
Semua membuang nafas mereka di ruang ganti. Mereka sudah mengerahkan semua kekuatan mereka melawan Inter Milan yang sangat kuat. Namun satu orang masih merasa itu belum apa-apa.
"Jangan lengah" ucap Biraghi "kita hanya akan menang, bukan yang lain. Kita akan membalas pembantaian mereka tahun lalu"
"Maaf kapten" ucap Arthur "kita kan sudah berusaha sebaik mungkin sekuat tenaga. Jadi jangan paksakan untuk harus menang di pertandingan ini"
Dia sepertinya memperhatikan diriku sehingga dia mengucapkan hal yang sedalam itu. Dia tahu akan membela ku yang masih terlalu putus asa mencari skill.
"Sudahlah, tidak perlu diributkan , semuanya" sela ku di tengah pembicaraan itu "tidak perlu khawatir, mereka terlalu banyak celah"
"Sekeras apapun kita menekan, tekanan mereka tetap saja keras, nak" ujar Amrabat
"Terimakasih memanggilku dengan panggilan yang lebih baik"
"Jangan bilang kau sudah menemukan skill yang cocok untuk mu? "
"Belum kucoba sih, tapi ini bakal sangat menarik. Akan kucetak kemenangan sepanjang aku bisa memainkan cara ini"
"Semoga sukses. ini akan mudah bagimu, Asagiri" ucap Brekalo
"Terimakasih sudah mau mendukung ku"
"Tidak perlu, Asagiri. Kau sangat hebat dan prediksi itu tidak sembarangan"
Karena dukungan itu, aku mulai bersemangat memainkan pertandingan super seru ini tanpa melewatkan keseruannya. Akan kubuat ini menjadi hiburan yang menarik bagi penonton dan pendukung La Viola.
(Babak kedua segera dimulai. Saatnya kita melihat kelanjutan permainan mereka yang spektakuler)
Kini giliran Fiorentina yang kick off di babak kedua. Peluit berbunyi. Nzola mengumpan ke belakang, tepat nya pada diriku.
Mencari jalur yang baik, aku pun berpindah ke sisi kickoff dan melakukan shoot seperti di pertandingan selanjutnya.
Tapi bukan itu yang akan kulakukan. Aku mengumpan pada Nzola yang sudah punya posisi yang menguntungkan karena hanya dia melawan beberapa bek.
Ketika Nzola menerima bola, dia pun mengontrol bola. Kiper pun maju, namun Nzola berhasil melewati nya. Dengan sedikit tapi in dia sudah menghasilkan gol yang hebat.
(Wah, sensasional. Mereka walaupun sebagai tandang namun tidak mau kalah dari tuan rumah. Gol yang bagus sekali)
Semua anggota tim La Viola pun merayakan permainan hebat itu. Nzola pun memanjat badanku. Seperti yang kalian pikirkan. Aku tidak tahan menggendong nya. Aku pun jatuh dan dia pun akhirnya hanya bisa duduk diatas punggung ku seperti kuda ketika aku terlentang.Skor menjadi 2-3 untuk keunggulan La Viola. Gol itu tercipta di menit ke 46.
Pertandingan kembali dilanjutkan. Pemain Nerazzurri kini mengatur permainan demikian baik. Terlihat mereka yang sedikit tenang dalam mengumpan satu sama lain. Mereka belum ada tanda ingin menyerang.
Ketika bola sudah mengenai Calhonaglu, terlihat sudah maju Mkhitaryan, Lautaro dan Thuram. Calhonaglu yang melihat itupun mengumpan panjang.
Namun bola malah jatuh ke kakiku. Aku sedikit menyentuh lembut bola itu dengan tempurung kakiku dan kuumpan di sisi kanan yang kosong.
"Hey, jangan lakukan hal yang tidak penting" ucap Biraghi yang berada di dekatku.
"Ini baru dimulai" ucapku
Setelah aku mengucapkan itu, ternyata Gonzalez lah yang mengincar bola itu. Dia begitu cepat sehingga pertahanan Inter terpelanga-pelongo dengan larian dari Gonzalez.
Gonzalez juga mumpung bola belum mendarat di tanah, dia loncat dan melakukan tendangan voli. Tendangan itupun menghasilkan gol.
(Sensasional.Ternyata pemain La Viola masih banyak cara menyerang. Jangan melihat buku dari sampulnya. Dan la Viola membuktikan nya di pertandingan ini.)
Gonzalez pun terbaring diatas rumput. Kami memeluk dia secara bergantian ketika sudah melihat dia di posisi seperti itu.
Skor menjadi 2-4 untuk keunggulan Fiorentina sebagai tim tamu. Gol itu terjadi cepat di menit ke 47.
Pertandingan kembali dilanjutkan. Kini Lautaro membawa bola dan mengumpan mundur pada Mkhitaryan.
Mkhitaryan menerima bola, namun sudah direbut oleh Arthur yang fisiknya lumayan kuat.
Kini Arthur pun membawa bola. Namun dia ada satu masalah. Dia dikunci oleh pertahanan mereka . Namun Arthur menggunakan gocekan Brazilnya pada pertahanan mereka dan menendang dari jarak menengah.
