
Tiba-tiba ada yang menyerang Osamu dari belakang
"Tunggu, kenapa aku tidak bisa bergerak" Osamu panik
"Haha! kau sudah terjebak bocah"
Yang menyerang Osamu dari belakang adalah kapten tim Dragon's
Karena Osamu tidak bisa bergerak, dia diserang bertubi-tubi. Tapi untungnya Osamu berhasil melepaskan diri. Osamu terus menghindar, tapi. Karena dia melawan 5 orang sekaligus, sedikit demi sedikit Osamu mulai kelelahan. Pada akhirnya, Osamu tidak bisa lagi bergerak, ditambah HP dan MP nya terkuras
"Sungguh naif, kau pikir dengan trik seperti ini kami akan kalah?" Ucap pemimpin tim Dragon's
"Aku sudah tidak bisa bergerak lagi" Nafas Osamu terengah-engah
"Kau tidak bisa apa-apa lagi bocah. sebaiknya kau menyerah saja, sesudah kami mengeliminasi mu, teman-teman mu tidak bisa apa-apa"
Di bangku penonton.....
*Sepertinya itu memang mustahil untuk mereka
*Tentu saja itu mustahil, lawannya saja tim Dragon's, tim terkuat
"Osamu..."
"Tenang saja Totsuka-chan, Osamu pasti akan menang"
"Aku tidak khawatir kok"
"Totsuka-chan kau ini tipe tsundere yah. Imut banget"
*Plak (Totsuka memukul Tezuka)
Diruang 4....
"Oi, oi. Serius? Osamu mana mungkin menang" Kata Tomozaki
"Kau benar. Lawan Osamu-san tuh tim terkuat lho, apalagi dia kalah jumlah" Lanjut Tsukasa
"Tidak, Osamu-kun pasti menang"
"Kenapa kau seyakin itu Mizutani-chan?"
"Aku hanya yakin saja, Osamu-kun pasti menang"
Ke ruang 2....
"Ketua, Matsukawa. Kalian sudah siap?"
*Tentu saja
*Ya
Didalam game....
Osamu tersenyum
"Eh? Ada apa?"
"Pertandingan ini akan segera berakhir" Osamu tersenyum
"Ya, kau benar. Kau sudah tidak bisa apa-apa lagi bocah"
"Tidak"
"Eh?"
"Ketua, Matsukawa. Sekarang!"
Nagisa memperkuat pelindung sihir
"Hah? apa kau mau melakukan serangan bunuh diri dengan meledakan energi sihirmu disini? atau membasmi kami sekaligus dengan menenggelamkan kami dengan lautan api? Percuma! Kami masih memiliki alat penetral sihir. Kau tidak bisa menyerang kami dengan sihir" Oceh salah satu anggota Tim Dragon's
"Oh begitu kah?" Osamu berdiri
"Kalau begitu..."
"....Akan ku serang kalian secara fisik"
Tiba-tiba...
"Tekanan apa ini?"
Osamu seketika pulih dan mengeluarkan tekanan yang dahsyat. Osamu langsung menyerang orang yang mengoceh tadi dengan kedua pedangnya yang di selimuti sihir kegelapan yang sangat besar tapi berhasil ditahan
"Sudah kubilang, ini percuma. Selain penetral sihir, alat ini juga berguna sebagai jirah. Sekeras apapun kau menyerang, itu tidak akan berpengar-"
*Krak (Pertahanan orang itu retak)
"Mustahil!"
Semua orang yang menonton, terkejut
Dibangku penonton...
*Aku memang sudah tau bahwa julukan si kilat itu bukan omong kosong belaka, tapi. Ini jauh dari ekspektasi ku
*Dia tidak henti-hentinya membuat ku kagum. Hebat
"Itu baru Osamu!"
"Apa yang terjadi?" Totsuka terheran-heran
"Osamu sudah mengasah kemampuan ini untuk waktu yang lama, jadi aku yakin dia pasti menang"
"Hah? padahal di awal tadi kau sudah pesimis"
"Y-yah, aku lupa kalau Osamu mempunyai jurus andalan"
Diruang 4
"Tunggu, sebenarnya siapa Osamu itu?"
"Osamu-san seperti pemain profesional saja"
"BERHASIL!!" Mizutani tiba-tiba melompat kegirangan
"Mizutani-chan, kau kenapa?"
