
Osamu,Yui dan Totsuka sedang pergi ke sekolah dengan menaiki kereta dan berhenti di stasiun Akihabara lalu melanjutkan dengan berjalan kaki. Saat mereka sedang berjalan, mereka bertemu dengan Tezuka
"Osamu!" Tezuka melambaikan tangannya dari sebrang jalan
"Oh, Tezuka?"
Tezuka mendekati Osamuu
"Kau sudah keluar dari rumah sakit, Osamu?" Tanya Tezuka
"Iya, aku baru keluar kemarin" Saut Osamu
"Pagi, Tezuka-kun" Tegur Totsuka
"Pagi, Tezuka-kan" Tegur Yui
"Oh, Pagi Yui-chan, Totsuka-chan" Balas Tezuka
"Karena sudah terlanjur bertemu, bagaimana kalau kita pergi sekolah bersama?" Usul Tezuka
"Ya, kau benar. Ayo"
Mereka pun pergi ke sekolah bersama
Didepan gerbang sekolah....
Osamu dan yang lain bertemu dengan Rumi
"Osamu?" Tegur Rumi
"Rumi, pagi" Balas Osamu
"Pagi juga"
Rumi melihat Osamu, Tezuka, Totsuka dan Yui
"Pagi, semuanya"
"Pagi, ketua" Balas Totsuka
"Pagi" Balas Yui
"Yo, ketua, selamat pagi" Balas Tezuka
Rumi melihat jam
"Oh, maaf. Aku harus segera pergi, ada rapat OSIS sekarang. Aku duluan ya" Rumi masuk ke dalam gerbang
"Sepertinya ketua sedang sibuk" Ujar Totsuka
"Ya, kau benar" Osamu mengiyakan
Dikelas...
Osamu, Tezuka dan Totsuka masuk ke dalam kelas. Dari dalam ada Matsukawa yang memanggil Osamu
"Osamu! kau sudah baikan?"
"Ya, seperti yang kau lihat"
"Syukurlah"
Osamu penasaran kenapa seisi kelas sangat ribut
"Matsukawa? Ada apa ini? Sepertinya mereka sedang membicarakan sesuatu" Tanya Osamu
"Apa kau tidak tau?"
"tau apa?"
"2 Minggu lagi kita akan mengadakan festival sekolah"
"Festival sekolah?(Aku benci festival sekolah. Saat festival sekolah, semua orang selalu ribut dan ramai, tidak menyenangkan sama sekali)"
"Eh? Kau kenapa Osamu?"
"Tidak ada. Aku hanya memikirkan betapa merepotkannya Festival sekolah"
"Osamu banget" Sindir Totsuka
"Apa maksudmu aku banget?"
"Oh iya Osamu, kau mau berpartisipasi dalam festival sekolah gak?"
"Gak ah, merepotkan"
"Osamu banget" Sindir Totsuka
"Sudah kubilang, apa maksudmu aku banget?"
Tidak lama kemudian guru pun datang dan memulai pelajaran
Jam istirahat....
Osamu beranjak dari kursinya dan pergi ke kantin terlebih dahulu sebelum ke atap.
Di atap, Osamu melihat Rumi sedang frustasi
"Rumi? Kau kenapa"
"Osamu~"
Rumi frustasi karena ditunjuk untuk bertanggung jawab atas kegiatan yang harus dilakukan kelas 3-D saat festival sekolah
"Oh, jadi begitu ya?"
"Aku harus gimana?"
"Bagaimana kalau kau tananyakan saja pada semua murid kelas D?" Usul Osamu
"Kau benar juga"
Setelah pelajaran selesai, semua murid dikumpulkan di kelas dan duduk di kursinya masing-masing
"Tunggu, kenapa aku harus menemani mu berbicara?" Eluh Osamu
"Sudah, jangan mengeluh. Kau kan yang sudah mengusulkan ini?"
"Ya, itu benar tapi..."
