Lonely

Lonely
Orang yang berharga



Osamu sedang bergumam di kelas saat pelajaran dimulai


"(Kenapa sikap Rumi aneh sekali hari ini?)" Osamu bergumam sambil menopang dagu


Beberapa menit kebelakang


"Rumi, pagi" Tegur Osamu


"Pagi, ketua"


"Pagi, Tezuka-kun" Balas Rumi


Rumi langsung pergi


Osamu dan Tezuka keheranan


"Osamu? Bukankah sikap Rumi itu aneh?"


"Ya, kau benar. Kenapa dia tidak memperdulikan aku?"


"Apa kau membuat Rumi marah, Osamu?"


"Tentu saja tidak!.... mungkin"


"Mungkin ? Coba kau ingat-ingat kembali, mungkin kau melakukan sesuatu yang membuatnya marah secara tidak sengaja"


"(Rumi kenapa ya?)" Osamu termenung


Kembali ke Osamu yang sedang melamun di kelas


Jam istirahat tiba...


Tezuka berbisik kepada Osamu


"Osamu, cepat tanyakan langsung padanya"


"Eh?"


"Apa maksudmu dengan Eh? Cepat pergi saja sana"


"Tunggu, aku tidak bisa"


"Ini bukan masalah bisa atau tidak, tapi kau harus"


"Maksudmu, aku langsung mendatangi nya dan bertanya apa dia marah padaku?"


"Tentu saja"


Selagi mereka berbisik...


"Anu... begini ya. Kalau kalian mau berbisik, jangan di bangku ku..." Potong Totsuka


"Kau diam dulu saja Totsuka"


"Iya Totsuka-chan, ini adalah masalah yang serius"


*Blag blug plak (Totsuka memukul mereka berdua)


"Salah kalian, berbisik di mejaku"


*Maafkan kami


*Maafkan kami


"...Dan juga, apa yang sebenarnya kalian berdua bicarakan"


"Ini tentang ketua"


"Ketua?"


"Iya"


"Memangnya ada apa dengan ketua?"


"Osamu dan ketua sedang pisah ranjang-"


*Bug plak (Osamu memukul Tezuka)


"M-maksudku mereka sedang berantem"


"Berantem? Apa itu benar, Osamu?"


"Bukannya berantem sih. Rumi cuma bersikap seolah tidak peduli kepada ku"


"Kenapa kau tidak meminta maaf saja?"


"Masalah nya aku tidak tahu apa yang sudah ku perbuat sehingga membuat Rumi marah"


"Dasar cowok"


"Berisik!"


"Untuk sekarang, tanyakan saja pada nya. Dia marah padamu atau tidak?"


"Baiklah"


Osamu mendekati Rumi yang sedang duduk di kursinya


"Emm...Rumi?"


"Iya?"


"Apa kau sedang marah padaku?"


"Tidak kok, kenapa kau berpikir seperti itu?" Rumi tersenyum sambil mengepalkan tangannya


"Kelihatannya kau memang marah padaku"


"Kalau begitu, aku pergi dulu ya? Aku harus rapat OSIS" Rumi beranjak pergi


"T-tung-"


Rumi pun pergi meninggalkan Osamu.


Tezuka dan Totsuka mendekati Osamu


"Ah kacau. Apa yang sebenarnya kau lakukan, Osamu?" Ujar Tezuka


"Mana aku tahu!"


"Emm... Mungkin ketua marah karena..."


"Apakah itu benar, Totsuka?"


"Yah, karena. Kalau aku jadi ketua, aku juga akan marah"


Osamu langsung berlari ke atap, karena dia tahu kalau Rumi ada disana


Osamu sampai diatap, dan benar ada Rumi disana


"Rumi?"


Rumi hanya diam saja


"Rumi, mungkinkah kau marah karena..."


Sewaktu Osamu mengantarkan Mizutani pulang, mereka mampir ke restoran sebentar untuk makan, secara kebetulan Rumi melihat Osamu dan Mizutani sedang makan berduaan. Rumi menyimpulkan kalau Osamu sedang kencan, karena Rumi itu menyukai Osamu. Rumi memutuskan untuk menjauh dari Osamu untuk beberapa waktu


"Jadi benar karena itu ya?"


"(Mungkin ini waktu yang tepat untuk menyampaikan perasaan ku)"


"(Sudah terlalu lama aku menahannya)"


"Rumi, aku ingin mengatakan sesuatu"


"Maaf yah, aku lupa kalau masih ada pekerjaan di ruang OSIS. Sampai jumpa"


Ketika Rumi mau pergi, Osamu menarik tangannya


"Tunggu dulu"


"Aku kan sudah bilang ingin mengatakan sesuatu"


"Kau ingin mengatakan apa!?" Rumi mulai menangis


"Eh?"


"Apa kau ingin mengatakan Tolong jangan terlalu dekat dengan ku, sekarang aku sudah mempunyai pacar Begitu!?"


"Bukan itu!"


"Aku..."


"Atau kau ingin berhenti berhubungan dengan ku!?"


