
Seperti biasa, latihan rutin Fiorentina untuk meningkatkan kualitas permainan tim maupun individual. Namun seperti nya latihan ini terhambat sesuatu.
Mereka terlalu memperhatikan ku. Dengan kantong mata yang sangat memprihatinkan ditambah badanku yang tertunduk lemas, aku malah ikut latihan.
"Hey, kau tidak apa-apa kan? " ucap Arthur
"Aku tidak apa-apa, lihat aku masih bisa menendang" dengan badan yang hampir tumbang aku tembak bola dari samping malahan bola itu membelok tidak tahu arah dengan lemahnya.
Semua tertawa terbahak-bahak dengan tindakan ku yang konyol. Aku sekali-kali menguap tapi seperti nya aku menolak tidur
"Aku akan melawan mereka dengan penuh perlawanan" tangan ku kuangkat lemas sehingga semakin terlihat aku itu kurang tidur.
"Eh, Asagiri kun. Mungkin benar kata seorang pepatah 'rahasia sukses mu berada di ranjang mu' dan ini sangat cocok dengan keadaanmu saat ini" ucap Biraghi
Semua tertawa dengan ucapan Biraghi yang padahal sangat bijak itu.
"Jangan paksakan dirimu" ucap Nikola Milenkovic "kau perlu istirahat"
Dan datang lah sang manager Fiorentina yang baik, Vincenzo Italiano.
"Wah, menarik sekali. Apa ada masalah? "
"Ini, wombat kid mu istirahat nya tidak cukup" ucap Nzola yang tidak lancar bahasa Inggris
"Bukan wombat, tapi wonder Nzola" ingatkan Biraghi sambil menepuk pelan kepalanya "kalau wombat lain lagi"
Tidak usah kujelaskan apa itu karena tidak penting. Intinya aku memang kurang tidur.
"Iya dia kurang tidur. Dan dia lakukan dengan latihan" ucap Italiano
Di malam hari itu
Malam indah di stadion itu. Aku menendang bola terus menerus ke gawang. Aku saat itu latihan dan aku sadari kemudian datang pak Italiano
"Hey, kau kenapa tidak istirahat? Latihan itu baik tetapi ingatlah untuk istirahat. "
"Aku melakukan nya sesuai keinginan ku. Aku ingin berpacu. Bukankah pelatihan di malam hari itu baik biar besok nya tidak terlalu tergesa-gesa? "
Dia malah menepuk kepalaku dengan agak keras. Bukan kesal tapi karena hanya ingin meluruskan saja
"Ah, sakit sekali. Apa yang kau lakukan? "
"Kau kira ini mengerjakan PR atau belajar untuk ujian? "
Mungkin disitu masalah nya. Aku terlalu membawa masa pendidikan ku di persepakbolaan ini. Kukira sama, malu sekali
"Kau sudah besar juga untuk memutuskan sebuah perkara, Asagiri. "
Aku memang dewasa matang kan? Aku kan seharusnya memang sudah diatas kepala dua.
"Ya sudah, aku paham dan aku tahu keputusan ku, pak Italiano"
"Jangan paksakan dirimu, Asagiri . Bisa-bisa kau mati gara-gara ini"
Aku juga bingung bagaimana aku bisa mati di dunia ini? Aku sendiri masih bingung Ini dunia apa?
"Aku juga ingin bilang, kau yang akan mati kalau kau mengganggu ku"
"Wah, kau memang betul-betul sudah besar dan sangat bernyali Asagiri. Kau terlalu cepat dewasa"
Padahal bukan aku yang cepat dewasa. Aku memang sudah dewasa tapi dibuat muda oleh tempat ini.
"Kau hanya ingin bilang itu? "
"Tidak, aku ingin ada cek bulanan untuk stadion ini"
"Ya sudah, lanjutkan pekerjaan mu. Aku masih banyak yang perlu dilatih"
"Baik bos muda. Aku mengerti"
Tidak seperti seorang manager atau itu sindiran kalau aku itu kurang ajar. Walaupun ada yang lebih mengesalkan dari dia tetapi dia tetap saja membuat ku muak. Tapi tenang, dia orang super baik.
Kembali ke waktu latihan, saat itu aku sudah sangat mengantuk dan hampir jatuh terbaring ketika latihan lari.
"Aku bisa kok. Jangan cemaskan aku. Ayo kita latihan" ucapku sembari menguap.
