
(Goolllll.Sensasional.Ini adalah pembalasan terbaik yang kulihat dan pernah ada. Ini adalah gol yang hebat)
Ketika semua sudah ingin memeluk ku, aku tidak mengubah air muka ku sama sekali. Mereka memeluk, mengangkat namun itu tidak mengubah air mukaku.
Itu gol yang bertepatan di menit ke 90.Sudah diberi waktu tambahan 7 menit namun tidak ada perubahan sampai peluit panjang berbunyi.
Ketika sudah selesai wasit meniup peluit, semua pemain kelelahan dan kembali bersalaman.
"Kau kuat seperti yang kuduga. Jujur, gol terakhir itu murni rencanamu kan bukan hasil umpan yang jadi gol" ucap Calhonaglu
"Wah, kau sepertinya tahu. Kau pintar sekali" reaksi ku padanya
"Ini sudah sering kulihat. Ini hebat untuk mengecoh"
"Terimakasih untuk menyadari nya"
"Ayo bertukar jersey" ucapnya
Aku lantas membuka jersey ku dan memberikan jersey itu padanya. Dia pun sama membuka bajunya.
Aku memakai bajunya dan dicari oleh reporter. Terlihat baju Inter Milan yang dia pakai serasi denganku. Bajunya juga harum misik seperti Amrabat.
"Apa yang kau lakukan di gol terakhir mu? " tanya reporter
"Hanya trik seakan aku mengumpan padahal jelas aku menembak" jawabku
"Hmm, kau merasakan hal yang baik setelah berseragam Fiorentina? "
"Aku hanya bilang tidak buruk itu saja"
"Terimakasih karena telah bersedia diwawancarai"
Aku jalan ke ruang ganti dan melihat mereka begitu asik dengan joget tiktok dengan ponsel mereka. Aku pun diajak untuk berjoget dengan mereka
"Ayo bergabung dengan kami" ucap Brekalo
"Dimana kapten? " tanyaku pada mereka
"Diwawancara" jawab Arthur
"Aku.... ehh..... tapi kan"
Belum selesai aku berbicara, tanganku ditarik oleh mereka dan diajak untuk dance moulaga. Karena gampang dan tidak lembek, aku pun setuju melakukan itu bersama mereka.
Aku menyukai ini walaupun wajahku tidak menunjukkan itu sama sekali. Aku pun duduk dan mulai mendengar lagu yang mereka mainkan.
Lama sekali Biraghi. Apakah dia ada urusan. Oh ya, dia adalah man of the match hari ini. Baru dua pertandingan tidak man of the match entah kenapa membuatku sedikit resah.
Aku perlu meningkatkan diri. Aku akhirnya tahu skill ku, yaitu mengumpan dan diumpan kembali. Dan diantara kelebihan ku juga aku bisa memakai temanku kalau tidak bisa skill ataupun hal yang tidak kukuasai.Biar aku jadi mesin gol dan kalau melewati lawan kan masih ada teman.
"Hey, kau sepertinya sudah tahu betul kelebihan mu, Ahogiri" ucap Amrabat
Walaupun aku aku orang Tokyo, itu adalah kata terburuk dalam bahasa Kansai. Itu menyakitkan tahu dibilang begitu. Akan tetapi wajahku tidak menunjukkan hal itu. Aku hanya bisa dengan wajah yang datar menatap Amrabat.
"Asagiri.Kan sudah kubilang kalau susah panggil saja Ash" ujarku
Aku mengerti dia tidak bermaksud, namun kesal saja karena menyakitkan sekali, seumur hidup baru kali ini dipanggil "aho" (bodoh) .
"Hey, emang tidak apa-apa berpesta di kandang lawan? " ungkap Luca Ranieri dengan nada sinis
Dan Biraghi pun datang setelah diwawancarai oleh reporter. Dia terlihat begitu senang dengan kemenangan yang mereka raih.
"Aku bangga dengan kalian. Akhirnya kita bisa balas kekalahan kita tahun yang lalu." ungkap Biraghi bahagia dan menggenggam kepalan tangannya selayaknya orang menang.
"Lagian kita belum jumpa Juventus, kan? " sela Nzola di tengah percakapan.
"Itulah rival kita dan asal Arthur" kata Michael Kayode sambil memegangi ponsel pintar nya.
