
"Kamu sudah menduduki kursinya!" ujar Shota dengan datar.
"Oh? Benarkah?" tanya Hinata dengan wajahnya yang terlihat kesal melihat Shota.
Ketiga teman sekamar Shota pun berteriak kegirangan di dalam hati mereka masing-masing, mereka tidak menyangka akan diri mereka yang duduk bersamaan dengan dua gadis cantik yang menjadi bunga kampus terbaru saat ini.
"Hei, kenapa Nona Shinomiya duduk di sini?" tanya salah seorang teman sekamar Shota yang bernama Ryuji.
"Aku tidak tahu! Tapi, kenapa rasanya kehadiran dari bunga kampus ini terasa menyeramkan?" jawab satu teman lainnya yang bernama Haruto.
Mendengar di sebelahnya sedang membicarakan dirinya. Hinata merasa risih dan langsung bertanya, "Apa yang kalian bicarakan?"
Tentunya, tatapan dingin dari Hinata memang terlihat sangat cantik. Namun, selain kecantikannya, dirinya juga tiba-tiba saja terlihat menjadi menyeramkan di mata teman sekamar Shota.
Hinata mengangkat gelasnya dan meneguk minuman yang ada di mejanya dengan rasa kesal, dia menghentakkan gelas minuman kalengnya ke meja dengan kuat hingga membuat ketiga pria selain Shota merasa terkejut.
"Hei, siapa namamu?" tanya Hinata yang melihat ke arah Hoshiko.
"Namaku? Hoshiko, salam kenal!" ucap Hoshiko dengan ramah.
Setelah mengetahui nama dari gadis di depannya, Hinata melirik tajam ke arah Shota dengan kesal, "Kamu benar-benar membuat ku kesal, Shota!" ucapnya yang membuat Shota kebingungan.
"Shota!" teriak ketiga teman Shota di dalam hatinya karena terkejut bahwa bunga kampus itu mengenal Shota.
Hinata pun selesai menghabiskan makanannya dengan cepat dan pergi kembali untuk menaruh makanannya kembali ke dalam kantin karena saat ini mereka berada di luar kantin.
"Shota! Kau mengenal Shinomiya Hinata? Hei, apa hubungan mu dengannya?" banyak pertanyaan terus bermunculan dari teman sekamar Shota yang membuat Shota kebingungan.
Hingga saat pertanyaan terakhir dilontarkan, Shota seketika itu terkejut dan malu saat mendengar, "Sejauh mana hubungan mu dengan Nona Shinomiya?"
Tiba-tiba saja, Shota kembali mengingat malam dimana dirinya bersama Hinata di apartemennya sendiri. Tubuh polos itu telah dilihat olehnya dengan jelas dan juga Shota telah merasakan sensasi lembut dari roti bakpao yang masih membekas di telapak tangannya itu.
"Itu—" gugup Shota yang membuat Hoshiko memperhatikan Shota.
Wajah Shota memerah, dia benar-benar malu untuk saat ini. Dia berusaha menghilangkan rasa malunya dengan cara berdehem sekilas.
"Ehem! Sebaiknya kita cepat selesaikan makan siangnya!" ucap Shota dengan tegas.
Saat makan siang selesai, Shota dan teman-temannya telah mengembalikan nampan dengan mangkuk makanan serta membuang sampah sesuai pada tempatnya karena di Jepang, semua orang sudah terbiasa memisahkan sampah organik, anorganik maupun makanan sisa.
Setelah selesai, mereka berniat kembali ke asramanya. Berbeda dengan Hoshiko yang tiba-tiba saja menarik pakaian Shota karena merasa bingung.
"Aku merasa pernah bertemu dengannya? Tapi, kapan?" batin Hoshiko kebingungan.
"Ehm, ada apa?" tanya Shota penasaran.
"Anu—" bingung Hoshiko dan membuat Shota pun memohon maaf kepada teman sekamarnya untuk pulang terlebih dahulu karena sepertinya dia akan mengambil beberapa waktu untuk mengobrol dengan Hoshiko.
Hoshiko pun mengajak Shota pergi dari sana ke tempat yang terlihat sepi. Meskipun begitu, mereka berdua duduk di sebuah taman dengan pemandangan di depan mata mereka berupa mahasiswa-mahasiswa yang mengikuti klub olahraga.
"Aku bingung mau mengatakan apa, entah kenapa rasanya aku mau duduk bersama mu? Apa kamu keberatan, Shota?" tanya Hoshiko dengan penuh harap.
"Aku sedang luang! Tenang saja, aku akan menemanimu!" ucap Shota dengan perasaan bahagia juga menyelimuti dirinya.
"Sebenarnya, aku juga bingung dengan perasaan aneh ini setelah bertemu dengan mu! Tapi, aku memang seharusnya belum pernah bertemu dengan mu, bukan?" batin Shota penasaran.
