
Kini aku akan siap melawan Nerazzurri yang tidak cukup mudah. Aku kini banyak melakukan latihan extra apalagi bukan melawan kelas teri kali ini melainkan melawan kelas kakap.
Kini Sofyan Amrabat memainkan peran yang penting sebagai tulang punggung Fiorentina.
Aku menendangkan bola di sisi kanan pada jarak 25 meter dan kemiringan 35°.Dan aku berhasil menjebol gawang itu dari sisi sulit tersebut.
Semua mata yang memandang bertepuk tangan ria termasuk Amrabat yang terbelak melihat aksiku menjebol gawang.
"Kau ternyata hebat juga ya, Asagear" ucap Amrabat
"Maaf, I.. itu Asagiri bukan Asagear" jawabku
"Oh, gitu ya?? Aku masih terlalu asing dengan bahasa Jepang. Kau kelihatannya masih muda. Tapi aku tidak menyangka kau bisa bermain bola seperti ini"
"Aku sendiri juga tidak tahu kenapa aku bisa main bola seperti ini"
"Tentu dengan latihan, kan? Kau tidak perlu bingung apa yang terjadi pada dirimu, kau sudah latihan begitu keras padahal"
Apa yang kuucapkan barusan? Kenapa aku bingung ? Harusnya aku bilang hanya latihan normal. Dasar aku. Kalau aku ketahuan gimana? Akan sulit menjelaskan pada mereka kalau aku bahkan bukan di universe ini.
"Mungkin kau benar" aku mulai berbicara dengan normal kini karena aku sudah tenang dalam menentukan kata-kata
"Latihan lah yang keras, lawan kita kali ini tidaklah mudah dilawan. Kita terakhir kali bertemu mereka kalah telak 4-0" ucap Biraghi
Aku pun kembali menendang bola. Dan kebetulan datang pak Italiano. Aku kali ini akan mengerjai dia. Aku pun mengarahkan bola ini pada pak Italiano yang sedang berjalan melihat-lihat latihan kami.
Bola pun melesat dengan tenang tapi pasti ke arah pak Italiano dan mengenai kepalanya yang sudah pelontos. Namun reaksi nya baik sekali. Dia tahan bola itu dengan kepala dan melakukan tembalan langsung kembali ke arah ku dan ugh😣😣......... mengenai masa depanku.
Semua spontan tertawa dengan reaksi ku yang agak kesakitan. Aku tersungkur memegang area terlarang itu karena sakit sekali. Walaupun tua, energinya lumayan juga.
"Anak muda tidak ada yang usil ya" ucap Arthur yang tidak kuasa tertawa dengan tingkah konyol ku dan hampir tidak bicara karenanya "pak Italiano sudah lebih dulu menjadi pemain bola dari kita. Seperti nya ketika pak Italiano aktif bahkan ibumu masih menimbang punya anak atau tidak. "
"Kurasa bukan itu alasannya, mungkin itu bukan kepala pak manajer. Lebih tepatnya itu bola ramalan yang sudah meramal tendangan seperti itu" lanjut Biraghi dan melanjutkan ketawanya
"Ntah apa yang lucu. Sudah cukup tertawanya. Aku ingin membicarakan formasi untuk pertandingan besok. " ucap pak Italiano
Semua sesak nafas untuk menghentikan tertawa mereka sejenak agar bisa mendengarkan formasi terbaru dari sang manajer yang antusias.
"Mereka pasang posisi 4-4-2 maka disini kita akan memasang juga posisi 4-4-2" lanjut nya
"Pak, " aku mulai mengangkat bicara dan mulai menanyakan sesuatu "maksudmu kita akan mengikuti gaya mereka? "
"Bukan begitu, tapi ini memang formasi yang bagus untuk kita. Kita kaya dengan pemain tengah yang diandalkan di setiap situasi genting baik menyerang maupun bertahan. Lagian walaupun ada yang bilang ini teknik kuno,teknis ini hebat dan taktis. "
Aku mulai mengerti dengan yang dijelaskan. Iya, teknik 4-4-2 teknik taktis yang tidak diragukan lagi keampuhan nya. Ketika diserang, sangat defensif ketika menyerang sangat eksplosif.
