
Masa sekarang....
"Oh begitu ya ceritanya?" Ujar Tezuka
"Tapi tidak kuduga Osamu adalah ketua dari NEO"
"Tidak, tidak, aku bukan ketua tapi Takeshi lah yang ketua"
"Tapi mereka sering menyebut mu begitu kan?"
"Y-yah itu memang benar, tapi aku tidak punya sifat pemimpin seperti Takeshi"
"Ya memang benar sih, kau ini tidak bisa diandalkan meskipun kau ini orang yang baik, tapi kau payah dalam berkomunikasi jadi mana mungkin kau jadi ketua, kau ini tidak bisa diandalkan" Ujar Totsuka
"Entah kenapa perkataan mu menyakitkan, Totsuka-can" Osamu menyeringai
"Hebat juga kau bisa langsung pulih dalam semalam, Osamu. Padahal kau baru saja selesai di operasi" Takjub Matsukawa
"Mungkin ini keberuntungan" Osamu tersenyum
Totsuka melihat jam
"Gawat, aku harus kesekolah"
"Kau benar Totsuka-chan" lanjut Tezuka
"Kami juga pergi Osamu" Pamit Matsukawa
"Iya, terimakasih sudah menjenguk ku"
"Yui, kau juga harus segera pergi"
"Tidak mau, aku mau disini"
"Kau kan harus sekolah?"
"Tapi.."
"Sudah pergi saja, kau tidak perlu mengkhawatirkanku"
"Ba-baiklah"
Semua orang pun pergi terkecuali Takeshi, Takeda dan Mitsuki
"Kalian tidak pulang?" Tanya Osamu
"Tidak, kami akan menunggu mu" Ujar Takeshi
"Apa tidak masalah?"
"Tentu saja tidak, kami ingin reuni sebentar dengan mu Osamu-san" Balas Mitsuki
"Entah kenapa kau jadi agak berbeda Mitsuki-chan"
"Kau juga sudah berubah, sekarang sepertinya kau sudah dapat teman disekolah?"
"Y-ya begitu lah, tapi Takeda masih sama seperti dulu, selalu tenang"
"Benarkah? Apa aku terlihat seperti itu?"
"Iya, kau itu selalu tenang dan dewasa, malahan kau lebih dewasa dari Takeshi"
"Apa maksudmu?" Takeshi melihat kearah Osamu
"Kau kan emang kekanak-kanakan"
"Entah kenapa aku merasa kesal"
Mereka pun tertawa
"Oh ya, Osamu. Bagaimana kabarnya?"
"Maksudmu Mizutani-san?"
"Siapa lagi kalau bukan dia?"
"Yah aku tidak tau"
"Eh?"
"Setelah beberapa minggu kalian pindah keluar kota, Mizutani-san juga pindah keluar kota, katanya kakeknya meninggal karena nya dia tinggal di tempat neneknya untuk sementara, tapi..."
"Dia belum balik?"
"Iya, nomornya pun tidak aktif"
"Oh begitu ya"
Mereka pun berbincang tentang masa lalu.
Beralih ke sekolah, di kelas 3-D yaitu kelas Osamu. Keadaan dikelas sangat ribut membicarakan penculikan Totsuka dan yang lain, mereka bisa tahu karena melihat vidio penyekapan Totsuka dan yang lain dari Berita malam dan internet, yang tidak lain dan tidak bukan sumber Vidio nya dari drone milik Tamashi. seketika murid-murid yang di culik kemarin, tidak lain adalah, Totsuka, Tezuka,Yui,Kazuki,Rikka dan Yuki, terus di tanyai oleh murid lain tentang kejadian kemarin, khususnya Matsukawa, Hajime dan Osamu. karena di vidio mereka terlihat seperti sedang melancarkan misi penyelamatan, karena itu memang benar. Untungnya wajah Osamu tidak kelihatan di Vidio dan Yui pun berbicara pada polisi agar tidak memberi tahukan itu ke awak media. karena Yui tahu Osamu tidak akan senang jika ia jadi pusat awak media, terkecuali Matsukawa dan Hajime, mereka mendapatkan penghargaan dari polisi karena keberanian mereka. Namun, polisi masih tidak mengetahui siapa yang mengirim laporan dan Vidio dari drone ke polisi
"Wahh...Kalian hebat, Matsukawa, Hajime"
"T-tidak kok, lagian kami cuma pembantu saja"
"Kau benar juga, siapa laki-laki yang satunya lagi?"
