Konami No Hiiro

Konami No Hiiro
Mamora Reta Yakusoku



Saat turun minum, seperti biasa pemain masing-masing tim di ruang ganti mereka. Semua memasang wajah yang kecewa lantaran tertinggal 0-2.


Aku seperti biasa tidak mengeluarkan ekspresi apapun karena aku hanya menerima hasil dari pertandingan yang kujalani.


"Kita harus menyusun rencana untuk mengalahkan mereka. Kapten, ada ide? " tanya Brekalo


Biraghi selaku kapten tersenyum dan terkekeh saja tanpa merasakan kesal seperti rekan setimnya.


"Apa yang lucu kapten? " kesal namun bersuara lembut, itulah yang dirasakan Ranieri saat ini.


"KAU TIDAK SADAR BODOHHH!! " bentaknya dengan suara yang menggila "Kita adalah tim yang semakin dipukul telak, maka kita semakin menjadi"


Dia sepertinya tahu apa yang harus kami lakukan di babak berikutnya.


Mendadak kapten klub itu menarik bahuku dan membuat ku disorot pemain lain


"Selagi ada dia" lanjut Biraghi "kita bisa menyusul kekalahan setelak apapun tanpa peduli ketertinggalan. Dia bukan semakin gentar dengan selisih malah semakin menjadi"


Semua tertegun dengan pidato yang dilontarkan sangat kapten. Tapi bukannya ini berlebihan? Kalaupun itu betul sepertinya timing nya tidak pas.


Namun seorang tepuk tangan dengan perkataan tersebut. Dia adalah pemain muda, Michael Kayode.


"Kalau kapten sudah percaya diri aku tidak bisa bantah. Dan itulah alasan dia adalah kaptennya" ucap Kayode


Dan seorang berkepala botak berjas mendatangi ruang ganti dan tersenyum melihat kami. Dia adalah Vicenzo Italiano


"Kalian sudah sejauh ini. Aku hargai kerja keras kalian"


Kalimatnya terhenti sebentar dan dia sedikit menyipitkan matanya seperti menggerutu ke seseorang.


"Tapi aku mengerti ada yang tidak suka kalau aku bicara seperti itu. " lanjut Italiano


Sudah tertebak dia menyindirku karena aku satu-satunya yang ambisius seperti itu. Memang kurang ajar. Akan ku urus dia nanti.


Dia pun melanjutkan wajengan nya dan mulai semakin serius memberi arahan pada kami.


"Kalian lawan lah lawan kalian. Tunjukkan perlawanan yang tidak akan mereka lupakan. Aku yakin kalian bisa. "


Kami pun membuat lingkaran dan meletakkan tangan kami semua di tengah.


"LA VIOLA, FORZA VIOLA"


Suara itu menggema di ruang ganti dan terlihat air muka pemain Fiorentina lain menjadi lebih semangat.


(Pertandingan babak kedua segera dimulai. Mungkinkah 2 gol bisa dibalas tuan rumah?)


Dari tribun hanya suara gemuruh amarah mengingat sejarah kelam Fiorentina dan Juventus dan itu menjadi dendam pribadi bagi mereka


"MEGLIO SECONDI CHE LADRI"


Itulah poster yang mereka bawa dan suara yang mereka teriakkan. Ini tidak masalah karena ini bisa menambah daya tarik sepakbola dan kami secara profesional sebenarnya mempunyai hubungan baik.


Babak kedua dimulai. Chiesa mengumpan bola ke belakang yaitu ke Rabiot. Kalau hipotesis ku benar, harusnya pusat mereka adalah Rabiot.


Rabiot mengumpan ke pemain lain. Dan mereka pun maju sebagian. Sementara kebanyakan pemain lain mempertahankan gawang.


Bola yang semula dibawa Fabio Miretti kini dikembalikan ke Rabiot, namun bola itu direbut oleh Bonaventura.


