
Di ruang ganti, manager Vicenzo Italiano membahas tentang mekanisme pertandingan babak kedua
"Pemain sekalian, jangan terlalu tegang menghadapi para pemain Torino FC. Tidak apa kalah, masih ada permainan selanjutnya kok" ucap pak Vicenzo
Aku mulai tidak menyukai ini. Aku tidak bisa dikalahkan kedua kalinya. Aku pun di dunia eFootball ini tidak mau dipermalukan karena kekalahan berturut-turut oleh klib kecil.
Pokoknya aku tidak akan percaya kalau pemain hebat harus dengan pemain hebat lain. Maka dari itu, aku akan menjadi goat dan memenangkan pertandingan ini. Aku siap untuk setiap tendangan yang ada.
Aku pun menyemangati mereka untuk babak kedua.
"Semangat"
"BAIK" jawab semua pemain Fiorentina
Aku dan tim ku memasuki kembali arena pertandingan ini karena kick off babak kedua sudah dimulai.
Striker mereka sudah mulai mengumpan ke arah belakang kepada gelandang mereka. Mereka dengan pelan mengoper dan menjalankan pertandingan dengan baik.
Pemain Fiorentina tidak mau kalah dan mulai menekan pemain yang berada di Torino. Biraghi selalu kapten maju membawa pemain tengah seperti Arthur membantu nya menekan para pemain Torino.
Sementara di bangku cadangan, dengan jersey Fiorentina ditambah rompi pemain cadangan mulai melakukan lari kecil keliling lapangan.
Aku begitu semangat nya bersiap-siap memasuki lapangan dan memperlihatkan permainan yang baik.
Pemain di lapangan secara keseluruhan menguasai lapangan walaupun harus pelan dalam penyerangan. Ingat, pertahanan maut.
Pemain sekelas Christiano Ronaldo mudah melewati ini karena mengingat tendangannya yang begitu keras. Jadi dari jarak atau ancaman apapun tidak akan ada masalah baginya.
Mereka masih bermain dengan baik untuk pertandingan ini. Dan para pemain tidak lengah baik Fiorentina maupun Torino.
Waktu sudah berjalan 65 menit. Oh tidak, aku melihatnya. Para pemain Torino menekan gawang kami. Kami terkecoh oleh mereka, mereka lumayan juga strateginya. Mereka memaksa kami maju dan mengalah bola pada mereka, namun mereka merebut di momen baik dan menyerang ketika pertahanan sudah longgar.
Serangan ini dilancarkan oleh sayap kanan mereka yang berasal dari Kroasia dan menyerang lurus tepat di setengah lingkaran di kotak penalti.
Tendangan itupun membuahkan gol dan skor menjadi 1-2 untuk keunggulan Torino. Aku yang padahal masih lari tidak dapat menahan diriku untuk masuk ke lapangan dan menghancurkan para pemain Torino.
Pertandingan kembali dimulai. Kini bola dibawa oleh para pemain Fiorentina dan para penyerang mulai melancarkan serangan dengan berada diantara pemain Torino. Timku tidak buruk juga, bahkan bek seperti Biraghi bisa gol jarak jauh mengingat tendangannya yang keras.
Aku begitu serius melihat pertandingan mereka dikala sedang lari kecil. Aku mulai memberi jempol atau tepuk tangan pada setiap pemain Fiorentina dengan opsi tidak mengganggu mereka, apalagi ketika menyerang. Aku melihat semangatnya pemain Fiorentina membalikkan keadaan kadang tidak fokus. Bisa-bisanya satu saat, kepalaku terbentur bola ditengah mereka bermain. Pemain cadangan Fiorentina tentu menertawakanku. Aku langsung malu.
Tendangannya pelan, tapi itu sudah cukup memalukan apalagi melihat aku tenang dengan serangan itu. Memang receh orang-orang yang ada di dunia eFootball ini. Aku suka hidup disini.
Semua pemain sudah cukup memberikan segenap tenaganya untuk mengembalikan keadaan. Nzola sepertinya juga dengan gigih akan menyerang kembali para pemain Torino itu.
Aku percaya masih ada harapan. Pemain Fiorentina terbilang amat bagus dibanding Golden Lions dulu. Aku kini berharap mereka betul-betul bisa menghadapi mereka.
Seperti nya aku sudah cukup berlari kecilnya. Aku terlalu lama lari malah tidak ada tenaga. Tapi sungguh, di dunia nyata tidak pernah lari lebih lama dan lebih sanggup daripada ini. Bahkan aku mau masuk klub manapun ketika sekolah.Aku tidak terlalu suka berolahraga. Namun di universe ini lah aku menyukai yang namanya lari. Ternyata boleh juga.
Pak Vicenzo memanggilku untuk bersiap-siap. Sudah masuklah menit ke 85,aku mulai membuka rompiku.
"Hey, nak masuklah kau" ucap pak Vicenzo padaku dan menyemangati diriku tatkala masuk
Cih, kelamaan. Tunggu aku mati dulu ya biar bisa bermain untuk Fiorentina. Pak tua, akan kubakar jenggotmu suatu saat nanti. Agar seimbang antara rambut kepala dan rambut dagu.
Aku pun memasuki lapangan menggantikan Giacomo Bonavetura
Nampaknya sang wonderkid masuk ke lapangan setelah bosan menunggu di bangku cadangan. Dapatkah pemain muda ini diandalkan? Mari kita saksikan permisa sang pemain no 45 memasuki lapangan.
Pemain itu pun mengoper bolanya pada sang striker tengah dan menekan kami. Aku kini sudah berposisi sebagai AMF dan aku berpartisipasi penuh untuk penyerangan berikutnya.
