
Tidak lama kemudian ada suara laki-laki dari handphone Yui
"Cepat masukan mereka kedalam mobil"
"Lepaskan mereka! Siapa kalian!?"
Telepon pun ditutup
Osamu memukul meja
"Sial! Siapa sebenarnya mereka!?"
"Mungkin mereka organisasi yang dirumorkan itu"
"Kau mungkin benar ketua" Jawab Hajime
"Apa yang harus kulakukan?! Sial!"
"Kita telepon polisi saja" Usul Matsukawa
"Tidak! kalau kita menelepon polisi mungkin saja nanti mereka bisa disakiti" Kata Osamu
"Terus kita harus gimana?"
"Aku akan kesana sendirian"
"Tidak boleh! itu terlalu berbahaya!" Tolak Nagisa
"Tidak ada pilihan lain"
"Apa boleh buat" Matsukawa beranjak dari kursi
"Kalau begitu aku ikut dengan mu Osamu" Lanjut Matsukawa
"Tidak aku pergi sendiri saja, aku tidak ingin merepotkan"
"Ayolah, kita ini kan teman, kau jangan sungkan kepada ku"
"Teman?" Osamu melihat mereka bertiga
"Baiklah, terimakasih bantuannya"
"Tapi kita harus gimana? Kita kan cuma murid SMA" Tanya Hajime
"Tunggu dulu aku mau lihat Poto apa yang dikirim kan Tezuka padaku"
Osamu mengecek hpnya untuk melihat Poto yang dikirimkan Tezuka kepadanya.
Ternyata Tezuka mengirimkan Poto mobil si penculik
"Oh aku mengerti, Tamashi-chan? Kau masih terhubung?"
"Iya Osamu-Senpai"
"Bagus, aku akan mengirimkan poto mobil, kau mengerti kan?"
"Iya!"
"Aku akan meretas ponsel adikku dulu"
"Ketemu!"
Mereka pun bersiap siap untuk pergi
"Senpai aku akan mengirimkan posisi mereka"
"Iya! kau hubungi aku langsung ke hpku"
"Baiklah! Aku akan mengirimkan drone untuk memonitor mu, aku juga akan mengirimkan gambar monitor ke laptop yang disana"
"Kau sangat membantu, terimakasih"
mereka bertiga pun pergi ke kordinat yang dikirim kan Tamashi
Beralih Ketempat Gudang terbengkalai yang dipakai penculik untuk menyekap Yui, Yuki, Rikka, Kazuki, Totsuka dan Tezuka.
"Oi lepaskan kami" Berontak Tezuka
Salah satu penculik memukul Tezuka
"Diam kau bocah"
"Tezuka-kun, kau tidak apa-apa?" Tanya Totsuka
Tidak lama kemudian Bos dari kelompok penculik tersebut datang
"Bos akhirnya kau datang, kami sudah menangkap beberapa mangsa"
"Bagus" Kata si Bos penculik
"Tunggu dulu, kenapa kalian menculik anak laki-laki juga!"
"M-maaf bos, Soalnya mereka ada di TKP"
"Yah tidak apa, kita masih bisa menjual organ mereka"
"Aku takut, Totsuka-nee" Yui sambil memeluk Totsuka
"Tenang saja kalian tidak akan disakiti, jika kalian tidak melawan" Ucap si bos
Si bos penculik melihat-lihat ke arah Totsuka
"Sepertinya kau boleh juga"
"Oi kau melihat kemana sialan!"
"Sudah kubilang diam kau bocah!" Tezuka dipukul lagi oleh si bos
"Tidak hentikan!" Totsuka menghentikan mereka
"Kalau kau ingin aku berhenti, bermain lah dengan ku"
"Apa maksudmu?"
"Kau pasti mengerti kan?"
"Dasar brengsek!"
Tezuka di pukul kembali
"Nah bagaimana? apa kau ingin melihat nya terbunuh?"
"Baiklah"
Totsuka perlahan membuka seragam nya
"Tidak Totsuka-chan! Jangan dengarkan Om-om cabul itu"
"Seperti nya kau ini memang ingin mati"
Si bos mendekati Tezuka
"Baiklah aku sendiri yang akan membunuhmu"
"Coba saja kalau berani" Tezuka menantang si bos
Si bos mengeluarkan pisau
"Tidak, tunggu apa yang kau lakukan?"
Waktu si bos mau menusuk Tezuka, tiba-tiba Osamu datang mendobrak pintu
*Gbrak
"Apa yang kau lakukan pada teman-teman ku?" Osamu marah
"Bagaimana kau bisa masuk? diluar kan ada penjaga!"
"Entahlah, mungkin sedang tidur" Osamu menunjukkan sisi gelapnya
Para penjaga diluar sudah dilumpuhkan oleh Osamu, Matsukawa dan Hajime
"Hebat juga kau bocah" Si bos memuji Osamu
Waktu Osamu melihat keadaan Totsuka yang bajunya hampir terbuka,Osamu langsung Menerjang si bos, namun berhasil dihadang oleh penjaga didalam.
(Penculik yang ada ada di dalam gudang berjumlah 5 orang termasuk di bos)
"Minggir!"
"Tidak semudah itu, nak"
Osamu langsung menyerang orang yang menghadang nya dan berhasil melumpuhkan nya. Tidak lama kemudian Matsukawa dan Hajimemuncul dari belakang kedua penjaga yang sedang menjaga Tezuka dan yang lain dan juga berhasil melumpuhkan nya
"Kalian kenapa ada disini?" Tanya Tezuka
"Oi Siapa kalian!?" Tanya si bos
"Sekarang kau tidak bisa kabur brengsek" Ancam Osamu dengan wajah penuh amarah
Si bos pun tertawa
"Apa yang kau tertawa kan?"