Kesempatan membalas masih sangat luas dan semakin besar kemungkinan untuk mencetak gol.


Aku,Lucas Beltran, Arthur maju dan menyiapkan posisi masing-masing. Bonaventura langsung saja memberi umpan crossing indah pada Arthur yang sudah lurus di tengah ketatnya pertahanan Juventus di jantung pertahanan.


Namun, Arthur lebih memilih one touch pass dengan ujung kakinya ke arah ku yang di sisi kiri gawang.


Aku sudah siap menendang bola karena aku di posisi pusat antara bendera sudut dan gawang. Memang sulit, tapi akan kubuat tendangan langsung melengkung.


Tendangan ku tersebut membuahkan gol pertama untuk Fiorentina. Gol itu patut dihargai Puscas setidaknya .


(GOOOOLLLL!!!!! GOOOOLLLLL!!!! ITU ADALAH GOL BALASAN YANG KEREN DAN ELEGAN PERMISA)


Kami pun di sisi lapangan berselebrasi. Aku memeluk Arthur yang memberi assist yang keren sebelumnya.Gol keren itu tercipta di menit ke 46,sangat cepat gol itu rupanya.


Pertandingan kembali dilanjutkan. Chiesa mengumpan ke Vlahovic. Vlahovic maju ke pertahanan Fiorentina, namun upaya dia diantisipasi oleh Jose Callejon.


Callejon mulai mengumpan ke Kayode. Kayode langsung memberikan bola kepada sang kapten Biraghi. Biraghi menyorot ke depan.


Semua pemain pun pergi maju kembali ke pertahanan. Yang berpos menjaga pertahanan adalah Nikola Melankovic, Michael Kayode, Bonaventura,Lucas Martines dan Jose Callejon.


Biraghi dengan stamina yang sangat fit kini dia maju ke pertahanan dan memberi bola kepada Lucas Beltran yang sudah ada di jantung pertahanan.


Namun naas, Federico Gatti menekel nya dengan keras sehingga Beltran diistirahatkan diganti oleh MBala Nzola


(Tadi itu tackle yang sangat keras sekali, nampak nya wasit memberi kartu kuning untuk Gatti.Kini tuan rumah diberi tendangan bebas)


Di titik pelanggaran yang berjarak 23 meter itu berdiri aku dengan Biraghi. Aku mulai memberi ancang-ancang menendang langsung, namun tidak disangka yang menendang adalah Biraghi.


Mereka yang gemetaran ketika aku yang menendang tidak fokus sehingga tendangan sederhana kapten Biraghi bisa membobol gawang Juventus sekali lagi.


(SENSASIONAL!!!!! Terlalu cepat dipermalukan di kandang sendiri sehingga Fiorentina harus mengejar skor yang sudah diukir Juventus)


Kami pun di pinggir lapangan, yaitu aku dan kapten Biraghi, melakukan selebrasi Cristiano Ronaldo berdua


"SIIIIIII" itulah yang kami ucapkan di pinggir lapangan. Gol itu tercipta di menit 50 tidak lama dari gol sebelumnya.


Pertandingan kembali dilanjutkan. Kini penjagaan mereka semakin ketat apalagi semenjak sudah dikejar oleh kami.


Mereka pun dengan pelan saling mengumpan pendek. Tempo permainan semakin pelan, namun tanpa berpikir panuang Bonaventura langsung menekel pemain yang mengumpan.


Melihat ini, Rabiot pun langsung mengumpan lantaran aman dan celah sudah terbuka lebar untuk mereka. Namun itu salah besar.


Umpan melambung radius rendah itu diantisipasi oleh Milenkovic yang memang badannya sudah tinggi.


Dia pun mengumpan crossing ke arah Arthur. Arthur mendapatkan bola. Dia sedikit bingung, namun karena lama diam bola direbut oleh Danilo.


