Konami No Hiiro

Konami No Hiiro
Yarmuk no Senshou



Persiapan untuk babak kedua seperti nya bakalan sangat matang. Tatkala di ruang ganti, aku duduk bersebelahan dengan Arthur. Dia memegang bahuku dan mulai berbicara.


"Hey, anak muda" katanya"aku lihat kau khawatir dengan pertandingan ini. Ada apa? bilang saja"


"Tidak ada" aku tidak dapat menguasai diriku dengan aktingku yang sangat buruk tingkat dewa , padahal muka ku masam dan menunduk "semua baik-baik saja"


Aku telah menyembunyikan dilema terdalam ku sebagai pemain cadangan


"Tenanglah" kini dia menepuk bahuku dengan lembut "kau akan dimainkan kok. Aku dengar kau bersamaan dikeluarkan dengan Dybala"


Jadi ini tujuanku dicadangkan dalam waktu lama? agar energi yang kami sediakan sama? Tetap saja salah kan? Aku masih sangat muda dan perlu banyak pengalaman sebagai seorang pemain. Lagian kalau masalah bola seperti nya Dybala lebih banyak merasakan garamnya sepakbola dibandingkan diriku.


Tapi itu sedikit menghiburku karena aku dipercaya membawa perubahan besar untuk tim yang lagi kacau-kacaunya ini.


"Terima kasih" ucapku lembut dibarengi senyuman manis ku didepan Arthur.


(Baiklah, babak kedua segera dimulai. Bagaimanakah kelanjutan pertandingan ini. Bisakah mereka memenangkan pertandingan?)


"Ayo bergerak, Arthur" ucap Biraghi "babak kedua segera dimulai"


"Hey jangan tinggalkan aku"


"Kau juga" Biraghi menunjukku "Siap-siap hancurkan mereka, darah muda"


Aku menggeleng setuju dengan usulan Biraghi.


Semua pemain di kedua belah pihak masuk lapangan dan memulai kick off babak kedua.


Peluit berbunyi. Babak kedua pun dimulai.


Nzola mulai mengoper pada Bonaventura dan membawa bolanya. Bonaventura mulai mengumpan terobos pada pemain Fiorentina yang lainnya, namun direbut secara kontan oleh Lorenzo Pellegrini.


Pellegrini membawa bola, namun langsung dijatuhkan oleh Michael Kayode dengan bersih tanpa menjatuhkan nya sedikit pun.


"Aku masih terlalu muda untuk dikalahkan" ucapnya agak angkuh


Dia pun membawa bola yang direbutnya dan melakukan lob pass pada Nicolas Gonzales. Namun bola direbut baik oleh Pellegrini kemudian mengumpankan bola pada Andrea Belloti. Dia pun menerima bola yang diberikan padanya dengan baik.


Andrea Belloti pun kemudian membawa bola itu dan melewati satu persatu tim lawan yang merupakan tamu mereka.


Dan sejurus kemudian, dia menembakkan bola di jarak menengah namun menepis ke garis mati. Ini menyebabkan tendangan sudut dan memasukkan Paolo Dybala menggantikan Andrea Belloti.


Aku kemudian juga dimasukkan dan bersiap bersaing dengan Paolo Dybala di tengah rumput hijau stadion. Disana aku menggantikan Bonaventura


"Kau juga sudah giliranmu, nak" ucap Italiano memercayai diriku sepenuhnya.


Sudah berjalan 68 menit dan tendangan sudut diberikan kepada As Roma. Tendangan sudut kali ini diambil oleh Lorenzo Pellegrini. Bola melambung di tengah pertahanan dan Dybala langsung memberikan tembakan voli.


Dan gol pun tercipta di menit itu. Semua pemain As Roma selebrasi ria didepan supporter mereka yang sudah setia mendukung mereka.


Kali ini pertandingan kembali dilanjutkan. Aku diberi bola oleh Nzola. Disana sudah ada Lukaku dan Dybala sebagai gerbang pertama. Aku berhenti ditengah dan menentukan timing yang tepat. Aku memberi bola pada Arthur dan Arthur mengembalikannya padaku.