"Mana mungkinlah! Lagian kau yang mencoba berhenti berhubungan dengan ku"


"Terus!? Apa yang ingin kau katakan padaku!?"


"Aku..."


"Cepat katakan padaku-!"


Osamu langsung mendekap tubuh Rumi


"Aku menyukai mu"


"Eh?"


"Aku menyukaimu maukah kau menjadi pacark- tidak maksudku. Tolong jadilah pacarku, Rumi"


Rumi menangis di pelukan Osamu


"Maafkan aku karena membentakmu"


"Tidak, aku juga tadi membentakmu. Maafkan aku"


"Iya"


Tiba-tiba wajah mereka berdua memerah karena secara tidak sadar, mereka sedang berpelukan. Mereka pun melepaskan nya


"J-jadi bagaimana dengan tawaranku tadi?"


"Ya, aku mau kok" Rumi tersenyum


Sejak saat itu, mereka pun resmi pacaran


Osamu tidak menghadiri kegiatan klub game untuk pulang sekolah bersama dengan Rumi


Osamu sedang berjalan berduaan dengan Rumi. Osamu mengajak Rumi untuk kencan


"Rumi, karena besok hari Minggu. bagaimana kalau besok kita jalan?"


"Baiklah, aku menunggu di stasiun Akihabara. Kau harus datang pukul 09:00"


"Oke"


Dirumah...


"Osamu, bagaimana dengan ketua?"


"Tenang saja aku sudah menyelesaikan nya" Osamu berseringai


"Kenapa wajahmu itu? Menjijikkan"


"Berisik!"


"Kau kenapa abang? Sepertinya kau sedang senang?"


"Tidak ada apa-apa. Aku akan akan langsung tidur"


"Tumben banget, baru aja pukul 20:00"


"Terserah aku, itu bukan urusanmu, Totsuka"


"Kau lebih aneh dan lebih menjijikkan dari yang biasanya, Osamu"


Dikamar Osamu...


"Aku akan menyetel alarm agar tidak kesiangan"


Osamu pun menyetel alarm nya


"Baiklah, sekarang waktunya tidur"


Karena Osamu sangat senang tentang kencan pertama nya itu, Osamu tidak tidur semalaman


"Aku tidak bisa tidur sama sekali"


"Sialan. Aku terlalu senang sampai-sampai tidak bisa tidur"


"Sekarang baru jam berapa ya?"


Osamu melihat kearah jam. Jam menunjukkan pukul 07:00


"Sebaiknya aku mandi dulu"


Osamu pergi ke kamar mandi. Tidak diduga, saat Osamu membuka pintu kamar mandi. Ia terkejut melihat Totsuka yang hanya memakai handuk. Begitu pun juga Totsuka, dia langsung melempari Osamu. Karena mendengar keributan, Yui langsung turun


"Ada apa, Totsuka-nee?"


"Eh? Apa yang kalian berdua lakukan di pagi buta ini?"


"Osamu mengintip ku mandi"


"Apa?"


"Tidak, tidak. Aku tidak mengintip. Lagian ini salahmu, kenapa kau tidak mengunci pintunya?"


"Karena kukira kau tidak akan bangun jam segini, jadi aku tidak mengunci nya"


"Itu bukan sebuah alasan!"


"Itu benar juga. Abang, kenapa kau bangun pagi sekali? Ini kan hari minggu? Tunggu, apa kau tidak tidur, abang?"


"Tidak, aku tidur kok. Kau jangan khawatir Yui. omong-omong Yui, sepertinya kau sudah agak tinggian sekarang"


"Abang?"


"Ada apa Yui?"


"Itu kulkas, aku disini"


"A-aku tahu kok, aku cuma ingin melihat kulkas saja, hehe"


Osamu pun mandi dan bersiap-siap untuk berangkat walau baru pukul 08:00


"Kau mau kemana Osamu?"


"Aku akan pergi sebentar, tolong jaga Yui yah?"


"Em...Yah"


"Aku pergi dulu"


"Iya, hati-hati di jalan"


"Tunggu apa aku bilang Hati-hati dijalan ?"


Di stasiun Akihabara, Osamu menunggu Rumi


"Sepertinya aku kecepetan"


Osamu melihat jam. Jam menunjukkan pukul 08:30


Tidak lama kemudian, Rumi datang


"Osamuu" Rumi memanggil Osamu dari kejauhan. Rumi pun mendekat


"Aku terkejut kau sudah datang. Padahal ini baru pukul 08:30"


"Kau juga, Rumi"


"Aku tidak ingin terlambat, hehe"


"Kalau begitu, kita sama"


"Sepertinya ini baru yang pertama kalinya bagi kita"


"Y-ya kau benar, aku sangat gugup"


"Baiklah, ayo. Aku sudah membuat jadwalnya"


"Sepertinya kau sangat memikirkan tentang kencan kita"


"Tentu saja, soalnya ini waktu yang berharga"


"Aku senang kau menganggap nya berharga"


Osamu dan Rumi pun memulai kencan mereka