"Eh? (Kemarin kami mendiskusikan tentang identitas Osamu agar tidak membeberkan nya ke publik) A-aku tidak tahu" Elak Matsukawa
"Ehh? kenapa kau bisa tidak tau?"
"Yah soalnya dia datang tiba-tiba, saat kami mau menyelamatkan Mereka"
"Yang bener?"
"(Sial ketahuan tidak yah? aku tidak ahli dalam berbohong)" Matsukawa menyeringai
"Yahh, sayang banget" Si siswa tersebut mengeluh
"Eh? emangnya kenapa?"
"Kau lihat para cewek itu?" Si siswa tersebut menunjuk kearah para cewek
"Wahh... dia keren sekali!!" "Iya, kau benar. Dia siapa yah?" "Kira-kira dia ganteng gak yah?" "Dia kayaknya murid sekolah kita, lihat bajunya, itu baju sekolah kita kan?" "Ya kau benar" Para cewek melihat video pas Osamu bertarung dengan salah satu penjaga
"(Kira-kira reaksi mereka gimana ya, kalau tau bahwa laki-laki itu adalah Osamu)" Gumam Matsukawa
Jam istirahat....
"(Aduh... Osamu kemana ya? apa dia sakit?)" Rumi bengong memikirkan tentang Osamu sampai tidak menyadari ada yang memanggilnya
"Rumi? Rumi?"
"I-iya?"
"Kenapa kau melamun? Apa kau memikirkan sesuatu? atau mungkin seseorang?" Tanya teman Rumi yang bernama Hinata. Hinata adalah teman Rumi dari kecil
"A-apa yang kau bicarakan?" Wajah Rumi memerah
"Soalnya kau akhir-akhir ini kau sering senyum-senyum sendiri. Oh, mungkinkah...."
"....Hehehe, kau sedang tertarik pada seseorang?"
"Tidak! kau salah" Wajah Rumi semakin memerah
Rumi langsung beranjak dari kursi dan pergi keatap. Namun tidak diduga Totsuka,Tezuka, Matsukawa,Hajime,Yui,Rikka,Yuki dan Kazuki sedang merenung bersama
"E-eh ada apa ini?" Rumi terkejut
"Eh? Ketua? Apa yang kau lakukan disini?" Matsukawa nanya balik
"Aku suka keatap saat jam istirahat, kalo kalian?"
"Kami sangat tertekan hari ini" Jawab Hajime
"Iya, kami selalu ditanyai tentang kejadian kemarin" Lanjut Tezuka
"Oh, aku mengerti. Jadi kalian semua sedang merenung?"
"Iya"
Rumi melihat kearah Yui dan teman sekelasnya
"Apa kalian kelas 1?"
"I-iya! Aku Kazuki" Kazuki berdiri tegak
"Aku Rikka"
"A-aku Yukimura Yuki, nama keluarga ku adalah Yukimura"
"Oh begitu ya"
Rumi melihat Yui
"Sepertinya aku pernah bertemu dengan mu?"
"T-tidak, mungkin ketua salah orang" Yui melihat kearah lain
"Hmm..."
Rumi akhirnya ingat tentang kejadian di Akihabara beberapa waktu lalu
"Kau yang ada di Akihabara itu?"
"Eh? kau mengenalnya Yui-chan"
"Emm..Anu.."