Dan para pemain bertahan Fiorentina bisa diandalkan. Mereka berhasil menjepit sang striker tengah Torino sehingga tidak ada ruang menyerang. Namun, dia dibantu salah satu dari winger dari belakang. Dia menyadari nya dan mengumpan pada sang winger. Namun berhasil dihalau Rolando Mandragora dengan memotong jalur umpan mereka.
Bola liar pun bergulir di sis kanan pertahanan Fiorentina. Dengan gesit, Nicolas Gonzales memberikan bolanya padaku.
Aku mendapatkan bolanya dan siap menyerang, namun di sisi kananku ada yang akan melakukan slide tackle padaku. Aku pun mengurungkan diri untuk menembak dan dengan gaya sombrero aku mengumpankan tendangan ku pada Nzola. M'Bala Nzola yang mempunyai spesialisasi dalam 1on1 dengan kiper melewati kiper dan menendang bola dengan sentuhan lembut. Dan gol kedua untuk Fiorentina pun terlahir.
(Gol.Umpan bagus dari sang pemain muda nampaknya dapat membalikkan keadaan menjadi 2-2.Kerjasama yang baik adalah kunci permainan sepakbola yang baik pula. Fiorentina mempunyai reputasi yang bagus)
Pertandingan kembali dilanjutkan dari arah Torino. Pemain Torino sepertinya juga sudah berhati-hati menentukan serangan mematikan dan tidak mau diimbangi begitu saja.
Pemain serang mereka kembali maju ke pertahanan Fiorentina namun, kami menjaga mereka dengan baik. Kami masih menjaga mereka dalam posisi 1on1 karena belum segenting sebelum aku masuk. Ketika bola diumpan panjang pemain tengah Torino, aku pun maju mengejar bola itu dan bola itu pun didapatkan dari stopping dada Nikola Milenkovic.
Badannya yang tinggilah kunci dari dia dapat stopping dada seperti itu
(Sudah kuduga, tidak ada yang akan lengah untuk kedua kalinya. Kini dengan ketelitian yang meningkat dari sebelum nya kini pertahanan dari tim Fiorentina susah ditembus kini. Ayo kita saksikan bersama -sama aksi mereka)
Milenkovic pun menutup mulutnya dan mengarahkan padaku.
"Hey anak muda, majulah dan lakukan serangan balik. Ajaklah mereka juga. Aku tahu kau bisa memusatkan dirimu"
Aku pun mengangguk pelan kepalaku dan menjalankan yang diperintahkan seniorku.
(Sang pemain muda nampaknya berhasil membimbing timnya untuk bermain sebaik mungkin. Namun dapatkah kehadirannya mengubah jalan pertandingan?)
Aku pun mulai maju untuk membantu penyerangan Fiorentina. Umpan panjang itu pun sampai ke Joseph Brekalo.
Dia tidak memberhentikan bola namun memberikan one touch pass padaku dan aku mulai menendang didalam kotak penalti. Namun diluar dugaanku seorang bek menekelku dengan bersih namun bola melewati garis mati.
Kejadian ini membuat kami mendapatkan tendangan sudut. Aku terpilih untuk mengambil tendangan sudut. Aku sudah cocok untuk ini mengingat akurasi, operan dan kecerdasan diatas rata-rata, bukan pamer tapi aku lah yang terpilih.
Aku mengingat kebiasaan ku yang selalu melakukan Olympic goal. Yang tidak tahu apa itu Olympic Goal singkatnya ialah goal ketika mengambil tendangan sudut.
"Tidak apa seri, 45.Yang penting tidak kalah" ucap Italiano padaku.
Kalimat itu memang jelas tapi tidak dapat kuterima. Setidaknya aku bisa gol. Aku tidak mau peduli dengan ucapannya walaupun dia adalah manager.
Memang wajar. Soalnya waktu sudah menunjukkan menit ke 90 dan diberi menit tambahan hanya 3 menit
Aku percaya satu hal. Kalian game dan aku adalah gamer.
Itu tidak akan berganti walaupun aku mati sekalipun. Kalian hanyalah permainan konsol tidak lebih.
Aku dengan membayangkan ketika pemain eFootball ditekan R2+kontrol ⬆ dan menekan ⭕ yang merupakan tombol untuk crossing. Aku sempat tidak yakin karena pass ku belum cukup kurasa.
Tapi aku teringat di pertandingan Golden Lions sebelumnya aku mengumpan pada babak pertama buruk tapi di babak kedua mematikan. Aku sadar, exp itu meningkat dengan pengalaman. Sesuai namanya, experience (pengalaman). Aku sudah cukup banyak mengumpan jadi saatnya aku menendang. Aku sudah banyak latihan dan tidak kusia-siakan latihanku.Aku pun menendang.
Dan yang benar saja. Gol fenomenal pun sensasional pun tercipta.
(Sensasional, inilah wonderkid kita. Orang memikirkan gol pertama wonderkid itu solo run atau assist, namun dia langsung saja Olympic goal)
Aku mengguncang bendera sudut sekencang-kencangnya dan merayakan gol pertama ku. Semua pemain ikut perayaan denganku dan memeluk kemudian mengelus kepalaku. Gol itu tercipta di akhir menit ke 92.
Ketika pertandingan ingin dimulai kembali oleh Torino, malahan waktu sudah menunjukkan menit ke 93 dan waktu habis. Aku sudah menghancurkan harapan orang untuk menang. Menyenangkan sekali. Tapi ini baru awal. Perjalanan diriku menjadi G. O. A. T. Aku berjuang demi menjawab misteri diriku disini. Pertandingan berakhir dengan skor 3-2 atas kemenangan Fiorentina.