"Kagoshima? Hehe, aku tidak pernah pergi kemana pun! Aku selalu berada di Tokyo karena kesibukan orang tuaku serta aku tidak memiliki satu orang pun teman!" ucap Hoshiko yang membuat Shota sedikit terkejut.
"Sudah kuduga! Selama ini, aku hanya hidup di Kagoshima! Tidak mungkin orang itu adalah dia!" batin Shota yang mulai yakin akan pemikirannya yang salah.
"Lalu, apa kamu darimana?" tanya Hoshiko juga ikut penasaran.
"Ah, aku besar di Kagoshima dan ini adalah pertama kalinya aku berada di Tokyo!" ucap Shota dengan yakin.
"Sudah tentu itu bukan dia!" batin Hoshiko pun mulai yakin.
Karena acara mulai kembali normal, di depan gedung kampus sedang mengadakan perekrutan berbagai klub.
Contohnya saat ini Hoshiko dan Shota merupakan mahasiswa baru. Mereka berdua jalan bersama di tengah tempat ramai itu hingga membuat pandangan banyak orang tertuju pada pasangan tampan-cantik itu yang terlihat sangat serasi.
"Ah, mereka berdua benar-benar seperti pasangan yang sempurna!" ujar seorang gadis yang membuat seorang gadis lainnya mulai ikut melihat sosok pasangan yang sedang dibicarakan oleh orang-orang.
Menyadari bahwa itu adalah Hoshiko dan Shota, Hinata merasa kesal dan dirinya pun tiba-tiba saja mendorong Hoshiko dan berada di antara Hoshiko dan Shota yang ikut berjalan di sana.
"Hoshiko! Kamu mau masuk klub apa?" tanya Hinata dengan penasaran.
"Uhm, aku sepertinya tidak perlu!" jawab Hoshiko dengan gugup.
"Ah, kamu harus ikut klub untuk menikmati masa-masa kuliahmu! Bagaimana jika kita ikut klub yang sama?" ujar Hinata yang langsung mengajak Hoshiko berada satu klub dengannya.
"Uhm, klub apa? Aku tidak mengetahui apapun, maaf!" ucap Hoshiko yang mulai merasa bersalah.
"Sayang? Kamu masuk klub mana?" tanya Hinata kepada Shota yang membuat beberapa mahasiswa yang mendengarnya terkejut.
"Hah!? Sayang!? Ternyata dia adalah kekasih dari bunga kampus ini!" batin beberapa orang yang mirip-mirip.
Sedangkan Hoshiko yang mendengarnya tiba-tiba saja merasa kesal. Dia berpindah tempat ke samping Shota tanpa dia sadari.
"Lihat itu! Aku mau makan makanan itu!" ucap Hoshiko yang mulai menarik pakaian Shota.
Shota tiba-tiba saja bergerak tanpa dia sadari sama sekali. Dia menarik lengan Hoshiko dan membawa Hoshiko ke sebuah tenda dimana Hoshiko menginginkan sebuah makanan yang terjual disana.
"Perasaan apa sebenarnya ini?" batin Hinata yang menghentakkan kakinya dengan kuat ke tanah dengan kesal.
Setelah mereka bertiga membeli makanan yang berupa Anu, tiba-tiba saja beberapa pria besar menghampiri mereka.
"Shota! Bergabunglah dengan klub kami!" ucap Ryuji yang mengenakan kostum sumo.
Shota benar-benar terkejut melihat penampilan teman sekamarnya ini. Dia benar-benar tidak bisa menahan tawanya sama sekali karena Ryuji adalah seorang pemuda yang terlihat kurus dan saat ini mengenakan sebuah kostum sumo yang membuatnya menjadi terlihat cukup aneh.
"Huh! Apa yang kau lakukan dengan kostum itu? Apa kamu ikut klub sumo?" tanya Shota dengan penasaran.
"Ah, iya! Bagaimana? Bukankah aku sangat keren?" tanya Ryuji dengan sangat percaya diri.
Shota tiba-tiba saja tertawa girang dan tiba-tiba muncullah dua orang mahasiswa yang ikut menertawakan Ryuji di sana.
"Hahaha! Memang aneh bukan, Shota? Dia memiliki tubuh yang kurus tapi ikut klub sumo?" ujar Haruto yang ternyata memiliki satu pandangan yang sama dengan Shota.
Mendengar tiga orang menertawakan anggotanya, seorang mahasiswa yang memiliki tubuh besar itu tiba-tiba saja menghampiri ketiganya.
"Apa yang sedang kalian tertawakan?" tanya seorang pria dengan suara yang berat dengan sebuah bayangan besar yang telah menutupi cahaya matahari untuk Shota, Haruto dan seorang teman lainnya yang bernama Kojima.