
Aku berasa di kamarku dan beristirahat sejenak. Aku entah kenapa walaupun tidak bebas keluar tapi menyenangkan sekali. Disini tersedia beberapa makanan dan minuman.
Karena di Italia, disini ada pizza dan pasta tapi ukuran nya tidak begitu besar dan sangat tidak direkomendasikan. Aku seorang atlet dan mungkin aku perlu juga . Untungnya buah juga ada di tempat ini. Dan semua makanan tadi dibayar dengan poundsterling yang sudah kuraih.
Dan yang paling dibutuhkan adalah tentunya minuman isotonik. Berhubung besok hanya latihan sekali-kali aku membeli pizza untuk kumakan di kamar. Jujur ini terlalu tidak masuk akal. Gaji pemain bola tidak sebanding dengan makanan disini. Gajinya terlalu tinggi.
Disini ada bir, tapi aku lebih suka sake daripada bir. Aku hanya ingin tenang. Tidak ada bedanya dengan rumahku. Aku tetap dirumah, ibu membeli semua,aku tinggal santai walaupun kerjaan ku adalah teknisi dulunya.
Aku tinggal memfokuskan diriku yang sudah hidup disini. Ah, aku setiap hari diberi tentang transfer seorang pemain karena koran disini begitu lengkap. Dan setiap ada pertandingan pasti dikabarkan oleh manajer di kotak surat.
Latihan besok harus serius, soalnya lawanku adalah As Roma. Aku tahu skuad mereka. Itu juga klub berkelas di Serie A. Pak manajer Italiano kalau ingin unggul lebih awal harus memasukkan ku di awal.
Apakah aku terlalu percaya diri? Tentu karena mereka itu game dan akulah gamernya.Sebuah fakta yang gimanapun tidak dapat dibalik.
Sayangnya aku tidak bawa ponsel ku. Padahal ponselku sudah ada eFootball dan aku begitu mahir memainkannya melawan teman-temanku.
Mungkin saja ponselku sudah dijual ibuku. Tapi setidaknya itulah kebaikan ku selama aku meninggalkan dunia. Tapi entah kenapa aku tetap saja tidak yakin kalau aku sudah mati.
Aku selalu mempunyai perasaan ini dan tidak dapat dibendung. Aku memikirkannya sambil mengunyah pizza ukuran sedang . Pizza nya enak. Tapi tetap saja menyebalkan tidak bisa keluar. Mungkin kalau aku masuk Metal Slug setidaknya dapat berkeliling lebih jauh lagi walaupun hanya sebagai koboi.
Tapi aku tidak terlalu hebat memainkan Metal Slug, jadinya aku tidak bisa deh. Aku hanya perlu fokus menjadi G. O. A. T dan mengungkap semua yang terjadi disini
Aku juga ingat kalau dulunya aku itu pintar pelajaran eksak. Peringkat 1 Fisika, peringkat 2 Kimia dan peringkat 3 Matematika. Asal gurunya menyenangkan gampang kok.
Dan sebenarnya ada motifnya juga. Aku ingin sekali belajar tentang digital dan semacamnya karena yang aku impikan adalah membuat konsol game.
Ketika aku sudah enak ingin tidur, aku ke kamar mandi dan mencuci muka kemudian tidur. Aku membaringkan badanku ke kasur dan tidur.
Keesokan paginya, semua temanku sudah datang dan bersiap latihan. Dikarenakan awal musim pasti cuacanya musim panas dan kami semua menggunakan tank top.
Kami mulai latihannya. Mulai dari pemanasan, tendangan, dribble, shoot, 1on1,sampai latihan untuk diri sendiri. Semua kami latih.Dan tidak lupa pula laga tanding antara cadangan dan starter. Aku masuk ke tim cadangan dan mereka berjuang keras, walau kebobolan beberapa kali.
Aku melatih diriku untuk menendang dari segala arah. Aku masih dengan akurasi yang kubangga-banggakan. Latihan luaran seperti ini dapat menambah exp gimanapun. Jadi perlu latihan keras untuk exp yang tinggi.
Aku tidak sabar ingin melawan para pemain As Roma. Semakin menarik, setidaknya ada beberapa pemain walaupun konflik yang ditimbulkan banyak dari klub itu.