Dan lagi-lagi gol pun tercipta di menit ke 52 itu. Fiorentina semakin unggul jauh atas Inter dengan skor 2-5.
Dan pergantian pun dilakukan oleh tim Inter Milan. Sedia Stefan de Vrij diganti oleh Juan Cuadrado dan Marcus Thuram diganti Alexis Sanchez.
(Nampaknya sedang terjadi pergantian. Kini masuklah Alexis Sanchez dan Juan Cuadrado. Mampuka mereka mengubah jalan pertandingan? Kita saksikan saja)
Lautaro pun mengumpan pada Sanchez kemudian dia Sanchez mengembalikan bola pada Lautaro. Nzola sudah ingin merebut bola, namun Sanchez melepas bola dan meraihnya lagi.
Sanchez lanjut membawa bola dan mengalihkan bola ke Cuadrado. Cuadrado kini berada di jantung pertahan Fiorentina. Cuadrado pun melewati pemain dengan skillnya.
Sudah dilewati tinggal melawan sang kiper, Terraciano. Dia pun menendang bola. Bola melesat ke melewati Terraciano, namun reflek Biraghi bagus dan dia menepis bola dengan tendangan bicycle kick.
(Heroik.Ini akan menjadi tahunan untuk Fiorentina. Sangat heroik. Fans La Viola hampir saja copot jantung nya karena nyaris gol)
Namun di sisi lain, ternyata ada Giroud . Dia loncat dan melakukan direct shoot diudara. Bola pun melesat masuk ke gawang
(GOLLLLLLLLLL!!!!!!! Mereka ternyata bisa juga membalikkan keadaan)
Gol itu dicetak di menit ke 52 sehingga skor Inter Milan atas Fiorentina 3-4
Arthur pun dengan pelan membawa bola dan mengumpan padaku. Inilah kesempatan untuk menunjukkan apa yang bisa kulakukan. Ini adalah masalah trik. Hanya cukup menipu dan memanipulasi.
Bola mendarat di kakiku. Belum sempat aku membawa, sudah ada 3 pemain mengunciku. Aku melihat ada Brekalo.Kuberi dia umpan dengan posisi bola diatas kepalanya. Brekalo dikunci oleh dua pemain pula.
Dia pun bereaksi dengan tidak menanggapi bola itu dan stopping dengan punggung nya dan mengumpan lagi padaku dengan tumit. Aku yang kini bebas pun dari sudut kiri kotak penalti menendang bola dan bola melesat ke sudut °150 dan bola pun merobek gawang mereka.
(Wah, nampak nya pemain Fiorentina tidak suka dikejar dan malah menambah keunggulan. Nampaknya A45 terlalu kuat untuk dimainkan dari awal.)
Kami pun selebrasi ria dan para pemain Fiorentina berlomba-lomba menggotong diriku. Seperti nya tidak perlu digotong juga. Aku Asia dan masih muda seperti dibayangkan orang-orang. Jadi digendong satu orang sudah cukup. Tapi siapa peduli, begini lah perayaan gol.
Gol itu tercipta di menit ke 55 dan skor pun menjadi 3-5.Hampir seperti abangnya, namun bedanya kini pertandingan belum selesai.
Biragi pun membuka tangannya untuk meminta tos. Aku menanggapi nya dan melakukan nya dengan penuh semangat.
"Jadi kau mau bilang ini skill mu? " tanya Brekalo
"Boleh dibilang begitu" jawabku
"Kau bocah nakal ya. Kau sudah memanfaatkan aku untuk golmu sendiri"
"Menurut mu bagaimana?Kau saja yang jawab sendiri"
Bola pun dibawa pemain Milan.Kini bola sudah dibawa Lautaro yang sudah maju berempat bersama Mkhitaryan, Calhonaglu, dan Giroud.
Kini bola diumpan pada Calhonaglu. Terlihat dia bagus untuk jantung penyerangan 5 pemain. Di sisi lain beberapa pemain Inter sudah akan menyusul mereka berlima.
Calhonaglu pun membawa bola. Dia pun mengumpan Mikhtaryan dengan umpan yang sulit. Mikhtaryan pun stopping bola dengan dada dan menendang bola tepat di titik putih. Bola pun melesat ke sudut atas gawang Fiorentina sehingga melahirkan gol lagi untuk Inter.
(Wah, nampak nya bendung gol antara kedua tim tidak ada hentinya. Mereka dimisikan untuk menang bukan yang lain)
Gol spektakuler itu di menit ke 60 sehingga skor sementara adalah 4-5.Mereka hebat. Namun ini belum pertunjukan utamaku.
Sudah satu jam. Masing-masing tim semakin waspada dan ofensif dalam pertandingan sengit ini. Bola berada dalam kendaliku namun aku dikunci. Aku pun mengumpan samping ke tempat kosong. Seperti tidak ada yang mengincar. Padahal disitu sudah ada Gonzales yang larinya cepat dan kemudian dia pun one touch pass padaku.
