
Gadis itu mengusap lututnya, dia melihat Shota dengan acuh tak acuh. Namun, saat Shota menatapnya dengan keterkejutan, Hoshiko merasa bingung dengan sosok seorang mahasiswa yang baru saja menabrak dirinya.
Ya, benar. Gadis yang baru saja Shota tabrak adalah Ito Hoshiko yang juga baru menjadi mahasiswi di universitas yang sama dengannya.
Hoshiko berdiri dan langsung membungkukkan tubuhnya itu seraya memohon maaf kepada Shota karena berhenti secara mendadak.
Saat sebelum Hoshiko ditabrak, Hoshiko merasa bingung karena tiba-tiba saja sebuah perasaan yang misterius menyelimuti dirinya. Air matanya tiba-tiba saja terjatuh dan membasahi pipinya hingga dirinya terpaku bingung melihat para mahasiswa yang mulai melewatinya hingga dirinya pun jatuh karena ditabrak oleh Shota.
Saat Shota melihat Hoshiko yang akan pergi, dia menarik lengan gadis itu dengan perasaan yang campur aduk. Bukan hanya Shota, Hoshiko juga merasa demikian.
"Siapa namamu?" tanya Shota dengan penasaran.
"Namaku Hoshiko!" ucap Hoshiko yang tidak melanjutkan perkenalannya untuk memberikan informasi mengenai keluarganya.
Setelah Shota mengetahui namanya, Hoshiko pun pergi berlalu begitu saja meninggalkan Shota dengan seorang gadis yang saat ini merasa akan meledak.
"S i a l a n! Apa maksudmu itu? Padahal kecantikan kita ini tidak jauh berbeda tapi kamu terlihat terpesona dengan gadis itu!" ketus Hinata dan langsung mencubit pinggang Shota.
Shota tersenyum karena terpaksa, "Lihat bukan? Aku masih normal, hehehe."
Acara penyambutan mahasiswa baru baru saja dimulai. Keberadaan Hinata menghilang entah kemana saat Shota tidak menyadarinya.
Saat penyambutan dari seorang mahasiswi terbaik tahun ini, seorang gadis cantik yang tidak asing terlihat di depan podium tersebut.
"Ah, ternyata dia adalah mahasiswi dengan nilai masuk terbaik tahun ini?" gumam Shota kebingungan.
Hinata memberikan sambutan yang luar biasa atas dirinya yang telah diterima di universitas terbaik di negaranya, Jepang.
Selain itu, Hinata sendiri memberikan sebuah senyuman kepada Shota yang membuat mahasiswa lainnya tiba-tiba saja melihat sosok Shota yang mulai mereka tidak senangi.
"Kenapa semua orang menatapku seperti itu?" batin Shota menyadari bahwa saat dirinya mendapatkan sebuah senyuman dari bunga kampus tahun ini membuatnya kebingungan.
Selesai acara sambutan, para mahasiswa yang menerima beasiswa pun pergi ke beranda gedung kampus utama untuk melihat asrama yang akan mereka tempati.
Shota berdesakan dengan mahasiswa-mahasiswa lainnya untuk melihat nama-nama yang terpampang di majalah dinding tersebut.
Saat Shota melihat sebuah nama miliknya, sebuah nama keluarga yang berada tepat sebelum nama miliknya terlihat buram dalam pandangannya.
"Ah, itu pasti aku! Tapi, kenapa sampai disini aku tidak mengetahui nama keluarga ku!" batin Shota benar-benar merasa bingung.
Setelah mengetahui dimana letak asramanya, Shota pun pergi ke asramanya setelah dia melihat denah kampus.
Dia pun sampai di asrama tempat dia akan tinggal untuk ke depannya. Saat dia masuk ke kamar nomor 69, Shota melihat bahwa dirinya tidak sendirian. Ada beberapa mahasiswa lainnya yang telah berada di dalam sana.
Shota merasa canggung dan gugup, "Permisi aku adalah mahasiswa baru yang akan tinggal di asrama bersama kalian! Mohon bantuannya!" ujar Shota.
Namun, tiga orang mahasiswa yang berada di depannya itu melihat tajam ke arah Shota. Mereka pun melangkahkan kakinya secara misterius yang membuat Shota mulai cemas.
Ketiga orang itu langsung mengulurkan tangannya dan bersalaman dengan Shota secara tulus.