Dan untungnya, Danilo tidak memegang sempurna bolanya sehingga di ruang tertentu, Nzola mengambil bola dan melewati kiper. Lantas dengan satu tap in, Nzola sudah membuat gol ketiga.


(GOLLLLLLL!!!!SEPERTINYA NZOLA MENUTUP KESALAHAN DARI ARTHUR)


Nzola pun berseluncur ria ketika tahu dia mencetak gol keunggulan Fiorentina sehingga Fiorentina unggul 3-2.Gol itu sendiri diciptakan di menit ke 57.


Kini Juventus seperti tidak percaya mereka bakal dihajar seperti ini.


"Bagaimana bisa? Apa yang terjadi? Dia di awal permainan bahkan sangat tidak mencolok" ucap Vlahovic


Pertandingan kembali dilanjutkan. Chiesa mengumpan kebelakang. Miretti menerima bola itu kemudian mengembalikan lagi kepada Chiesa.


Namun bola itu dengan cepat dipotong oleh Callejon. Callejon maju membawa bola dan memacu pemain Fiorentina lain ikutan menyerang.


Namun sisi kanan pertahanan Juventus sudah cukup merepotkan pemain yang maju dari pinggir sana.


Callejon mengumpan ke belakang dengan tumit nya dan didapatkan olehku yang sudah cukup masuk dalam bayang-bayang Callejon.


Aku pun menggiring bola secara miring, sebagaimana yang sering kulatih dan dribble ini sangat lah efektif. Namun aku dikasari dua pemain, yaitu Federico Gatti dan Danilo.


Akibatnya, kedua pemain itu diganjar kartu. Gatti mendapatkan kartu kuning kedua sementara Danilo mendapatkan kartu merah langsung.


Ini membuat pertahanan mereka yang sangat mereka andalkan menjadi berantakan. Sejauh ini yang sakit adalah rahangku dan aku tetap bermain karena tidak ada pengaruh yang berarti untuk menghentikan permainan ku.


Aku dihadiahi tendangan bebas dan akan bersiap menendang dari jarak 23 meter. Ketika aku siap melepaskan tendangan, bola pun merobek gawang Juventus.


(SENSASIONAL !!!!! Dia sangat muda, namun sangat hebat dalam berkontribusi untuk Fiorentina)


Gol itu terjadi di menit ke 61 dan membuat tuan rumah Fiorentina semakin unggul pula 4-2.


Pertandingan kembali dilanjutkan. Kini permainan Juventus kurang kondusif dengan 9 orang dalam lapangan


Terlihat ketika mereka kembali memulai pertandingan kami mengambil bola dan tidak ada yang menjaga bagian pertahanan.


Bola yang saat itu diamankan oleh Bonaventura dia bawa ke pertahanan dan menunggu yang lain berkesempatan mendapatkan umpan darinya.


Dia pun melihat kesempatan bagus untuk mengumpan pada Nzola. Nzola pun coba melepaskan tembakan, namun Szczesny ternyata kiper yang sangat tangguh sehingga bola memantul keluar ke garis mati.


Tendangan sudut pun kami dapatkan. Aku pun melesatkan tendangan ku agar disambut oleh salah seorang pemain yang bisa mencetak gol di kesempatan ini.


Ketika bola sudah ingin dikonversi menjadi gol, Arthur malah terlalu lembek menendangnya sehingga hasilnya bola hanya mengambang di udara. Namun Milenkovic menyambut dengan loncatan dan mencetak gol


(Gol yang hebat sekali. Nampaknya pemain Fiorentina semakin mengganas, pemirsa.)


Gol itu tercipta di menit 66 dan mengubah skor menjadi 5-2.Keunggulan Fiorentina semakin jauh atas Juventus.


Pertandingan kembali dilanjutkan . Kini Chiesa lebih memilih mengumpan pada Rabiot yang siap menengahi para pemain Juventus sebagai Triquarterista.


