
Keributan semakin tak terkendali saat pihak korban menuntut tanggung jawab, di dalam dapur semua ceff saling menuduh dan menyalahkan satu sama lain hingga membuat suara gaduh.
"DIAM!!!"
Teriak Flora memecah keramaian."Semua diam! Ini masalah sangat serius, tidak seharusnya kalian saling menyalahkan. Setelah sekian tahun, baru kali ini kita masalah besar seperti ini. Aku yakin jika kalian tidak bersalah, pasti ada yang sengaja melakukan hal keji ini." seru Flora.
"Lalu kita harus bagaimana, Bu. Aku takut dipecat...." ucap salah satu ceff wanita yang paling muda diantara master ceff yang ada.
"Kita harus tenang, kita selidiki masalah ini secara jeli, aku yakin ada seseorang yang sengaja melakukannya."
Semua orang di dapur tersebut mengangguk mengerti, hingga beberapa anggota kepolisian datang dan mencari seorang tersangka yang mereka curigai adalah pimpinan ceff yaitu Flora.
"Ada yang bernama Flora?" tanya Polisi wanita yang terlihat sangat angkuh.
Semua orang menatap polisi.
"Saya, Flora." jawab Flora.
"Tolong ikut kami ke kantor, tolong patuh dan jangan melawan."
Flora tercengang, bagaimana bisa tiba-tiba tuduhan itu mengarah padanya, sedangkan dirinya tidak ikut menyajikan masakan beracun itu.
"Bagaimana bisa? Bagaimana bisa saya menjadi tersangka utama? Sedangkan saya tidak tahu menahu perihal masakan itu."
Flora mencoba membela diri, meskipun ia tahu hal itu sia-sia.
Polisi wanita itu tetap memborgol kedua tangan Flora dan langsung menyeret FLora keluar dari dapur.
Bobi yang melihat hal itu, langsung menelepon asisten Tomi untuk melaporkan kejadian tersebut.
"Apa?? Bagaimana ini bisa terjadi?" seru Hansel.
"Saya juga tidak tau, tapi sebaiknya kita ke ruang cctv, bukankah area dapur ada kamera tersembunyi."
"Perfeks!" Hansel mengacungkan jari telunjuknya bangga kepada Tomi." Kerjamu selalu memuaskan."
Hansel beranjak bersama asisten Tomi ke ruang cctv, Tomi kewalahan dalam menangani banyak hal dalam keluarga kaya tersebut, hingga membuatnya harus bekerja pintar dengan otaknya.
Saat sedang sibuk di ruang cctv bersama Tomi, Hansel tak sengaja melihat keributan yang terjadi di area dapur.
Sedangkan Flora yang tangannya telah diborgol terlihat pasrah saat polisi membawanya masuk ke dalam mobil.
Dengan segera mobil polisi pun melaju meninggalkan hotel.
Awalnya laju mobil masih normal, namun beberapa detik kemudian mobil yang membawa Flora melaju kencang.
"Hey, Pak. Bisakah anda pelankan mobilnya, kita bisa celaka." tegur Flora yang belum menyadari kejanggalan yang terjadi.
" Diamlah, Nona. Dia sudah berpengalaman dalam mengemudi." sahut polisi wanita yang yang duduk tepat di samping Flora.
"T-tapi ini sangat berbahaya, eh-eh,,, kemana kalian akan membawaku?" Flora mulai panik setelah mobil yang membawanya berbeda arah menuju kantor polisi.
Ha... Ha .... Haaaaaa
Tawa menggema dari ketiga polisi itu, membuat Flora merinding.
"Oh Tuhan, selamatkan aku." batin Flora.
Hansel yang saat itu sedang menuju ke parkiran, iya berniat akan mengejar Flora. Namun, tiba-tiba ada beberapa anggota polisi berseragam lengkap datang menghampirinya.
"Maaf pak Hansel, sebaiknya anda tidak pergi dulu, saya ingin melakukan beberapa penyelidikan di hotel Anda."
"Maksud anda?" Hansel mengerutkan keningnya keningnya,"bukankah tadi sudah ada beberapa polisi yang datang kemari, lalu kenapa Anda ingin melakukan penyelidikan lagi?" tanya Hansel bingung.
"Polisi--?"
Tak hanya Hansel, polisi itu pun bingung ketika mendengar pernyataan Hansel, bahwa beberapa waktu lalu sudah ada beberapa anggota polisi yang datang.
"Maaf, sepertinya ada salah kami baru saja menerima laporan dan langsung menuju kemari."
"Oh, sia***!" umpat Hansel."apa jangan-jangan polisi yang tadi itu adalah polisi palsu?" ucap Hansel selanjutnya.
"Baiklah pak Anda silakan masuk dan bertemu dengan asisten saya, asisten Tomi saya akan mengejar beberapa polisi yang tadi membawa calon istri saya!" Lanjut Hansel namun polisi tersebut melarangnya untuk pergi sendiri.
"Maaf kami tidak bisa membiarkan Anda pergi sendiri tunggulah teman-teman saya sebentar lagi mereka akan datang dan menemani anda." cegah sang polisi.