Tak lama kemudian, ditempat tadi kick off, aku menendang bola dan


menembakkan ke arah sisi atas gawang Rui Patricio. Sudah tahu hasilnya? apakah kalian meremehkan kan ku? atau apakah kalian lupa kemampuan ku? Akurasi. Ya kalian tidak perlu menyalahkan pikiran kalian. Kalian baik-baik saja. Tendangan itu berbuah gol yang sangat sensasional.


(GOL YANG INDAH SEKALI!!!!!!!! Tidak disangka kehadirannya di lapangan hijau merubah permainan dari Fiorentina.)


Aku langsung berbaring diatas pijakanku yang nyaman dan temanku yang berbadan besar menimpaku dari atas. Semoga kalian mengerti perasaan ku saat ini. Aaaaaahh.. kh.


"Kau ternyata boleh juga, pemain muda" ucap Dybala


Aku pun bangkit dari tempat baringku dan mulai kembali ke posisiku. Kini skor menjadi 2-2.


"Ayo hajar mereka semua, anak muda" ucap Rolando Mandragora


"Heh" angkuh ku dengan penuh gaya "tidak perlu diingatkan, akan kulakukan"


Dybala kembali menggulir bola untuk kelanjutan permainan. Bola diberi pada Lukaku dan dia membawa bola dan skill nya yang mengagumkan seperti fake lob,sombrero, dan skill lain lihai sekali. Dari jarak menengah, dia menembak dan gol. Gol itu spektakuler sekali. Dan gol itu tercipta di menit ke 72.5.Skor pun menjadi 3-2.


(Ternyata sang juara dapat membuktikan kalau dia memang harapan dari Jose Mourinho sebagai seorang juara dunia. Ayo kita saksikan pertandingan ini)


Kembali ke pertandingan, Nzola kembali mengumpan pada Mandragora yang bisa membawa bola tanpa masalah. Aku mulai mengangkat tangan ku tanda meminta umpan darinya.


Tunggu, aku harap tidak ada yang ingin merobek pertahanan milik kami. Tapi sejauh ini tidak apa karena kami masih di posisi menyerang.


Aku berlari sedikit kedepan lagi dan mulai ada 25 meter dengan kemiringan 180° dan menembak bola dari tempurung kaki. Gol pun tercipta lagi-lagi dikala itu di menit ke 75.


(Apakah itu? Serangan balasan dari Fiorentina. Mereka baik dalam memilih seorang wonderkid yang hebat)


Aku mulai menjadi senang dan selebrasi dengan mencium ku dengan gaya kiss bye. Penonton bersorak-sorai melihat pertandingan kami hari ini amat menegangkan sehingga para pemain dan staff kepelatihan dukungan nya.Skor kembali berimbang menjadi 3-3


(Nampaknya pertandingan semakin sengit dan saling menjawab gol. Mampukah tuan rumah membalas tim tamu dengan dramatis?)


Pertandingan kembali digulir dan


Dybala memberikan bola itu kepada Lukaku. Lukaku dan Dybala melewati kami dengan 1-2 dan berhasil. Kini sudah dalam posisi bola bahaya. Dybala pun menerobos kiper Terraciano dan memberi tendangan super lembut sehingga tendangan itu terkonversi menjadi gol.


(Wah, kerjasama yang baik antara Lukaku dan Dybala dapat membungkam mulut untuk Fiorentina yang awalnya sempat tertinggal dan ditahan seri oleh tuan rumah dan terkejar imbang.)


Skor sementara menjadi 4-3 untuk keunggulan As Roma. Maka dari itu tidak ada waktu berdiam dan merenung, saatnya comeback.


Nzola kembali mengumpan padaku dan aku yakin mereka sedang mengunciku untuk apapun. Aku tahu kalau aku kalah cerdik sedikit saja bisa membuatku kalah lebih jauh.