Aku hanya dapat mengendalikan bola sedikit melambung. Bukan untuk mencetak gol melainkan untuk seseorang berkemampuan seperti Cristiano Biraghi yang timing bagus, akurasi mendekati diriku. Dia menendang bola itu dengan bicycle kick sehingga membuat gol untuk Acf Fiorentina bertambah.
(Reaksi kimia yang baik sekali pemirsa. Aku tidak percaya ini bisa terjadi.)
Skor menjadi 3-6 sehingga semakin sulit bagi Inter Milan mengembalikan keadaan. Gol itu tercipta di menit ke 66
Pertandingan kembali bergulir dimana kini yang membawa bola adalah Calhonaglu. Calhonaglu membawa bola dengan tenang seperti yang dilakukan Amrabat sebelum nya.
Calhonaglu kembali melihat sekitar. Seperti yang terlihat, tidak ada yang menekan, namun dia sebenarnya dari belakang sudah dikunci oleh Josip Brekalo.
Calhonaglu tenang menggiring dan melewati semua pemain Fiorentina ke jantung pertahanan, namun Brekalo siap menekel dia.
Usaha Brekalo pun gagal karena bola telah diumpan panjang ke sisi kanan pada Lautaro dan dia kemudian melewati Michael Kayode yang sudah menguncinya begitu lama dengan sedikit kontrol di kepala dan menerobos Kayode.
Bola pun mendarat dan hanya antara Lautaro dan Terraciano yang akan mendapatkan bolanya. Lautaro hanya bisa sedikit menjauhkan bola dari Terraciano dan dia pun mengejar bola itu kemudian menggunakan sisi dari tumitnya untuk dibelokkan ke gawang Fiorentina dan menjadi Gol untuk Inter Milan
(Gol yang sempurna. Terlalu hebat walaupun hanya sebagai gol pengecil keunggulan bagi Inter Milan. Seperti biasanya, Lautaro Martinez menunjukkan ketajaman nya)
Skor menjadi 4-6 dan keunggulan masih milik Fiorentina sejauh ini. Gol itu terjadi di menit ke 71.
Kini bola diambil alih oleh Fiorentina dan dibawa oleh Brekalo. Brekalo membawa bola dan aku ke sisi kosong lawan dan melakukan kontak mata pada Brekalo untuk umpan. Dia melihat ku dan mengumpan padaku. Namun ternyata kontak mata adalah ide buruk dan dibuktikan oleh Calhonaglu.
Ketika bola masih mengalir untuk sampai padaku, dia memotong jalur umpan kami dan membawa bola ke sisi kanan lapangan dan melewati pemain Fiorentina dengan tenang dan elegan.
Dia pun kemudian mengumpan bola kepada seorang yang sudah di setengah lingkaran kotak penalti milik Fiorentina. Ia adalah Lautaro Martinez.
Satu persatu pertahanan yang ada pun dia lewati. Setelah dribble melewati semua pemain Fiorentina, dia pun melakukan tap in dan bola pun masuk gawang. Gol ini terjadi di menit ke 76.
(Sensasional.Lautaro hari ini hat-trick dengan lihainya. Tidak disangka bakal seperti ini. Dapatkah mereka menyeimbangkan skor?)
Setelah itu, bola kembali diambil alih oleh Fiorentina. Kini bola dalam kuasa ku. Aku kini berlatih tenang seperti Amrabat agar aku bisa mendapatkan gol yang lebih hebat lagi. Kini skor sudah 5-6.Kini mereka semakin mengejar kami.
Aku sudah semakin baik. Semakin tenang terasa semakin terlihat kalau keadaan kedepan seperti apa. Semakin jelas tindakan yang harus dilakukan. Aku juga semakin tahu siapa yang harus diumpan.
Kini aku selangkah mungkin lebih dari pemain Inter lainnya. Sudah menit ke 80,aku mungkin perlu mempertahankan namun aku masih terlalu banyak menyimpan trik rahasia. Kini aku ditekan oleh beberapa gelandang dan bek. Aku langsung mengumpan pada Amrabat yang sudah di jantung pertahanan.
Namun pemain disana juga menekannya. Aku pun pergi ke tempat yang kosong. Amrabat melihat ku dan aku mulai menembak namun berhasil ditahan oleh Mikhtaryan.
Bila kembali dalam kuasa pemain Inter dan dibawa oleh Denzel Dumfries. Namun itu tidak lama karena dia ditekel keras oleh Nzola.
Akibatnya Nzola diganjar dengan kartu kuning dan tendangan bebas dilakukan Inter Milan.
Bila di udara pun siap mendarat dan didapatkan oleh Luca Ranieri. Dia memberikan bola itu pada Arthur. Arthur melakukan one touch pass padaku dan aku membawa ke pinggir garis out.
Dan disana Mkhitaryan bersaing denganku membawa bola. Dia berhasil menekan, namun bola keluar.
Alhasil, Biraghi mengambil bola throw in dan melempar bola padaku. Aku yang dapat bola itu mengumpan bola pada Nzola yang dijaga ketat. Namun bola melesat kencang dan masuk gawang Inter untuk yang ketujuh kalinya.