Lonely

Lonely
Past live



"Siap-siap menghadapi kematian kau bocah"


Tidak lama kemudian


*Pluk ada yang melemperkan batu pada si bos


"Siapa yang telah melempar batu padaku?"


"Oi paman apa kau tidak malu mengeroyok anak SMA?" Tiba-tiba Takeshi datang dari pintu belakang


"Siapa kau?!"


"(tunggu, suara itu...)"


"Yo Osamu! sepertinya kau sedang kesulitan?"


"(Takeshi?) yah seperti yang kau lihat, oh ya apa kau melihat-"


"Maksud mu teman-teman mu? tenang para penjahat yang mengejar temanmu sedang diikat, tinggal menunggu polisi saja, Oh ya mungkin polisi sudah mengamankan mereka tidak lama lagi mereka akan kemari"


"Terimakasih Takeshi"


"Sama-sama. Jadi...Apa kau juga butuh bantuan?"


"Menurut mu?" Osamu pun tersenyum


"Oi paman lepaskan dia"


"hah? lepaskan? menurut mu kenapa aku harus menuruti perkataan mu?"


"Kenapa ya? ee tunggu dulu, oh iya kalau kau tidak melepaskan mungkin...."


".....Kami akan membuat mu menyesal" Takeshi menunjukkan wajah sinisnya


Tanpa mereka sadari mereka sudah terkepung anak-anak SMA


"T-tunggu apa yang terjadi di sini? siapa kalian?!"


"Jangan membuatku mengulanginya untuk ketiga kalinya. Cepat lepaskan dia"


"Lepaskan dulu anak itu, dia tidak akan bisa melawan lagi dengan tubuh begitu"


"Baik bos!"


Osamu pun di lepaskan


"Baiklah, terimakasih sudah melepaskan teman kami, ayo semuanya, kita pergi"


"Oi tunggu dulu memangnya kenapa aku sampai melepaskan anak itu hah?"


"Emm... mungkin kalian takut"


"Heh, kau kira kami takut? Kami ini penjahat profe-"


"Ya-ya terserah kau"


"Dasar bocah kurang ajar"


Saat Osamu tergeletak Osamu ditarik oleh anak-anak SMA ke belakang dan dibelakang ada Yui, Mitsuki dan Takeda


"Abang!"


"Yui! kenapa kau kembali? bagaimana dengan yang lain"


Yui memeluk Osamu dengan erat


"Aku sangat mengkhawatirkanmu" Yui menangis


"Maaf kan aku ya..." Osamu menenangkan Yui


"Yang lain sedang menjaga penjahat yang sedang tidak sadarkan diri sambil menunggu polisi"


"Oh begitu ya"


"Yo Osamu"


"Mitsuki? Takeda juga?" Osamu terkejut


"Apa-apaan penampilan mu itu Osamu"


"Yah aku mengalami kesulitan dan juga apa-apaan penampilan mu itu, selalu keren dari dulu"


"Seperti nya tidak ada yang berubah" Takeda membantu Osamu berdiri


"Kenapa kalian tidak ikut bertarung bersama Takeshi?"


"Tanyakan itu pada dirimu sendiri" Jawab Takeda


"Yah aku akan mulai sekarang"


"Tunggu Abang! tubuh mu sudah babak belur begitu"


"Tenang saja jangan khawatir"


"Tapi kan-"


"Sudah kau diam saja disini"


"Ayo kita bantu Takeshi"


"Ya"


"Ya"


mereka bertiga pun ikut dalam pertarungan itu


"( Cowok yang cool dan tampan itu adalah Takeda, cewek yang enerjik itu adalah Mitsuki, meskipun dia cewe yang penampilannya itu cantik tapi dia itu pandai dalam berkelahi dan yang terakhir sekaligus sahabat terbaikku adalah Takeshi. Mereka bertiga adalah saudara, Takeshi kakak pertama lalu disusul Takeda dan sang adik Perempuan, Mitsuki)


Para penjagat semakin terpojok karena melawan anak-anak SMA yang jumlahnya lebih banyak


Selagi anak-anak SMA dan para penjahat sedang bertarung, si bos ternyata berhasil menyelelinap dan menangkap Yui untuk digunakan sebagai sandera


"BERHENTI KALIAN SEMUA!!"


Semuanya langsung berhenti dan melihat kearah Yui yang dijadikan sandera


"Kalau kalian ingin gadis ini hidup biarkan aku pergi dari sini dan bicara pada polisi kalau aku tidak ada hubungannya dengan ini dan-"


Osamu sudah kehilangan kendali atas emosinya


"Lepaskan dia dari tangan busukmu" Osamu melihat kearah sibos dengan tatapan mengancam


"Kalau kau ingin-"


"lepaskan dia" Osamu mendekatinya


"Mundur kalau tidak-"


"Osamu tenangkan diri mu" Takeshi mencoba menenangkan Osamu


"Lepaskan dia" Osamu semakin mendekat


"Aku tidak akan menggertak"


Si bos menggores tangan Yui dengan pisau, Yui menjerit kesakitan


"Sudah kubilang aku-"


Osamu langsung berlari dan langsung memukul si bos dan membuat si bos terjatuh. Yui langsung menjauh.


Osamu terus memukuli si bos tanpa ampun


"Osamu hentikan, dia bisa mati" Takeda berusaha menghentikan Osamu tapi Osamu menghiraukan nya


Saat ada kesempatan, si bos mengambil pisau yang disampingnya lalu menusukkan nya ke perut Osamu


"Kena kau bocah!"