"Kau istirahat bocah nakal" ingatkan Italiano
"Tapi, aku ingin berma..... "
"Atau kau tidak masuk skuad utama maupun cadangan karena sakit. Bagaimana. Gimana pilihanmu? "
Padahal lawan berikut nya adalah Ac Milan. Gawat juga kalau aku bakalan absen di pertandingan penting itu. Walaupun Ibrahimovic sudah pensiun bukan berarti tidak ada ancaman lagi kan?
"Baiklah, seperti nya kau sangat memaksaku untuk istirahat. Aku akan pergi"
Aku lekas meninggalkan lapangan dan akan tidur untuk waktu panjang sepertinya
"Apakah dia tidak tidur sama sekali? " heran Parisi Biraghi
"Aku juga tidak tahu. Kan cek bulanan memang tidak lama dan aku tidak lama mengawaninya" jawab Italiano
"Ayo semuanya. Kita lanjut latihan kita kali ini"
Mereka kembali latihan lari dan dribble dan Italiano senang melihat mereka semangat dalam bertanding
"Huh.Mereka tidak pernah sesemangat ini. Ini berkat kau, Asagiri"
Dia pun pergi dan ingin menonton dari bangku cadangan. Dia pergi kesana dan sesampainya disana alangkah terkejutnya dia melihat seseorang tertidur pulas disana.
Siapa dia? Iya benar sekali kalian tidak salah tebak. Asagiri Kyouma alias diriku sendiri. Aku hanya berpikir kalau aku tidur di kasur membuat ku tertidur cukup lama. Maka kuputuskan tidur di bangku cadangan agar aku terbangun nanti langsung bisa latihan
"Hah, merepotkan sekali kau, Asagiri. Kau memang mempunyai semangat muda" ucap Italiano dan itu terdengar agak semu bagiku karena aku baru saja berbaring.
Dia pun jongkok di bawah kursi cadangan untuk mengawasi jalan pertandingan.
"Sial juga kau, Asagiri. Aku terpaksa duduk begini. Kau memang sialan"
"Aku mau pertandingan berikutnya agar kita jangan menunggu Asagiri masuk. Kita harus buktikan kita kuat dan bisa menyusul dirinya" pidato Biraghi pada para pemain Fiorentina lainnya.
"Siapa yang melakukan demikian lagian? Kita sudah begitu kuat" sahut Joseph Brekalo.
"Kau terlalu percaya diri, aku takut ini menjadi boomerang untung mu. Yang penting sekarang kita akan latihan dengan bersungguh-sungguh"
"Kita cukup profesional. Kita kalah taktis saja dengan dirinya" ucap Giacomo Bonaventura.
"Baiklah, ayo kita buktikan pada Rossoneri kita kuat" ucap Nikola Melankovic.
"AYOO KITA KALAHKAN MEREKA!!! " ucap Dodo yang sudah jarang dimainkan juga.
Mereka bersemangat dengan berteriak dan itu menambah semangat mereka. Aku yang terbaring sedikit terganggu.
Aku pun berbalik ke kanan agar tidak mendengar mereka.
Di hari pertandingan
Semua pemain mengikat sepatu mereka termasuk diriku dan bersiap maju ke lapangan menghadapi para pemain Milan.
"Baik tidak perlu panik. Kita memang tidak punya sejarah tetapi kita yang akan buat sejarah" ucap semangat Brekalo
"Apa yang kau bicarakan? Kita masih di liga dan tidak apa kan kalau kita sekali-kali kita kalah melawan mereka" ucap Biraghi
"Apa itu kalah? Kita akan memenangkannya apapun yang terjadi, kapten" ucapku
"Kerja bagus karena kau akan masuk skuad utama. Kau sudah cukup mengimprovasi dirimu sebagai pemain yang sangat hebat. Bisa menyerang, bisa pula menjadi playmaker"
"Sayang sekali, aku nyaman di posisi gelandang tengah, kapten. Aku tidak ingin terlalu mencolok dihadapan pemain lawan"
"Hah? Dybala saja mengakui mu bagaimana kau tidak mencolok di permainan berikutnya? Belum lagi kau sudah menjadi man of the match 2 pertandingan berturut-turut"
"Kau benar. Tapi pokoknya......... Aku tidak mau menjadi seorang striker. "
"Dasar kau. Kau cukup menyebalkan, Asagiri. "
Semua pemain pun keluar dari ruang ganti dan siap menuju ke lapangan