"Cie, cie. Sepertinya ada yang sangat senang disini"
"A-a-apa maksudmu Tsukasa-chan?"
"Kau menyukai laki-laki itu, Mizutani-chan?" Tsukasa dan Tomozaki mengejek Mizutani
"Sudah, sudah. Perhatikan lagi pertandingan nya. Sepertinya Tim itu akan menyusahkan" Kata Teman Mizutani yang lain
*B-baik
*B-baik
*B-baik
Kembali ke dalam game
1 orang tereliminasi
"Bagaimana bisa kau jadi sekuat ini dan juga HP dan MP mu langsung pulih"
"Apakah kau ingin tahu? Baiklah, karena sebentar lagi kau akan kalah. Aku akan memberitahukan nya padamu"
"Kau akan kalah dengan mulut besar mu itu bocah" Sang kapten pun menyerang Osamu. Tapi Osamu berhasil menghindar dengan mudah dengan kecepatan nya yang sekarang
"(Kecepatan nya berada di level yang berbeda. Sebenarnya siapa bocah ini?)"
Tiba-tiba muncul kabut yang tebal
"Tch, kabut ini menghalangi saja. Penyihir, singkirkan kabut-kabut ini"
"Baik bos"
Setelah kabut tersebut menghilang dengan sihir angin, tidak di duga kabut tersebut malah muncul kembali
"Apa-apaan ini? Apa yang sudah kau lakukan bocah"
"Percuma! Kabut ini adalah kabut penghisap"
"Apa!? kabut penghisap?"
"Kau pasti tau cara kerja kabut ini. Oi penyihir, apa kau tidak sadar kalau sihirmu melemah"
"D-dia benar. Bukan cuma serangan sihir saja yang melemah, MP ku juga terkuras"
*Ya, kau benar
*Kita harus gimana bos?
*Gawat MP ku hampir habis
"Menurut mu, kenapa aku membawa kalian ke hutan? Kenapa aku tidak melawan kalian, dan membuat aku babak belur?"
Osamu sembunyi dalam kabut
"...Alasan aku membawa kalian ke hutan adalah. Karena ini adalah Medan yang cocok untuk rencana ku..." Osamu melompat kesana kemari, memanfaatkan pohon untuk dijadikan pijakan
"...Dan alasan ku membiarkan kalian menghajar ku sampai babak belur adalah..." Osamu menyambar mereka satu persatu dengan kecepatan yang sangat tinggi
"...Untuk mengaktifkan jurus andalan ku"
"Apa!?"
"Aku mengkonversi kan serangan yang kuterima menjadi kekuatan, dan menggandakan nya berkali-kali lipat. Sekarang..." Osamu terus menyambar mereka satu persatu
"... Kekuatan, kecepatan, ketahanan dan jumlah HP dan MP ku telah digandakan 5 kali lipat"
"Dasar licik kau bocah! (Sial, HP dan MP kami makin melemah. Tunggu...)"
"Oi bocah, kau bilang kabut ini kabut penghisap kan? Tapi kenapa kekuatan mu tidak melemah?"
"Tidak, kau salah. Kekuatan ku juga ikut melemah karena kabut ini. Jika kalian ingin tahu, kesempatan bertahan kalian cuma 2 menit dan aku 4 menit. Dari sini kita tahu siapa yang akan menang"
"Baiklah bocah, aku akan mengikuti permainan mu. Siapa yang bertahan sampai akhir, dialah yang menang"
"Kisaran kan untuk menyerah saja. Jika kalian menyerah, tim kami tidak akan mendapatkan poin tambahan. Tapi, jika tidak. Kami akan mendapatkan poin yang besar"
"Baiklah, ayo kita mulai sekarang"
"(Sial, dia keras kepala sekali)" Gerutu Osamu
Osamu terpaksa harus melawan 3 dari mereka, karena si penyihir sudah tidak bisa apa-apa lagi. 3 dari mereka adalah tipe penyerang. Osamu beradu pedang dengan mereka bertiga, tapi Osamu tidak kesulitan sedikit pun walaupun melawan 3 orang tipe penyerang di dalam kabut
"(Sial! Gerakan nya lincah sekali)" Ke 3 orang tersebut dibuat kewalahan oleh Osamu
2 menit pertama
"(Aku harus mengakhiri semua ini)" Osamu menyambar si penyihir yang tidak bisa apa-apa. Disusul oleh si petarung ketiga dan kedua. Sekarang hanya menyisakan si pemimpin
"(Gawat! Jika aku tidak menghabisi nya sekarang....)"