"Sudah, kau diam saja Osamu"
"Baiklah, semuanya! Kalian pasti sudah tahu kalau 2 Minggu lagi sekolah kita akan mengadakan festival sekolah. Dan kelas kita akan berpartisipasi di festival ini, Karena itu aku ingin meminta pendapat kalian, tentang kegiatan apa yang akan kelas kita lakukan"
"Bagaimana kalau panggung drama?" Usul salah satu siswa
"Tidak, tidak, maid kafe saja"
"Rumah hantu, kayaknya seru"
"Rumah makanan manis"
"Ruang seni"
"Kedai kopi"
"(Kayaknya itu bagus)" Gumam Osamu
kelas pun makin ramai karena para murid berdebat
"Kita harus gimana nih Osamu?"
"Aku tahu"
"Baiklah, aku serahkan padamu..."
"Eh? serahkan padaku? tunggu-"
".... Perhatian!"
Semua murid langsung terdiam
"Asistenku akan memberikan penjelasan supaya kita bisa memilih kegiatan dengan adil"
"Asisten? sekarang dia dimana?"
"Kalian sedang melihat nya"
Semua murid melihat kearah Osamu
"Ehhhh!?" Semua murid terkejut
"Tunggu ketua, maksud mu Osamu?" Tanya Tezuka
"Iya"
"Eh? T-tunggu Rumi. Kau tahu kan aku kesulitan berkomunikasi?"
"Ketua, apa maksudnya ini?"
"Bagaimana bisa orang seperti dia menjadi asisten mu?!"
"Kau serius mempercayakan nya kepada anak itu?"
"Anggap saja ini sebagai langkah awal untuk melatih kemampuan komunikasi mu, Osamu" Rumi berbisik
"Langkah awal darimana nya?"
"Kalau begitu, aku akan keruang OSIS dulu untuk rapat"
"T-tung-"
Rumi meninggalkan kelas
"(Aku harus gimana?)" Osamu gugup di tambah semua murid menatap nya yang berarti dia menjadi pusat perhatian
"(Sial)"
"Woi asisten, cepatlah bicara"
"Iya! jangan membuat kami menunggu"
"Habis ini aku mau pergi karaoke, jadi cepetan"
"Apa yang sebenarnya di pikirkan ketua? sampai-sampai orang seperti dia dijadikan asistennya"
"Benar! Padahal ada Iori-san yang bisa diandalkan"
Iori adalah wakil ketua
"(Itu benar. Kenapa harus aku? padahal aku tidak bisa diandalkan)" Osamu menunduk
Karena hal itu, Totsuka kesal dan menggebrak meja
*Brak
"Apa hak kalian mengkritik Osamu!?"
Seisi kelas seketika Terdiam
"Kalian tidak tau apa-apa tentang Osamu!"
"Totsuka-chan?" Tezuka tercengang
Tezuka pun ikut berdiri
"Itu benar! Osamu itu bisa diandalkan!"
"(Totsuka...Tezuka..)"
Matsukawa dan Hajime pun ikut Membela Osamu
"Kalian tidak tau saja tentang Osamu" Ujar Matsukawa
"Iya! Itu benar, Osamu adalah orang yang baik dan bisa diandalkan" Lanjut Hajime
"Osamu, kau pasti bisa" Tezuka menyemangati Osamu
"(Semuanya....)"
Osamu mulai percaya diri
"(Baiklah, aku tidak boleh mundur. Rumi sudah mempercayakan ini kepada ku, aku tidak boleh mengecewakan nya)"
*Hyuuuuh (Osamu menghela nafas)
"Baiklah, semuanya tuliskan pendapat kalian di papan tulis"
"hah? Kita kan cuma bisa melakukan 3 kegiatan"
"Sudah, tulis saja!"
Semua murid menuliskan pendapat mereka di papan tulis dan hasil sementara nya adalah:
Rumah hantu 5 suara
Ruang seni 2 suara
Kedai kopi 4 suara
Panggung drama 5 suara
Musikal 4 suara
Rumah makanan manis 3 suara
Cafe maid 7 suara
"(Tunggu, kenapa banyak cafe maid? Biarlah)"
"Terus kita harus gimana?" Tanya salah satu murid
"Kita akan memilih ke-3 besar"
Rumah makanan manis dan kedai kopi di coret. Hasilnya adalah:
Rumah hantu
Panggung drama
Cafe maid
Semua murid pun setuju dengan Osamu
Rumi kembali dari rapatnya
"Bagaimana, Osamu?"
