
Hari telah menjelang sore, semua mahasiswa sudah banyak yang pulang dari kampus. Shota tidak pulang kemana pun karena tempat tinggalnya saat ini ada di asrama khusus mahasiswa.
Merasa bingung dengan Hoshiko yang masih tidak pulang, Shota pun menghampirinya dan bertanya, "Kenapa kamu tidak pulang?"
"Uhm, aku sedang menunggu kakakku!" ucap Hoshiko dengan datar.
"Benar-benar aneh! Rasanya aku pernah bertemu dengannya!" batin Shota yang masih bingung dengan sosok Hoshiko.
Saat Shota mengantarkan Hoshiko ke depan kampus, sebuah mobil hitam tiba-tiba saja muncul dan pintu tiba-tiba saja terbuka dan memperlihatkan sosok seorang pria tampan.
Semua mahasiswa yang melihatnya merasa kagum dan terpesona akan ketampanannya. Bukan hanya karena ketampanannya yang membuat dia menjadi pusat perhatian.
Karena jika itu dalam hal ketampanan, Shota juga terbilang tampan. Namun, karena pria tampan itu keluar dari sebuah mobil mewah, semua wanita kagum dan ingin mendapatkannya.
Ito Ryota berjalan dengan dingin, dia mengabaikan tentang apapun di sekitarnya. Saat dia akan membawa adiknya pulang, terlihat seorang pemuda yang sama sekali dia tidak kenali.
"Siapa dia?" tanya Ryota dengan dingin.
"Dia—" jawab Hoshiko bingung.
"Sudahlah! Terimakasih sudah menemani adikku disini!" ucap Ryota dengan lembut.
Menyadari bahwa saat ini tuan mudanya bersikap sopan terhadap seorang pemuda yang bersama nona mudanya.
Pria itu menelisik wajah dari Shota dengan cermat.
"Siapa dia? Kenapa dia tidak dibentak oleh tuan muda?" batin pria itu dengan bingung.
"Ah, sepertinya aku benar-benar tidak mengenalnya sama sekali! Tapi, ini aneh juga! Mungkin saat ini hati tuan muda sedang baik? Tapi aneh, padahal bulan lalu dia baru saja diancam oleh sahabatnya sendiri dan meminta saham yang begitu banyak!" lanjutnya yang terus bermonolog seorang diri.
Hoshiko dan Ryota pun telah masuk ke dalam mobil. Ryota tidak mengucapkan sepatah kata pun saat berada di sisi Hoshiko di dalam mobil.
"Padahal aku punya banyak kesempatan untuk mengobrol dengan Hoshiko! Tapi, kenapa aku tidak pernah bisa mengobrol dengannya? Hah!" teriak Ryota di dalam hatinya.
Sedangkan saat ini Hoshiko berpikiran sebaliknya, "Sepertinya Kakak benar-benar membenci ku! Dia sama sekali tidak pernah mengatakan hal apapun jika tidak perlu kepadaku!" batin Hoshiko yang merasa sedih akan kakaknya yang membenci dirinya.
Shota baru saja masuk ke dalam kamar asramanya. Dia dikejutkan dengan ketiga sosok teman sekamarnya yang menatap Shota dengan tajam.
"He? Ada apa?" tanya Shota kebingungan.
"Sebenarnya apa hubungan mu dengan dua gadis itu dan lagi mereka berdua adalah bunga kampus ini!" ucap Kojima dengan penasaran.
Setelahnya, Shota pun menceritakan tentang dirinya yang mendapatkan beasiswa dan sempat bertemu dengan Hinata meskipun dia tidak membahas bahwa dirinya pernah tidur di ranjang yang sama dengan Hinata Shinomiya.
Sedangkan dia tidak mencerminkan tentang Hoshiko dan membuat beberapa temannya kebingungan.
"Lalu, dengan Hoshiko kenapa kamu terlihat dekat dengannya?"
Saat mendapati pertanyaan seperti itu, Shota tiba-tiba saja kebingungan. Dia bahkan melihat bayang-bayang tentang mimpi yang pernah dia lalui sebelumnya.
********************
Dia pun akhirnya tiba di sebuah gedung kosong tak terpakai, mobil berhenti dan Ryota menggendong Hoshiko dengan air matanya yang menggenang di kelopak matanya sendiri.