Mereka semua saling memperkenalkan dirinya masing-masing hingga saat mereka penasaran dengan siapa teman asrama barunya, Shota pun memperkenalkan dirinya meskipun dia tidak memberitahu tentang nama keluarganya.
Meskipun semuanya sempat merasa curiga akan Shota, semuanya mengabaikan tentang hal yang ditutupi Shota karena tidak ingin membuat Shota merasa dipaksa.
Hari mulai menjelang siang, ketiga teman asramanya itu mengajak Shota untuk pergi makan siang ke kantin. Tentu, Shota akan ikut dengan mereka. Selain karena saat ini dia merupakan teman sekamar, dia juga merasa lapar karena sebelumnya dia bahkan belum pergi sarapan.
Setibanya di kantin kampus, Shota mengikuti teman asramanya untuk mengambil makanan.
Pertama, mereka mengambil nampan dan mulai menggesernya dan meminta makanan terhadap penjaga kantin. Ada banyak makanan yang berada tepat di depan matanya. Meskipun begitu, Shota meminta hal yang mirip-mirip dengan teman asramanya karena merasa takut salah.
Saat dia selesai mengambil makanannya, Shota melihat Hoshiko yang kini terlihat kelaparan di depan kantin dengan dirinya yang terlihat kebingungan.
Shota menaruh makanannya di meja tempat dia makan bersamaan dengan teman asramanya.
"Aku pergi sebentar!" ucap Shota yang membuat teman-temannya melihat Shota pergi menghampiri seorang gadis cantik.
Shota pun berdiri di hadapan Hoshiko, "Hei, kamu lapar? Mau makan apa? Biar aku ambilkan untuk mu!" ucap Shota yang membuat Hoshiko merasa malu karena dirinya diketahui tidak mengerti tentang bagaimana cara untuk mengambil makanannya.
"Aku—" bingung Hoshiko yang membuat Shota langsung menarik tangan Hoshiko begitu saja.
Semua orang yang menyaksikannya beranggapan bahwa Shota dan Hoshiko sudah saling mengenal antara satu sama lain, bahkan mereka sepertinya sudah menjalin hubungan yang baik karena Hoshiko tidak mempermasalahkan dirinya saat ditarik oleh Shota.
"Nah, ayo pilihlah makanan mu!" ucap Shota mempersilahkan.
Hoshiko pun meminta makanan apa saja yang dipilih olehnya, selagi melihat Shota yang membimbing Hoshiko untuk mengambil makanan. Beberapa teman asramanya terkejut karena Shota mengenal seorang gadis yang terbilang sangat cantik itu.
Setelah selesai membayar makanan tersebut, Hoshiko mengikuti Shota dan duduk di samping Shota di meja dengan enam kursi tersebut.
Menyaksikan sosok gadis cantik duduk di meja yang sama dengan ketiga teman sekamar Shota. Mereka semua benar-benar merasa terkejut karena Shota ternyata memiliki hubungan yang cukup baik dengan seorang gadis cantik.
Mereka semua beranggapan bahwa Shota mungkin saja memiliki hubungan dengan gadis cantik lainnya. Oleh karena itu, salah satu dari mereka pun mulai bertanya, "Hei, apa kamu mau mengenalkan ku dengan teman-teman gadis mu yang lain, Shota?"
Mendapati pertanyaan seperti itu tentunya membuat Shota kebingungan karena dia baru saja tiba di Tokyo.
"Eh, aku tidak tahu? Sebenarnya aku berasal dari tempat yang cukup jauh! Aku baru dua hari di kota ini!" ucap Shota apa adanya.
"Hah? Tapi, kenapa kamu bisa mengenalnya?" tanya temannya dengan bingung.
Shota sendiri merasa kebingungan, "Sebenarnya aku tidak yakin? Hehe!"
"Haish, kamu pelit sekali Shota!" ucap teman sekamarnya yang mulai tidak senang dengan ketidakjujuran Shota.
Tiba-tiba saja, seorang gadis duduk di salah satu kursi yang tersisa di meja tersebut.
"Apa aku boleh duduk disini?"
Seorang gadis cantik yang tidak mungkin tidak dikenal oleh mereka semua karena saat acara penyambutan, gadis tersebut telah menampakkan dirinya dan mendapatkan julukan bunga kampus mahasiswa baru.