Yui pun menceritakan semuanya
"Ehh..." Semua orang terkejut
"Jadi begitu ya, terimakasih sudah menceritakan semuanya Yui-chan" Rumi tersenyum
"I-iya"
Tidak lama kemudian ada Ketua komite kedisiplinan datang
"Ketua! aku sudah mencarimu kemana-mana, kita sekarang ada rapat. Apa yang sedang kau lakukan disini?"
"Aku hanya ingin mencari udara segar"
*hahhh (Ketua komite kedisiplinan menghela nafas)
"Sekarang kau sudah menghirup udara segar kan? sekarang ayo kita ruang OSIS" dia menyeret Rumi
"Dah semuanya sampai bertemu lagi" Rumi melambaikan tangannya
"D-dah" Semua orang melambaikan tangan ke Rumi
"Apa-apaan itu?"
"jangan tanyakan padaku"
Sekolah pun berakhir
Totsuka dan yang lainnya berkumpul didepan gerbang sekolah kecuali Rumi, untuk pergi menjenguk Osamu, tapi mereka berniat pulang kerumah masing-masing dahulu untuk membawa bekal dan mereka berkumpul di stasiun Akihabara.
Dirumah sakit....
Osamu sedang berbaring di tempat tidur nya untuk istirahat
"Oh ya, Rumi tau tidak ya kalau aku sedang dirawat di rumah sakit?"
Tidak lama kemudian
*Tenenonet (nada dering hp Osamu)
Osamu bangun dari tempat tidur nya dan langsung mengambil hpnya
"Siapa ya?"
"Halo?"
"Halo, Osamu?"
Ternyata yang menelepon Osamu adalah Rumi
"Rumi? Ada apa?"
"Apa kau sekarang sedang sakit, Osamu?"
"Iya, sekarang aku sedang dirawat di rumah sakit"
"Dirumah sakit!? Dirumah sakit mana?"
"Dirumah sakit Hitomi"
"Baiklah, aku akan kesana"
"Tidak perl-"
Rumi langsung menutup telepon nya
"Rumi? (Eh? ditutup ya?)"
Rumi pun sampai Dirumah sakit lebih dahulu dari kelompok Totsuka
"Padahal kau tidak perlu kesini"
"Tidak bisa! bagaimana pun aku harus menjenguk mu"
"Kenapa?"
"Selain aku mengkhawatirkan mu, aku punya pertanyaan"
"Pertanyaan? Tentang apa?"
"Tentang kejadian di Akihabara saat aku pertama kali datang kesini"
"Jadi kau sudah mengetahui nya yak?"
"Kenapa kau tidak memberitahu ku?"
"Pada awalnya aku tidak ingin berhubungan dengan mu Karena kau itu sangat populer disekolah, tapi tanpa kusadari aku malah berhubungan dengan mu"
"Kenapa?"
"Kau tau kan aku ini tidak suka jadi pusat perhatian. Jika aku berhubungan dengan mu, pasti banyak murid yang tidak terima karena orang seperti aku bisa berhubungan dengan mu"
"Kau ini suka sekali merendahkan dirimu sendiri, Osamu"
"Itu adalah salah satu keahlian ku" Osamu tersenyum kearah Rumi
"Apa-apaan itu?"
"karena itulah aku membenci diriku sendiri" Osamu menunduk
Rumi membawa sesuatu
"Sudah, sudah, tidak perlu murung. Lihat, aku membawa bekal, ayo kita makan. Lagipula aku tidak mempermasalahkan tentang kejadian di Akihabara"
"T-terima kasih"
Tidak lama kemudian Totsuka dan yang lain pun tiba
*Sreett (Tezuka membuka pintu)
"Yo Osamu! Maaf, kami telat"
Tezuka langsung terdiam ketika Melihat ada Rumi begitu pun sebaliknya
"Eh?" Tezuka terdiam
"Eh?" Begitu pun Rumi
"K-k-ketua!?"