Siapa sih yang tidak kenal Paolo Dybala? tentu kalian tahu. Dia pemain muda hebat dari Argentina yang memiliki indra tajam dan skill yang hebat. Namun dia lebih dikenal karena dia tampan sekali. Mirip seorang aktor bernama Toney Maguire. Bukan orang Manchester United ya ðŸ¤.
Aku semakin semangat saja dengan pertandingan besok. Jadinya aku melakukan tembakan di setiap penjuru agar dapat diaplikasikan dimanapun dan kapanpun. Kini shootku meningkat tajam maka tidak perlu khawatir mencari celah untuk gol. Semua bisa jadi tempat yang sempurna.
Aku rasanya ingin hari itu cepat agar bisa bertemu dengan mereka. Aku semakin suka dengan sepakbola. Andai waktu bisa diputar kembali, Aku kembali dan mengambil klub sepak bola di sekolah.
Tapi tidak bisa juga dibilang penyesalan karena aku kembali menjadi bocah 16 tahun di universe ini. Aku juga harus mempelajari dribble agar tidak ragu untuk maju. Tapi jujur, aku masih nyaman di posisi AMF maupun CM. Nyaman untuk menentukan strategi di kedua posisi itu.
Aku melatih setiap tendanganku. Aku buat semua perhitungan di lapangan sehingga aku bisa mencetak gol spektakuler di sela sempit. Aku senang sekali
"Aku akui dia punya semangat itu. Jangan menyerah, aku pasti mendukungmu. " ucap pula Nzola seusai minum air ion.
"Pemain sepertimu jangan cepat meninggalkan Fiorentina. Setidaknya jadi legendaris dulu untuk kami" ucap Biraghi dan tersenyum
Tanpa menghiraukan mereka, aku tetap menembakkan bola dari sudut kanan kotak penalti dan mengenai pojok kanan atas gawang bagian dalam.
"Aku juga perlu banyak belajar" ucapku"termasuk belajar untuk lebih kalem dan santai selama pertandingan "
"Kalau kau bisa saja sih" ucap Arthur"tapi kita akan lebih serius. Soalnya lawannya adalah Paolo Dybala"
Mengingat Paolo Dybala membuatku agak berpikir kenapa dia selalu dicadangkan. Padahal dia adalah bibit berharga yang akan mewarisi kesangaran mereka sebagai tim sepak bola.
"Aku ada ide bagus" ucap si botak Italiano numero uno pada kami yang sedang berlatih.
"Aku harap bukan ide pertahanan 11 on 1"ucap si kapten Biraghi
Semua tertawa dengan ucapan Biraghi yang sedikit menghina si manajer namun bermaksud bercanda
" Hey, kau kira itu lucu" marah sang manajer
"Tidak, soalnya mereka tertawa"
Tertawa pemain Fiorentina semakin kencang saja mendengar Biraghi mengucapkan itu.
"Sudahlah.Dengarkan baik-baik. Kita akan cadangkan Asagiri untuk beberapa menit"
"Apakah itu ide?" sahut Arthur
"Lebih mirip shitpost" lanjut Biraghi
Semua malah semakin tertawa karena perkataan Biraghi. Kecuali aku. Aku tidak bisa duduk lama-lama disamping si botak dan staff nya yang juga botak. Kecuali tim medis. Mereka adalah fan service ku.
Bayangkan saja dia akan bilang "kuda apa yang berenang. kuda laut" Ahhhhhhh. Aku gila di kursi cadangan itu mendengarkan guyonan dan ocehannya.
Ingin sekali kujitak kepala botaknya itu sehingga orang tidak bisa membedakan Italiano dan obor. Kan indah jika kepalanya itu bersih dan mengkilat. Apalagi kalau sampai hangus karena jitakan. Oh aku akan menolaknya
"Bukannya dari semalam dia cadangan? " ucap Nzola
"Aku menolak" ucapku "aku tidak boleh cadangan hari ini"
"Hey itu tidak buruk" ucap si botak "aku ingin energimu tersimpan, Asagiri"
Aku sudah tidak memedulikan dia lagi. Aku tidak ingin buat masalah dan memperpanjang nya..