Arthur sepertinya tidak mengkhawatirkan tentang Juventus. Ini adalah pertandingan yang tentu tidak mudah dan minggu depan adalah hari dimana pertandingan rival diadakan.
Kalau tidak salah, Cristiano Ronaldo pernah bermain di Juventus . Dia saat itu satu tim dengan Dybala dan Morata.
Itu juga saat dimana aku suka main eFootball pada tahun itu. Dan banyak yang sudah terjadi. Pogba kembali ke sana namun tidak bisa dimainkan, dan ini lagi kelam-kelamnya merek.
Aku sudah tidak menganggap persaingan bakalan keras, namun tetap saja aku perlu latihan, apalagi masalah nya aku sudah 2 pertandingan tidak man of the match. Memang tidak harus, tapi memudahkan diriku ke tujuan awal kesini. Aku disini untuk menjadi G. O. A. T dan akan mengungkap apa yang sebenarnya terjadi di dunia ini.
Keesokan harinya,seperti biasa kami latihan rutin untuk pekan ini. Sudah tidak terasa aku satu bulan di tempat ini. Aku kini benar-benar seperti orang Italia.
Aku dalam tempo belakangan suka sekali menguncup tangan ku sambil bicara selayaknya orang Italia pada umumnya
Kami sedang latihan sundul dan teman melempar ku adalah Amrabat. Dia hebat dalam melakukan tendangan itu.
"Harakiri" sahut Amrabat "kita harus serius untuk rival yang satu ini. Kita akan menang kan? "
"Hey, Ash, Panggil saja Ash . Kenapa masih suka salah memanggil namaku" jawabku sambil menguncup tanganku khas Italia.
Rekan yang lain kagum melihatku seperti itu. Mereka seakan dipuji. Terlebih lagi, aku orang Jepang.
Mereka tidak akan lupa ini.
"Kau baik sekali melakukan nya nak" kata Biragi sambil menepuk pundakku
"Tapi sayang, kau tetap saja orang Asia. Kau kelihatan nya juga ramah seperti yang kami harapan dari orang Asia" ucap Brekalo
Padahal ini gara-gara kalian tahu. Kan sebuah kebiasaan faktor nya selain individu juga lingkungan. Lagian ini tidak masalah. Tapi yang masalah kadang aku terikut gaya salip mereka. Padahal aku Shinto tulen.
"Daripada sibuk melihat ku seperti ini lebih baik kalian seriuskan untuk latihan nanti" ucapku pada mereka
"Jangan terlalu tertekan" ucap Arthur "mereka permainan nya sederhana kok sehingga tidak perlu ditanggapi terlalu serius untuk masalah ini. "
"Emangnya mereka tidak ada perubahan gaya bermain gitu?" tanya Biraghi
"Harusnya tidak. Lebih-lebih lagi sekarang Pogba tidak bisa main karena alasan medis"
Padahal aku menunggu untuk melawan Pogba. Aku ingin tahu seberapa hebat dia sebagai striker Juventus itu.
Dia lumayan hebat dan enak dipakai main di eFootball. Dia pergerakan nya ringan, tendangannya keras dan akurat, dan dribble nya luar biasa.
Kami pun berganti sesi menggiring bola. Aku biasa saja malah biasa saja dalam menggiring. Namun bukan itu berarti aku bakal lemah, kan masih ada yang bisa diandalkan giringannya sampai ke pertahanan lawan.
Disini terlalu banyak malah yang mempunyai skill seperti itu, seperti Arthur yang dipinjam, Luca Ranieri, Josip Brekalo dan masih banyak lagi.
Ini adalah tim yang cukup siap dengan yang terjadi ke depan. Mereka kalau pernah kudengar pernah masuk final UEFA Conference Cup, namun malah kalah dengan West Ham United dan yang terburuk adalah kepala Biraghi bocor dilemparkan benda keras entah apa.
Saat semua kembali, aku kembali melatih akurasiku sekali lagi. Aku ingin semakin banyak kesempatan untuk mencetak gol.
Setidaknya, aku bisa meningkatkan kelebihan yang kupunya. Mengingat kelemahan membuat kita pesimis, mengingat kelebihan membuat kita arogan. Untuk mempelajari kekurangan dan menghilangkan kesombongan,diperlukan latihan.