"Sebaiknya aku menggunakan cara seperti ini daripada membiarkan Hoshiko berkeliaran di tengah malam!" gumam Ryota dan mulai masuk ke dalam gedung tersebut.
Saat dirinya masuk, tidak ada siapapun selain orang-orang kepercayaannya yang berjumlah lima orang di dalamnya.
Terlihatlah seorang pria yang masih mengenakan pakaian tahanan berada tepat di depan matanya, dia diikat dengan kuat sehingga membuat tahanan itu tidak dapat melarikan diri.
Di depan tahanan tersebut terlihat sebuah kasur yang cukup besar, Ryota menurunkan Hoshiko dari gendongannya ke atas kasur tersebut dan dirinya mulai pergi keluar bersamaan dengan pria-pria lainnya.
"Hei! Jika kalian memberiku gadis ini, lalu kenapa kalian tidak melepaskan ikatan ku?" teriak seorang tahanan itu dengan kesal.
Merasa sosok gadis di depannya sangat cantik dengan menggunakan pakaian tidur, tahanan pria itu mencoba untuk memaksakan dirinya untuk keluar dari ikatannya.
Dia mencoba dan terus mencoba untuk memaksa agar ikatannya menjadi longgar.
Namun, saat hari telah mencapai puncaknya. Di tengah malam dan berada tepat di sebuah gedung kosong dengan seorang gadis cantik yang kini mulai menguap. Sosok tahanan itu tersenyum kegirangan karena dia baru saja melepaskan ikatannya.
Dia mengusap lengannya karena merasa sakit sembari tersenyum dan bergumam, "Huh! Malam ini aku akan menikmati mu!"
Saat tahanan itu telah menyentuh kasur tersebut, Hoshiko telah bangun dan membuka matanya yang mulai bercahaya kemerahan.
Hoshiko menatap rendah ke arah sosok pria yang berada di depannya dengan dingin.
Saat pria tahanan itu baru saja akan menyentuh kaki Hoshiko, tiba-tiba saja sebuah tendangan mendarat tepat di wajah pria tahanan itu dengan sangat kuat.
Pria tahanan itu merasa kebingungan, dia mengusap wajahnya yang kini telah mengeluarkan darah.
"Hei, hei, hei! Bukankah mereka memberikan mu untuk ku sebagai makanan ku?" gumam pria itu dengan sedikit cemas.
Hoshiko turun dari kasurnya dan memegang sebuah samurai di tangannya, setelah menyiapkan kuda-kudanya, Hoshiko melesat dan menebas leher dari pria tahanan itu dengan kepalanya yang langsung terpotong.
Setelah selesai membunuh sosok pria tahanan itu, Hoshiko kembali ke atas kasurnya dan mulai terlelap hingga di pagi hari dirinya terkejut karena saat ini dia berada di atas kasurnya sendiri.
"Tunggu dulu! Bukankah biasanya aku akan bangun di sembarang tempat? Apa kali ini aku tidak membunuh seseorang?" batin Hoshiko merasa kebingungan.
Dia benar-benar tidak menyadari tentang kejadian semalam karena saat ini Ryota sedang tersenyum melihat sosok Hoshiko di layar monitornya yang terlihat berbeda dari hari-hari sebelumnya.
"Baiklah, terpaksa aku akan memberikan mu obat tidur setiap hari agar kamu tidak mengingat hal yang benar-benar menyeramkan itu!" batin Ryota dengan gembira.
Dia pun memanggil bawahannya untuk datang ke hadapannya, saat seorang pria menghampiri Ryota. Ryota tersenyum dan mengapresiasi ide luar biasa dari bawahannya itu.
"Kamu hebat! Hari ini dan seterusnya, lakukan lagi pengaturan ini! Aku suka! Gajimu akan ku naikkan beserta teman-temanmu!" ucap Ryota dengan tulus.
Pria di depannya itu membungkukkan dirinya dan berkata, "Tidak perlu kenaikan gaji! Aku akan memberikan kontribusi yang maksimal untuk membalas budimu! Tuan muda!" ucap pria itu dengan tegas.
Saat ini Shota baru saja bangun dari tidurnya. Sedangkan teman sekamarnya saat ini sedang melihat sebuah berita terkini.
"Seorang tahanan yang baru saja melarikan diri ditemukan di sungai yang tidak jauh dari penjara dengan kondisi yang mengenaskan.."