"Kenapa kau terengah-engah begitu bocah?"
"Sudah kuduga, kau cuma menggertak. Kabut penghisap tidak secepat itu menghisap kehidupan. HP dan MP ku masih tersisa, walaupun sudah lewat 2 menit. Sedangkan kau...."
"Sepertinya aku sudah ketahuan ya?" Osamu hampir kehabisan kekuatan nya
"Kabut nya pun mulai menghilang sedikit demi sedikit. Ternyata benar kau kehabisan kekuatan. Sekarang habislah kau..."
Osamu pun tertusuk oleh pedang si pemimpin tim Dragon's. HP Osamu semakin menipis
"Aku akan langsung mengakhiri ini!"
Semua orang yang menonton mulai tegang
Sewaktu si pemimpin mau mencabut pedang yang tertancap di tubuh Osamu. Tiba-tiba Si pemimpin terkena jebakan mantra pengikat. Ternyata Matsukawa yang melakukan itu
"Yo!"
"Apa!?"
"Apa kau lupa, aku masih mempunyai anggota tim? Sekarang Matsukawa!"
Matsukawa melapalkan mantra sihir elemen petir lalu menyerang nya dengan kekuatan penuh. Akhirnya pertandingan dimenangkan oleh Tim SMA KANDA
Para penonton bersorak dan terpukau dengan Tim SMA KANDA khususnya pada Osamu. Setelah itu, pertandingan babak 1 bagian 2 dimulai. Yaitu, pertarungan antara Tim 3 vs Tim 4 yaitu tim Mizutani. Kurang lebih gambarannya:
Tim 1 vs Tim 2\= Tim 2 menang
3 vs 4 \= 4
5 vs 6 \= 5
7 vs 8 \= 8
9 vs 10 \= 10
Tim yang masuk babak 2:
Tim 2
4
5
8
10
Pertandingan:
Tim 2 vs Tim 10 \= Tim 2
4 vs 5 \= 4
Babak semifinal:
Tim 4 vs Tim 5 \= Tim 5
Babak final:
Tim 2 vs Tim 5 \= Tim 5
Sayangnya Tim Osamu kewalahan melawan Tim 5, dikarenakan 2 diantara mereka ada player kategori '100 KNIGHT' TOKYO. Masing-masing peringkat mereka adalah Peringkat 56 dan 57
Hasil pertandingan:
...Juara pertama...
...Tim 5...
Juara kedua
Tim 2
^^^Juara ketiga^^^
... Tim 4...
"Ah sial kita kalah" Matsukawa mengeluh
"Sudah, sudah. Setidaknya kita juara kedua"
"Ketua benar. Tidak mungkin kita mengalahkan Tim 5, mereka sekumpulan profesional"
Tidak lama kemudian muncullah Mizutani
"Mizutani-san, kau sendirian? kemana teman-temanmu?"
"Iya, soalnya tadi aku betah didalam, soalnya banyak game yang belum pernah kumainkan"
"Oh begitu ya. Mau kuantar? soalnya sekarang sudah malam"
"Tidak usah Osamu-kun, aku baik-baik saja kok"
"Kalau kau tidak mau aku tidak akan memaksa"
"Kalau begitu. Aku duluan ya, Semuanya?"
"Hati-hati dijalan"
"Iya" Mizutani pun pergi, tapi sepertinya Mizutani buta arah
"Anu... Mizutani-san, tunggu sebentar"
"Ada apa Osamu-kun?"
"kau bilang rumah mu di selatan SMA Kanda kan?"
"Iya itu benar"
"Tapi itu kan kearah Utara"
"Eh? B-benarkah?" Mizutani tersipu malu
"Totsuka, Yui. Kalian pulang duluan saja"
"Baiiik" Saut Yui
"Jangan melakukan hal yang aneh-aneh ya Osamu"
"Apa maksudmu?"
Yui dan Totsuka pun pulang duluan, begitu pun dengan yang lain
"Ayo, Mizutani-san"
"Eh? kemana?"
"Menurutmu kemana?"
"Baiklah"
Osamu pun pergi mengantarkan Mizutani kerumahnya