Lonely

Lonely
Festival sekolah bagian 3



[FYI]


[Tanabata Kisah Orihime dan Hikoboshi]


Dua kekasih di langit malam hari, Orihime (Vega) dan Hikoboshi (Altair), sebenarnya adalah dua bintang yang terpisah sepanjang galaksi. Keduanya dapat menyeberangi Bimasakti hanya sekali dalam setahun untuk menghabiskan malam bersama, pada hari ke-7 di bulan ke-7.


keterangan lebih lanjut


(Sumber : http://rosana127.deviantart.com/art/Orihime-and-Hikoboshi-308101283


////////////////


Di belakang panggung


"Ketua! kita harus bagaimana? Kawaki ada urusan mendadak, jadi tidak bisa tampil!" Kata salah satu pemain drama


"Urusan mendadak?"


"Iya! Katanya ada keluarga nya yang masuk rumah sakit"


"Apa boleh buat. Kita harus membatalkan nya"


*Eehhh?


"Berarti usaha kita 2 minggu ini sia-sia"


Semua murid kelas D yang ikut andil dalam panggung drama pun murung termasuk Rumi. Karena Osamu tidak tahan dengan itu, ia pun mengusulkan suatu ide


"Rumi, aku punya ide"


"Ide?"


Semua orang yang ada disana melihat Osamu


"Bagaimana kalau kita suruh orang yang di balik layar untuk mengganti peran Kawaki sebagai Hikoboshi"


"Tapi kita kan tidak punya waktu untuk berlatih" Ujar salah satu siswa


"Tidak, itu bisa saja" Kata Rumi


"Eh?"


"Orang-orang yang bertugas di balik layar, melihat kami berlatih peran, jadi kita tidak perlu berlatih lagi"


"Bukan itu masalah nya ketua. Nanti siapa yang menggantikan orang yang bertugas di balik layar?"


Osamu mengusulkan sesuatu


"Aku tahu! Aku punya kenalan yang ahli di bidang ini"


"Baguslah. Sekarang masalah kita selesai"


"Tapi Rumi. Siapa yang memerankan Hikoboshi?"


"Tentu saja kau, Osamu" Rumi menunjuk kearah Osamu


"Eh?"


"Tapi ketua, yang bertugas dibalik layar kan bukan cuma dia. Kenapa Ketua memilih dia"


"Apa boleh buat, Osamu kan satu-satunya laki-laki"


"Tapi Rumi..."


"Bukankah kau yang mengusulkan ini, Osamu?"


"Baiklah"


"Oh iya, dimana orang yang kau maksud, Osamu?"


"Sebentar, aku menghubungi nya dulu"


Osamu mengambil hpnya


"Halo, Tamashi-chan? Ini aku, Osamu"


"(Tamashi-chan? Seorang gadis kah?)" Gumam Rumi


"Halo, senpai. Ada apa?"


"Aku butuh bantuan mu, bisakah kau ke back stage?"


Tamashi adalah junior Osamu disekolah sekaligus di klub game


Tamashi pun ke back stage


"Perkenalkan, dia Tamashi kelas 2"


"Aku Rumi, salam kenal"


"Salam kenal juga Senpai"


"Sepertinya kau banyak mengenal gadis cantik, Osamu"


"B-benarkah? hehe..."


"Jadi, apa yang harus saya lakukan Osamu-Senpai?"


"Begini...."


Osamu menjelaskan apa saja tugas Tamashi


"Sekarang giliran kita, ketua"


"Baiklah semuanya, mohon kerjasama nya"


Sementara itu Osamu terlihat sangat gugup


"Osamu? Kau tidak apa-apa?"


"A-a-aku tidak apa-apa (Gawat aku bakal bermain peran dengan Rumi, dan juga di depan banyak orang)"


"Kau pasti bisa Osamu" Rumi menyemangati Osamu


"Rumi....(Rumi benar, dia sudah mempercayakan ini kepada ku, aku harus mengeluarkan semua kemampuan ku)" Osamu kembali bersemangat


Drama pun dimulai. Semua orang terdiam melihat kecantikan Rumi yang memakai kostum Orihime


"Ketua cantik seperti biasa" "ya kau benar" "Gila cantik banget"


"Aku terkejut Osamu bisa mendekati gadis secantik dia" Kata Takeshi


"Ya, kau benar" Saut Takeda


Sementara Mitsuki sedang kesal


"(Sial! Dia cantik banget, aku bisa kalah darinya)" Gerutu Mitsuki


"Mitsuki-chan, kau kenapa?" Tanya Takeshi


*Grrr


"Takeda, Mitsuki-chan kenapa?"


"Aku tidak tahu, mungkin masalah perempuan"


Akhirnya giliran Osamu untuk memainkan peran Hikoboshi


Teman-teman Osamu terkejut, Osamu memainkan peran Hikoboshi


"Tunggu, itu Osamu!?"


"Abang!?"


