bahwa rumah tersebut adalah milik Hansel termasuk kedua orang tua dan adiknya.
Di lain tempat flora telah sampai di sebuah rumah di tengah hutan, tiga orang polisi palsu yang berjenis kelamin satu pria dan dua wanita bersusah payah membawa keluar Flora dari dalam mobil dalam kondisi tidak sadarkan diri akibat bius.
Mereka membawa flora masuk ke dalam sebuah rumah sederhana, setelah itu mereka mengikatnya di sebuah kursi dan mengunci pintu rapat-rapat dari luar meninggalkan flora seorang diri di dalam kamar kosong tersebut .
"Kerja kalian memuaskan! ambil bonus kalian, aku kirim alamatnya."
"Baik, Tuan. terima kasih atas kepercayaannya."
sayup-sayup terdengar perbincangan di luar kamar.
"Siapa mereka? kenapa menculikku? apa salahku?" batin Flora.