"(Sial! Aku lupa kalau mereka akan menjenguk ku)"
"Ada apa? Tezuka-kun?" Tanya Totsuka
Totsuka melihat kearah Rumi
"Ketua!?"
"Totsuka-san?"
Semua orang pun masuk dan terkejut melihat Rumi ada ruang perawatan Osamu
"Eh? Apa yang kalian lakukan disini?" Tanya Rumi
"Kami mau menjenguk Osamu. kalau kau, ketua?"
Rumi pun menceritakan alasannya kenapa ada di ruang perawatan
"Ketua? Apa sebenarnya hubungan kalian berdua?" Tanya Tezuka
"Eh? hubungan kami?"
Osamu mengingat saat kejadian ditaman, saat Osamu mengatakan kepada para berandalan kalau Osamu adalah pacar Rumi. Wajah Osamu pun memerah
"(Aduh gawat! Aku lupa saat itu aku mengaku sebagai pacar Rumi dan juga aku lupa meminta maaf padanya. Ah, mungkin dia sudah melupakan nya)" Osamu melihat kearah Rumi. Osamu terkejut saat melihat wajah Rumi juga memerah, ternyata Rumi masih mengingat nya. Karena itu, mereka pun membuat kesalahpahaman
"(Tunggu, kenapa wajah mereka memerah?)" Hajime curiga
"Emm...Anu, Rumi. Mungkin ini sudah terlambat. Tapi... Aku minta maaf soal yang di taman waktu itu" Wajah Osamu semakin memerah
"(Eh? ditaman? Apa yang mereka lakukan disana?)" Matsukawa bertanya-tanya
"T-tidak apa, aku tidak keberatan kok" Wajah Rumi juga semakin memerah
"Tidak, itu bukan tidak apa. Waktu itu aku kelewatan"
"(Kelewatan? Apa maksudnya?)" Totsuka bergumam
"Tidak apa, yang terjadi tetaplah terjadi"
"(Terjadi? Tunggu aku tidak mengerti, mungkinkah....)" Tezuka menduga-duga
"Waktu itu aku tidak bisa dimaafkan, Karena waktu itu di taman tidak ada siapa-siapa, jadi..."
"(Terjadi? Kelewatan? Ditaman yang sepi? Jangan bilang kalau Osamu dan Ketua....)" Tezuka dan yang lain semakin salah paham
".... Semuanya terjadi secara tiba-tiba, dan kau juga sampai nangis waktu itu"
"Tidak apa, lagian kau juga sudah tanggung jawab" Rumi tersenyum
Mereka berdua tersenyum sambil berhadapan
Semua orang mengira kalau Osamu dan Rumi melakukan sesuatu(ya, lu pasti tau lah ngelakuin apa?)
"Osamu! Apa yang sudah kau perbuat!?" Totsuka mengeluarkan khodam macan Sumatra nya yang mencekam
"Osamu, tidak kuduga kau ini orang yang seperti itu"
"T-tunggu apa maksud kalian?"
"Abang..." Yui memelas
"Yui? kenapa wajahmu jadi begitu?"
"Ketua? kenapa kau mau melakukan nya dengan orang seperti Osamu?"
"iya" "Iya" "Iya"
"Melakukan? Apa maksud kalian?"
Wajah mereka berdua memerah dan ngebul
"T-tunggu, kalian salah paham"
"Iya itu benar, mana mungkin aku mau melakukan itu dengan Osamu"
"(Entah kenapa aku jadi sakit hati)" Osamu melihat kearah Rumi
"Tadi Osamu bilang"
"Tidak, kalian salah paham"
Osamu menceritakan semuanya
"Oh begitu, kukira kau melakukan itu dengan Rumi"
"Tidaklah!, aku bukan orang cabul"
"Baiklah, karena semua nya sudah disini, bagaimana kalau kita makan bersama?"
Usul Ketua
"Itu benar, lagian itu juga tujuan kita kesini kan?" Ujar Hajime
Semua orang pun makan dan berbincang untuk mengenal satu sama lain