"Ya, kau benar Tezuka. Aku terkejut dia ikut serta"


"Aku iri pada Osamu. Pengkhianat kau Osamu"


"Osamu bukan pengkhianat, kau nya saja tidak populer"


"Kata-kata mu menyakitkan Totsuka-can"


"Osamu-kun? Kenapa dia harus beradu peran dengan cewek itu" Mitsuki makin kesal


"Mitsuki-chan tambah gak jelas tuh"


"Udah biarin aja"


"(Aduh gimana nih? Aku sangat gugup. Aku ingin menghilang dari dunia ini. Aaaa)"


"Osamu? kau harus tenang"


"B-baik"


Semua orang menikmati penampilan kelas 3 D dan Osamu hampir mati karena malu


Setelah festival sekolah selesai di back stage, semuanya berkumpul


"Kerja bagus semua nya, terimakasih"


"Kau juga ketua. Tadi penampilan mu hebat sekali"


"Ya, itu benar"


Sementara itu Osamu sedang terkapar


"Aku pikir aku akan mati"


"Abang! tadi kau keren sekali"


"Kau payah Osamu. Gitu doang langsung lemes"


"Gitu Doang NDASMUU! Tadi aku gugup banget, apalagi pas adegan...." Wajah Osamu memerah


".....Aaaa! Aku malu untuk mengingatnya"


"Kau pengkhianat Osamu! Katanya kau dapat tugas dibalik layar, tapi malah dapat tugas yang enak!" Tezuka menarik kerah baju Osamu


"Enak MATAMU!!..."


".....Yah mungkin ada enaknya, tapi aku hampir mati karena gugup!"


"Kalian berdua sudah jangan berantem" Yui mencoba menghentikan mereka berdua


"Ahh, kau cuma alasan! Aku tau kau itu senang kan!"


"Senang dari mana nya!!....."


".....Iya mungkin"


"Tuh kan kau senang"


*Bug *plak (Totsuka memukul mereka berdua)


"Maaf tanganku tergelincir"


"Kenapa pukulan mu padaku lebih kuat, Totsuka?" Kata Osamu yang sedang tergeletak


"Aku bilang kan cuma tergelincir"


"Jelas-jelas itu bohong"


*Uhuk


"Bisa-bisa aku mati beneran"


Tidak lama kemudian Rumi mendekati mereka


"Osamu?"


"Rumi? Ada apa?"


"Terimakasih ya. Kalau bukan karena kau, aku dan pemeran lain tidak akan bisa tampil"


"Tidak apa-apa, itu sudah tugasku"


Mereka berdua bertatapan


"E ehm. Didunia ini bukan cuma kalian berdua tahu"


"Ya, Takeshi-niisan benar, aku juga ada disini" Lanjut Mitsuki yang masih kesal


"Anu.. Aku ingin menanyakan sesuatu"


"Apa itu, Tachibana-san?"


"Kalian ini dari sekolah mana?"


"Oh maaf. Kami dari SMA Kohaku"


"Kohaku? Maksud mu sekolah elit itu?"


"Elit?"


"Kau tidak tau, Totsuka-chan? Disekolah itu cuma menerima murid yang nilai nya selalu diatas 70. Kalau ada murid yang mendapatkan nilai di bawah 70 akan langsung dikeluarkan. Katanya lulusan dari SMA Kohaku selalu sukses masa depannya"


"Serius?"


"Tidak, tidak. Itu terlalu berlebihan. Memang benar, disekolah kami tidak boleh ada yang nilainya di bawah 70 di mata pelajaran apa pun itu, tapi tidak sampai dikeluarkan. Siswa tersebut akan mendapatkan kelas tambahan" Takeshi menjelaskan panjang lebar


"Aku tidak heran sih, Kalau peraturan nya begitu, Takeshi pasti sudah berpisah dengan Takeda dan Mitsuki"


"Apa maksudmu Osamu?"


"Dengan Kata lain, kau itu bodoh"


"Kemari kau Osamu!"


Mereka berdua pun berkelahi


"Seenaknya kau memanggilku bodoh"


"Itu kan fakta" Osamu berkata dengan santai


*Bug *plak (Totsuka memukul mereka berdua)


"Maaf tanganku tergelincir lagi"


"Sudah kubilang kenapa hanya aku yang dipukul dengan kuat"


Semua orang pun tertawa. Setelah itu mereka (Osamu, Tezuka, Tamashi Totsuka,Rumi,Yui, Mitsuki, Takeda, Takeshi, Matsukawa, Hajime) berencana untuk makan di restoran dan mereka juga mengajak Nagisa, Kazuki, Rikka, Yuki dan juga Iori. Karena Iori adalah teman masa kecil Rumi


Direstoran mereka pun bersenang-senang dan mempererat tali persahabatan mereka


"Tamashi-chan terimakasih untuk yang tadi"


"Tidak apa senpai. saya senang untuk membantu"


"Apa kau tidak mau sesuatu untuk ucapan terimakasih?"


"Tidak, saya tidak menginginkan apa-apa"


"Jangan sungkan cepat beri tahu apa yang kau inginkan. Oh ya dan juga jangan terlalu formal ketika berbicara"


"Ya baiklah. kalau begitu sa- aku menginginkan mu...."


Rumi dan Mitsuki terkejut


*Haaa?


"Tidak boleh!" Rumi dan Mitsuki mengatakan nya dengan tegas


"Eh? Memangnya kenapa?"


"Ya, kalau kau menginginkan Osamu berarti.... Itu loh...Anu..." Wajah Rumi dan Mitsuki memerah


"Iya?"


"Ya, maksudku... Kau dan Osamu.... Begini.... Begitu...."


Wajah Osamu memerah


"A-apa yang kau maksud? Tamashi-chan masih belum selesai bicara"


"Belum selesai?"


"Iya. Aku hanya menginginkan Osamu-Senpai mengajari meretas. Itu saja"


"Duh kalian berdua ini"


"Ma-maafkan kami"


Mereka pun lanjut bersenang-senang