"Rum- Ketua, kelas kita memutuskan untuk kegiatan Rumah hantu, panggung drama, dan Cafe maid"
"Panggung drama?"
"Iya, memangnya ada masalah?"
"Katanya kelas A dan B juga akan menampilkan panggung drama"
"Ehh? terus kita harus gimana?"
"Tenang aja masih ada slot 1 kelas lagi"
"Syukurlah" Osamu mengelus dada
Rumi berbicara dengan semua murid kelas D
"Jadi gimana? Kinerja Osamu?"
"y-ya tidak buruk"
"Ya itu benar"
"Baguslah kalau begitu"
"Hebat lah Osamu" Ujar Tezuka
"T-tidak kau berlebihan" Osamu tersipu
"Y-ya, kau tidak buruk Osamu" Lanjut Totsuka
"Terimakasih" Osamu tersenyum
Rapat kelas pun berakhir. Rumi memutuskan untuk mendekor kelasnya besok
Osamu, Yui, Totsuka dan Tezuka sedang berjalan pulang
"Osamu, tidak kukira kau mampu melakukan nya tadi" Ujar Tezuka
"Iya, kukira kau akan mengompol tadi" Lanjut Totsuka
"Mana mungkin lah!" Bantah Osamu
"Ya, jujur tadi aku sangat gugup, untungnya kalian percaya padaku. Terimakasih ya"
"Tenang saja, kita kan teman"
"K-kau harus mentraktirku untuk berterima kasih" Totsuka memalingkan wajahnya karena wajahnya memerah
"Baiklah, aku juga akan mentraktir mu Tezuka"
"Serius?"
"Tentu saja"
"(Sebenarnya apa yang mereka bicarakan? tambah lagi, aku seperti tidak ada disini)" Gerutu Yui
Mereka sampai di Akihabara. Karena untuk pulang kerumah, Osamu,Yui dan Totsuka harus menaiki kereta di stasiun Akihabara
Osamu melihat restoran yang pernah ia kunjungi saat bersama Rumi
"Kita makan disana aja yuk" Osamu menunjuk kearah restoran tersebut
Tidak lama kemudian Osamu bertemu dengan Rumi
"Osamu?"
"Rumi? Apa yang sedang kau lakukan?"
"Oh, aku mau makan malam tapi aku kehabisan bahan makanan, ya sudah aku mau makan di restoran aja"
"Kebetulan, aku juga mau kerestoran. K-kalau kau mau, k-kita makan bareng Yuk" Ajak Osamu dengan wajah yang memerah
"Aku tidak keberatan"
"E ehm, sepertinya kami hanya mengganggu"
"Eh? Totsuka-chan? Tezuka-kun? Yui-chan juga? Maaf aku tidak melihat kalian"
"Jangan pedulikan kami, kalian kencan dulu aja" Ejek Totsuka
Wajah Osamu dan Rumi memerah
"A-a-apa maksudmu, Totsuka-san?" Bantah Rumi
"K-kami tidak kencan" Bantah Osamu
"Hahaha, Wajah kalian memerah" Tezuka tertawa
"Abang, mungkinkah penyebab kau waktu itu senyum-senyum sendiri adalah karena sudah kencan dengan Ketua"
"T-tidak lah, lagian kami belum pernah kencan" Bantah Osamu
"(Tunggu, waktu itu aku belanja dengan Rumi, terus bermain game lalu makan malam, apa mungkin itu yang disebut kencan?)"
"(Tenang, tenang, tunggu. Mungkin Rumi menganggap itu...)"
Osamu melihat kearah Rumi dan wajah Rumi ternyata memerah
"(Aaaa... Gawat, wajah Rumi mulai memerah)"
"Oi apa kalian berdua baik-baik saja? Wajah kalian berdua memerah" Tanya Tezuka
"Y-ya kami baik-baik saja" Balas Rumi
"I-itu benar, ayo kita masuk, aku sudah lapar" Lanjut Osamu
"A-ayo semuanya"
Mereka berdua pun masuk dengan kondisi wajah yang memerah
"Mereka kenapa?" Tanya Tezuka
"Jangan tanya aku" Saut Totsuka
Mereka semua pun makan dan bersenang-senang sedangkan Osamu dan Rumi masih gugup