Dan Fiorentina memang cocok dengan formasi ini karena kami penuh dengan bintang di gelandang nya. Sebut saja Arthur, Amrabat, dan Ranieri.
"Harakiri" panggil Amrabat
"Asagiri. A... " aku mengeja namaku padanya
"A"
"Sa"
"Sa"
"Gi"
"Gi"
"Ri"
"Ri"
"Asagiri"
"Asereje"
"Baiklah namamu tidak penting"
Oh menyebalkan nya dia itu😒. Kenapa semua botak itu membuat kesal ya? Aku heran sekali.
"Apa yang ingin kau bicarakan? "
"Kau sudah tahu skillmu? "
"Aku belum dapat titik terang setitik pun untuk itu. "
"Tidak apa kok. Kau lagian sudah ada tendangan akurasi dan umpan yang brilian"
"Pertahanan yang lemah kan susah jika tidak ada skill yang memumpuni"
"Susah ya. Begini saja. Semua orang punya skill. Tapi tidak semua skill itu gocekan seperti pemain Brazil. Skill itu boleh juga seperti Alvaro Morata saat ini atau Filipo Inzaghi"
Seperti tidak asing, di Pes yang mana ada yang bernama seperti itu? Filipo Inzaghi. Oh ya Ac Milan di PES3. Dia masih teman Kaka dan Shevchenko. Dia lemah menendang tapi amat baik menerima bola. Aku ingat, rupanya dia ya?
"Terimakasih untuk informasi nya ya? " ucapku
Kami pun kembali latihan dan melakukan latihan dribble.
Keesokan harinya di bus milik Fiorentina, Aku pun sudah bersiap dengan skuad menuju markas Inter Milan.
"Ini dia. Tunggu pembalasan dari kami, Nerazzurri. Kau cukup jinak saja seperti kakak laki-lakimu." ucap semangat Biraghi
"Kapten yakin baik-baik saja? " tanyaku padanya dengan nada datar. Aku jadi agak kasihan padanya yang mungkin depresi berat dibantai 4-0.
"Terlalu baik untuk ditanya kabarnya, Asagiri. Jangan khawatir, kita akan memenangkan nya untuk sekian kali"
Aku disitu mulai bersemangat pula melawan para pemain lawan yang hebat.
"Disitu kalau tidak salah ada Emiliano Martinez ya? " tanyaku pada kapten Biraghi
"Bukan Emiliano, tapi Lautaro. Jangan buat aku tertawa... " dan suara nya tertahan "Hahahha😂" jawabnya
"Kenapa? Aku salah"
"Bukan itu. Aku tidak terbayang kalau dia menjadi kiper dan selebrasi seperti Emiliano di final piala Dunia Qatar"
"Menyebalkan juga kau kapten"
"Sudah lah kita akan fokus dan melawan mereka dengan senang hati "
"Selagi ada Asagiri tidak ada yang mustahil" ucap Gonzales "Lautaro pun harus mengakui mu, anak muda. Kau sudah terlalu kuat untuk dianggap pemula oleh lawan"
"Aku malah yakin rumor tentang ku sampai ke mereka semua" jawabku dengan santai
"Kalau itu yang terjadi seharusnya kan pertandingan ini dibatalkan" ucap Brekalo
"Tidak, mereka tidak akan selemah itu kali ini. Mereka akan lebih serius melawan kita" bantah Biraghi dengan nada yang serius kali ini
Kami pun sudah sampai ke stadion milik Inter Milan dan bersiap melawan mereka di pertandingan ini. Posisi 4-4-2 kami tersusun atas
Goalkeeper:P.Terraciani
Defender:Cristian Biraghi(LB), Luca Ranieri(CB), Nikola Milenkovic (CB), Michael Kayode(RB)
Midfielder:Josip Brekalo(LMF), Sofyan Amrabat(CMF), Asagiri (CMF), dan Arthur(RMF)
Striker:N.Gonzales(ST) dan M Bala Nzola(ST)
Ini merupakan formasi yang cukup sempurna untuk membendung skuad milik Simeone Inzaghi. Mereka kini kokoh di puncak klasemen tanpa catatan kekalahan.
Menarik sekali. Aku ingin langsung melawan mereka dan membalaskan dendam Fiorentina yang dibantai 4-0 oleh mereka.