"Abang!!" Yui berteriak histeris namun Osamu lagi-lagi tidak menghiraukan nya dan dengan santainya mencabut pisau itu dari perutnya lalu menusukkan nya kembali ke si bos


"Ini untuk teman-teman ku yang kau culik!


*Sleb tepat di bagian tangan


"Aaahhh!" si bos kesakitan


Osamu mencabut nya dan menusukkan nya lagi


"Ini untuk Totsuka-chan!"


*Sleb Ditangan yang satunya


"Aaahhh!"


Semua orang yang melihat itu terkejut terkecuali Takeshi, Takeda dan Mitsuki


lagi-lagi Osamu mencabut nya dan menusukkan nya kembali


"Ini...."


"Untuk Yui yang sudah kau sentuh dengan tangan kotormu!" Osamu menusuk telapak tangan kirinya


Tidak ada satupun yang berani menghentikan Osamu


Tidak lama kemudian teman-tenan Osamu yang lain dan polisi datang, mereka semua terkejut melihat Osamu yang sedang menusuk si bos dan sudah berlumuran darah


"I-itu Osamu kan?" Tezuka terkejut dengan Osamu


Tanpa Osamu sadari, dirinya hampir menghabisi nyawa seseorang lalu dia menunduk dan merenungkan nya. Osamu pikir Yui dan teman-temannya akan takut dan menjauhi Osamu seperti yang terjadi beberapa tahun lalu. Tapi ternyata....


Yui berlari ke arah Osamu dan memeluknya


"Maafkan aku Yui"


"Kenapa kau meminta maaf" Yui menangis


Polisi langsung mengamankan para penjahat dan memintai keterangan kepada Osamu. Tapi....


"(Eh? kenapa pandangan ku kabur? oh iya aku lupa)" Osamu melihat perutnya yang sudah mengeluarkan banyak darah


"(Kesadaran ku semakin pudar)" Osamu pun kehilangan kesadaran


Semua orang panik dan langsung membawa Osamu ke rumah sakit


Di rumah sakit....


Osamu perlahan membuka matanya


"Dimana ini?"


"Kau sudah sadar Osamu" Takeshi menanyakan keadaan Osamu


"Takeshi? semuanya? dimana ini?"


ketika membuka matanya Osamu melihat Takeshi, Takeda, Yui, Totsuka, Tezuka dan om dan Tante Osamu


Yui langsung memeluk Osamu


"Kau sudah berapa kali membuat ku khawatir!?"


"M-maaf"


"Miyu-san? Tomura-san?"


Mereka adalah om dan Tante Osamu


"Syukurlah kau sudah sadar, Osamu"


"Kenapa kalian bisa ada disini?"


"Totsuka-chan menghubungi kami kalau kau masuk rumah sakit" ujar Tomura-san"


Tidak lama kemudian yang lainnya masuk


"Kalau begitu kami pulang duluan ya"


"Eh? kalian mau langsung pulang?"


"Iya, soalnya om mu ada urusan kerja"


"Kalau begitu apa boleh buat, terimakasih karena sudah menyempatkan menjenguk ku"


"Iya, kami pergi dulu ya"


mereka pun keluar


"Osamu kau tidak apa-apa?" Tanya Tezuka khawatir


"Sudah jelas Osamu sedang tidak apa-apa" Ujar Totsuka


"Yah sekarang aku sudah tidak apa-apa"


"Oh begitu ya"


"Apa kau mengkhawatirkan ku Totsuka-chan?"


"A-pa maksud mu? A-aku sama sekali tidak mengkhawatirkan mu"


"Benarkah?"


"I-iya lah ngapain juga aku harus mengkhawatirkan mu"


"Ya-ya terserah kau"


"Sepertinya kau sedikit berbeda ya Osamu?"


"Tidak juga, aku tidak berbeda dengan yang dulu"


"Tidak, kau berbeda dari saat kita bertemu beberapa tahun lalu. Dulu di matamu penuh dengan kesepian dan kau jarang tersenyum, tapi sekarang sepertinya kau lebih sering tersenyum"


"Oh ya Osamu, dia ini siapa?"


"Oh maaf, perkenalkan dia adalah teman ku saat SMP yah walaupun kami tidak 1 sekolah"


"Eh?"


"Semuanya dimulai ketika...."


Flashback.... sekitar 6 tahun yang lalu saat Osamu kls 1 SMP


Osamu sedang berjalan di gang sepi yang selalu ia lalui ketika pergi ke sekolah, saat itu dia lihat ada 3 orang anak Kls 1 SMP sedang di keroyok oleh anak kls 3 SMP, karena saat itu mood Osamu sedang buruk, dia melampiaskan nya kepada anak kls 3 yang sedang mengeroyok anak kls 1 itu


"Oi apa yang kalian lakukan pada mereka?" Osamu mendekati mereka


ke tiga anak kls 1 itu melihat ke Osamu


(Ketiga anak kls 1 itu adalah Takeshi, Takeda dan Mitsuki)


"Ha? apa urusanmu? memangnya kau siapa?" ujar salah satu dari pembuli


Osamu langsung menerjang salah satu dari mereka


"jangan menanyakan pertanyaan padaku ketika aku bertanya"


"Apa masalahmu?" Satu pembuli lain mencoba memukul Osamu tapi Osamu berhasil menangkisnya


"Sudah kubilang jangan menanyakan pertanyaan padaku" Osamu melumpuhkan 2 orang pembuli


"Apa apaan dia ini"


Tapi tidak diduga salah satu pembuli tadi pura-pura terjatuh lalu memukul Osamu dari belakang menggunakan kayu untungnya Takeshi menahan kayu tersebut dengan tasnya dari situ lah mereka mulai bertarung bersama......