"Lihat saja belakangmu"
Tiba-tiba ada seorang pria dengan tubuh yang besar di belakang Osamu dan dia pun menangkap Osamu
"Apa yang...."
"Abangg!!"
"Osamuu!!"
Semua berteriak karena Osamu telah ditangkap dan di jadikan sandera
Beralih Ke ruang klub
Nagisa melihat semua kejadian melalui laptopnya
"Aku yakin kalian pasti selamat" Kata Nagisa optimis
Kembali lagi ke tempat Osamu
"Matsukawa, Hajime 'Ekor' " Osamu memberikan kode untuk menjalankan rencana B pada Matsukawa dan Hajime.
Mereka langsung membawa Totsuka dan yang lain keluar dari sana
"Oi kalian anak buah gak berguna, cepat bangun dan kejar mereka!"
Para penjahat yang tidak sadarkan diri tadi langsung bangkit
Tamashi melihat melalui drone, Osamu memberikan kode untuk melakukan rencana B yaitu jika Osamu tertangkap, Matsukawa dan Hajime akan membawa Yang lainnya melarikan diri dan Osamu menahan para penjahat dan mengancam mereka.
Osamu tertawa
"Ya teruslah tertawa seperti itu sebelum kau mati, karena akulah yang menang disini"
"Apa maksudmu? justru aku lah yang menang"
"hah?"
Tidak lama kemudian drone langsung masuk ke gudang lewat jendela
"Tindakan mu sudah terekam drone itu, jika kau melakukan sesuatu pada ku, rekanku akan langsung mengirimkan Vidio itu ke polisi dan wajah kalian terlihat jelas di kamera, kalian tidak bisa kemana-mana dengan bebas ketika wajah kalian sudah terpampang di berita"
"Apa?"
"Sekarang siapa yang terpojok?"
Salah satu penjahat tiba-tiba melemparkan batu ke arah drone dan drone pun hancur
"Haha, sekarang kau kehilangan rekaman itu"
"Oh maaf aku lupa memberitahu, rekaman yang ada di drone sudah di salin oleh rekanku dan karena kalian menghancurkan dronenya, rekanku pasti cemas padaku dan akan mengirimkan rekaman yang ada di drone ke polisi"
"Dasar kau bocah sialan!"
Beralih ke Matsukawa dan yang lainnya yang sedang dikejar kedua penjahat
"Berhenti kalian bocah!" Teriak salah satu penjahat
"Cepat mereka dibelakang kita!"
"Ngomong sih mudah tapi aku itu seorang perempuan" Oceh Totsuka
"Bukan karena kau perempuan, tapi kau memang lambat. Lihat Yui!"
Yui ternyata ahli dalam berlari
"Buset cepet amat" Totsuka terkejut
Tapi Karena para penjahat lebih cepat, akhirnya Yuki tertangkap karena paling belakang
"Tidak!" Teriak Yuki
Mereka pun berhenti
"Lepaskan dia!"
"Mana mungkin aku melepaskan"
"Sekarang kalian ikut....."
Tiba-tiba ada seorang laki-laki memukul salah satu penjahat dari belakang
"Oi apa yang kalian lakukan pada gadis itu!?"
"Siapa kau!?"
"Jangan menjawab pertanyaan ku dengan pertanyaan"
"Kau masih bocah udah sombong begitu, mau ku kasih pelajaran!?"
"Haa? kasih pelajaran?"
Tidak lama kemudian muncul segerombol anak SMA dari belakang laki-laki tersebut
"Oi apa-apaan ini?"
Para penjahat pun berhasil dilumpuhkan
"T-terima kasih"
"Sama-sama. Apa yang kalian lakukan disini?"
"Kami melarikan diri dari para penculik dan teman kami sedang menahan mereka disana" Penjelasan Hajime
Laki-laki tersebut melihat kearah Yui.
Dia pun mendekati Yui. Totsuka menghadangnya
"Apa yang mau kau lakukan?"
"Jangan salah paham, hanya saja aku seperti pernah melihat nya"
"Yui? kau mengenalnya?" tanya Totsuka
"Yui? Tunggu dulu, nama keluarga mu Suu bukan?" Tanya si laki-laki tersebut
"Y-ya itu benar" jawab Yui
"Kau itu adiknya Osamu?" Tanya si laki-laki Tersebut
"I-iya"
Tidak lama kemudian ada seseorang perempuan ikut nimbrung
"Osamu? Maksudmu Osamu yang itu, Takeshi-san?" Tanya seorang perempuan yang ikut nimbrung
"Iya Osamu yang itu"
"Apa kau lupa dengan ku Yui-chan?"
Yui melihat lebih teliti wajah si laki-laki tersebut
"T-takeshi-san?"
"Iya! Aku Takeshi"
"Apa maksud kalian dengan 'Osamu yang itu?' "
"Tidak ada waktu untuk itu. Teman yang kalian maksud tadi Osamu kan?"
"Iya, kenapa kau tahu?" Tanya Hajime
"Tentu saja aku tahu, karena itu memang sifat Osamu. Sekarang beritahu aku dimana Osamu berada"
Beralih ke Osamu yang sedang di pukuli oleh si bos
"Gara-gara kau rencana ku berantakan dasar bocah sialan" Osamu dipukuli
"Baiklah, sebelum polisi datang kesini aku akan membunuhmu terlebih dahulu" Kata si bos sambil mengeluarkan pisau