Belum lagi permainan liga Italia itu seperti gladiator dan sulit bagiku untuk dapat mencetak dengan mudah. Kurang lebih inilah derita Kevin de Bruyne atau lebih parah lagi.


Aku hanya perlu membawa bola dan tidak perlu seperti tadi, itu karena mereka masih banyak celah dari susunan formasi.


1-2? tidak. Aku akan gunakan teknik puppet master. Aku akan menjadikan teman setimku semua menjadi boneka ku dan berada di benangku.


Aku pun menendang dari sisi kanan lapangan dan menendang dari jarak menengah, namun bukan ku tembak melainkan umpan tinggi yang hanya didapatkan oleh Nikola Milenkovic dengan stopping dadanya dan badannya yang tinggi. Dia pun membawa bola kemudian menendangnya ke arah Nzola.


Namun, dia kalah dengan Rui Patricio dalam duel merebut bola. Patricio pun melemparkan bola dalam radius yang terlalu dekat sehingga aku dapat merebutnya lebih dulu dari defender mereka. Aku pun spontan menendang bola ke gawang dan gol.


(GOLLLLLL!!!!!!!! Ini terlalu dramatis. Mereka membuktikannya. Sang wonderkid begitu berguna dalam skuad itu dan ini kali pertama dia hattrick)


Skor sementara menjadi 4-4 dan gol itu tercipta di menit ke 86.Tidak lama kemudian datang Paolo Dybala kepadaku.


"Kau menarik sekali. Kau dikunci pun tidak bisa" ucap Dybala padaku.


Oh tidak. Begini rupanya berjumpa langsung dengan bintang sepakbola. Aku merasa semakin gila setelah dikenal oleh Dybala. Tapi profesional harus dipertahankan di lapangan ini


Aku hanya dapat membalas tosnya dan kembali ke posisi semula.Pertandingan kembali dimulai. Dybala mengumpan pada Lukaku dan memberikan kepada Pellegrini.


Dan setelah semua lini depan mereka maju, mereka pun mulai menekan pertahanan dari tim kami.


Melihat seperti ini, Nikola pun memberi tackle bersih pada Pellegrini namun dia pun diving sehingga Nikola diganjar kartu kuning dan diberi tendangan bebas.


Tendangan bebas diambil oleh dua orang antara Dybala atau Lukaku. Dybala maju dan dia tidak menendang ternyata dan tendangan sebenarnya dari Lukaku.


Namun masih ada Luka Ranieri dari Fiorentina dan melakukan sundulan agar bola menjauh. Bukannya menjauh malah berbuah gol untuk As Roma. Skor sementara menjadi 5-4 untuk keunggulan As Roma.


Mereka pun lari dan berpelukan untuk perayaan gol yang tidak sengaja itu. Gol itu tercipta di akhir menit ke 89.


Injury time hanya tersisa 3 menit lagi. Tidak lama kemudian peluit panjang ditiup tanda permainan berakhir.


Kami pun keluar stadion dan bersiap ke ruang ganti kami. Namun, Dybala mendatangi ku dan membuka bajunya.


"Hey, jangan pergi dulu. Ini jersey ku. Ayo kita bertukar jersey"


Dia memberi jerseynya padaku dan kemudian aku melakukan hal yang sama seperti nya. Aku buka bajuku dan memberikan jerseyku padanya.


"Terimakasih, Paolo . Kau ternyata ramah juga" ucapku


"Tidak, aku hanya melakukan ini padamu. Kau sungguh menarik. Kau mungkin ada, bukan, terlalu banyak kesempatan menaklukkan sepakbola dunia"


Aku masih tidak menyangka ada orang yang memujiku seperti ini. Aku begitu senang dengan itu.


Aku tidak pernah merasa sebaik ini didalam kekalahan. Baru kali ini kekalahan itu baik.


"Jangan lupa kami juga akan mengalahkan mu di pertandingan melawan mu selanjutnya" ucapku


"Baik.Akan kutunggu hari itu tiba" jawab Dybala