Sudah sangat mudah permainan ini, tinggal tepat waktu dan sabar saja, ini akan sangat mudah.


Ketika Rabiot maju, dia akan ditekel oleh Callejon, namun langsung diumpankan pada Vlahovic dan mulai menendang.


Namun ternyata Kayode begitu tangguh untuk melindungi pertahanan sehingga tendangan jarak menengah itu tidak menjadi sebuah gol.


Bola yang dimuntahkan kini berada dalam kendali Biraghi. Biraghi pun memberi umpan crossing dan disambut oleh Callejon.


Serang balik kembali dilakukan. Namun tidak terlalu mudah karena ada pemain tengah Juventus yang kuat. Aku yang sudah mahir dribble pun melewati mereka satu persatu.


Aku menendang, namun beberapa pemain dibelakang dan sudah kulewati ingin menekelku sehingga aku melakukan fake shoot dan mengumpan bola pada Nzola yang sudah sangat siap tap in kedalam kotak penalti. Aku mengumpan padanya dan yang benar saja, bola itu disambut baik dan dia melakukan direct shoot kini.


Bola yang sudah dia tembakkan melesat dan terkonversi menjadi gol yang lain untuk kami.


(Golllll, sensasional ternyata mereka sangat lah ganas dan hanya menyembunyikan sedikit dari taring mereka)


Kami pun selebrasi untuk bertambah nya keunggulan kami di menit ke 73 dan menjadi 6-2.Semua saling memeluk dan mengangkat Nzola ke udara karena sudah mencetak namanya di papan skor kedua kalinya.


Dilanjutkan lagi pertandingan bola kembali digulir oleh Juventus. Chiesa kini mengumpan pada Vlahovic.


Vlahovic membawa bola ke pertahanan Fiorentina sendirian, namun berhasil diintersepsi oleh Arthur. Arthur dari tadi hanya mengumpan, aku harap dia tahu tentang profesionalisme.


Aku membawa bola dan bersiap menyerang kembali pertahanan mereka. Namun aku meneriakkan seseorang untuk maju


"ARTHUR, AYO MAJU" aku agak kesakitan sehingga aku memegangi rahangku yang masih sakit karena dilanggar barusan.


Arthur dengan agak takut maju seperti aku yang mengintimidasi dia untuk maju, padahal tidak ada yang perlu ditakutkan dariku.


Aku mulai menendang bola ke arah Callejon, namun bola malah berhasil diselamatkan oleh Szczesny. Bola memantul, dan sudah berada di kaki Arthur, namun tidak bisa melakukan apapun.


Ketika itu pula, Bonaventura mencuri bola Arthur dan menjadikan tendangan nya itu gol.


(Golllll, sensasional kini bahkan pemain tidak mencolok itu mencetak gol)


Aku pun mendekati Arthur dan berbicara pedas dihadapan nya karena sudah naik pitam


"Apakah ini dinamakan profesionalisme? Aku harap kau berpikir jauh, bapuk"


Seketika Arthur matanya terbelak lantaran sudah kumaki dia demikian kasar


Gol sudah bertambah menjadi 7-2 sehingga keunggulan mungkin sudah cukup untuk kami. Gol barusan di menit ke 83.


Pertandingan kembali dimulai dengan bergulir bola di pihak Juventus. Mereka kini bermain pelan dan pasrah karena tidak ada yang perlu lagi dikejar oleh mereka.


Kami sudah mengambil bola dari mereka kemudian maju beberapa pemain Fiorentina ikut menyerang.


Namun Arthur masih kepikiran apa yang barusan kubilang. Apalagi dari junior yang sangat pendiam seperti ku berucap begitu. Terlihat dia terlalu lama melamun


Namun mendadak dia mengamuk seperti banteng Matador. Dia merebut bola yang padahal masih dibawa oleh Callejon itu. Sehingga bola pun dia tembakkan di jarak 30 meter dan merobek gawang Juventus kedelapan kalinya.