
(Baiklah pertandingan seru antara Fiorentina melawan Inter Milan akan segera kita mulai. Ayo kita saksikan mampukah para pemain Fiorentina membalas kekalahan yang lalu?)
Kami pun bersalaman dan menyanyikan lagu kebangsaan Italia. Selesai mengumandangkan lagu itu, kami ke formasi masing-masing.
Dan susunan pemain Inter Milan sebagai berikut:
Striker:Lautaro Martines, Marcus Thuram
Midfielder :Henrikh Mkhitaryan, Stefan De Vrij, Hakan Calhonaglu, Nicolo Barella
Defender:Federico Dimarco, Alessandro Bastoni, Mateo Darmian, Denzel Dumfries,
Goalkeeper:Yann Sommer
(Nampaknya Nerazzurri bakalan kembali mengukir kemenangan gemilang dan mengulang pertandingan tahun lalu. Gimana Lautaro dkk akan menghadapi La Viola? ayo kita saksikan pertandingan mereka)
Dari hasil lempar koin, Inter terpilih untuk melakukan kick-off pertama kali. Peluit pun berbunyi. Lautaro mengumpan Calhonaglu kemudian maju mencari celah-celah diantara kami.
Calhonaglu pun membawa bola dan mengumpan pada Darmian. Darmian mengumpan pada sang penjaga gawang dan Sommer sebagai kiper spontan menendang keras bola sehingga tidak lagi di wilayah pertahanan Inter.
(Nampaknya bola dilambung jauh oleh sang kiper. Kehilangan Onana sepertinya bukan masalah besar karena Sommer pun bakal tumbuh juga menjadi kiper yang hebat.)
Bola pun sampai di kaki Lautaro, namun secara mengejutkan dari udara sudah ada Amrabat merebut bola itu.
(Oh, insting hebat bagi pemain hebat sepertinya. Dia tanpa menghiraukan gangguan sekitar berhasil merebut bola muntah)
Dan Amrabat menggiring bola dengan super santai. Setiap yang menghadangnya akan sangat mudah dia lewati. Dia dengan ketenangan 100% menendang bola dari jarak menengah.Dan tendangan santai itu berbuah gol di menit ke 3.
(Gol cepat dari Amrabat membawa keunggulan sementara untuk Fiorentina. Harus kita apresiasi tamu ini dengan gol hebatnya)
Semua pun selebrasi memeluk Amrabat. Aku pun ikut memeluk Amrabat. Kucium alangkah wanginya minyak misik yang dia gunakan. Wanginya seperti aroma gol cepat yang barusan dia cetak itu.
"Jangan ceroboh, Onigiri. Fokus untuk pergerakan mereka yang selanjutnya" peringatan itu diberi padaku. Kalian tentu tahu kesalahan percakapan ini kan.
"Maaf, bukannya sudah kubilang panggil Ash saja kalau namaku begitu sulit di lidahmu? " aku memasang wajah murung dihadapan nya karena agak kesal. Aku penasaran, apakah kehilangan rambut\=kehilangan perangai baik?
Tidak penting, kembali ke pertandingan tadi. Lautaro mengumpan ke arah yang sama, Calhonaglu. Bukankah malah ini bahaya untuk mereka? Karena semakin gampang dibaca?
Aku pun seperti Amrabat sebelum nya, tidak bergerak kalau taktik nya sama. Dan yang benar saja, mereka memasang taktik umpan yang sama. Sommer kemudian mengumpan pada Lautaro pada posisi yang sama. Tahu begitu, semua mengincar Lautaro, namun Lautaro melakukan one touch pass pada seseorang di jantung pertahanan Fiorentina. Orang tersebut adalah Henrikh Mkhitaryan. Mkhitaryan maju membawa bola dan menembak bola di daerah titik putih. Dan gol pun tercipta di menit ke 8.
(Goll.... Baik sekali tuan rumah membuat taktik dan mengejar ketinggalan. Gol ini pun memberi semangat pada para pemain Inter lainnya)
"Sudah kubilang, Hati-hati kan, Ameyuri?" ucap Amrabat.
"Kau kenapa ketika sadar dengan pergerakan mereka tidak mencegah pergerakan mereka? " ucap ku
"Baiklah, ayo kita balas gol yang tadi"
Semangat ku menjadi sedikit membara dengan dukungan Amrabat itu. Kami mempunyai pandangan yang sama. Dia bisa melihat pergerakan lawan lebih cepat namun pergerakan nya sangat terlambat.
Pertandingan pun dilanjut. Aku pun membawa bola yang diumpan padaku. Aku membawa bola dan mencoba melewati lawan.
"Jangan lakukan hal yang sudah dipastikan kau tidak bisa, Asagiri" ucap Arthur "Aku peringatkan kau jangan coba menggunakan skill jika skillmu payah"
"BERISIK" hardikku "BIAR AKU KERJAKAN INI DENGAN BAIK"
Namun sial sekali diriku. Bola itu direbut oleh Darmian. Mereka nekat juga ya.Memajukan seorang bek padahal bakalan banyak peluang dari sana.
Darmian mengumpan pendek pada Lautaro dan Lautaro membawa bola. Saat dihadapkan dengan Luca Ranieri, dia melihat Marcus Thuram di sisi satunya berlari dan menunggu umpan. Lautaro pun memberi umpan yang sangat sulit dan diterima baik oleh Thuram. Thuram pun menghentikan bola dan melihat Lautaro.
Bola yang tadi diberikan Lautaro dikembalikan dan dia menggunakan tendangan langsung dari sisi kanan gawang. Bola tidak mampu ditepis Terraciano sehingga tendangan itu membuahkan gol kedua untuk mereka. Gol itu terbentuk di menit ke 15.
(Goooolllllllll......... Tuan rumah tidak ingin dipermalukan di markas mereka. Hanya "luar biasa" kalimat yang keluar untuk taktik mereka ini)
Kami pun mulai kecewa. Ada yang menundukkan kepalanya ke rumput, ada yang tidak bergerak terbaring. Fans Inter bersorak ria atas comeback dari Inter Milan ini.
Pertandingan kembali dilanjut. Kini bola diumpan pada Arthur dan dia mengumpan pada Michael Kayode. Kayode membawa bola dan mengumpan jauh pada Brekalo.
Brekalo kali ini dihadapkan dengan lawan dan menggunakan segala teknik pergerakan yang sudah dia kuasai. Dia lewati semua pemain seperti bermain sirkus. Di tengah menggocek lawan, di jantung pertahanan sudah ada Amrabat. Dia pun menendang, namun ditahan baik oleh kiper Sommer.
(Oh tangkapan yang bagus. Ternyata ini dia reflek yang tidak membuat mereka menyesal menjual pemain seperti Onana.)
Aku sudah mulai kesal hati melihat mereka menangkap semua pergerakan yang dimiliki oleh Amrabat.
"Ayolah kita tidak akan lengah" kali ini dia melemparkan bola ke sisi kanan lapangan yang masih wilayah dari pertahanan Inter. Namun, Sommer terlalu melesat dalam melemparkan bola itu kepada Nicolo Barella dan malahan melewati garis mati.
Throw in dilakukan oleh Arthur. Arthur melemparkan bola ke tempat yang kosong. Padahal didepan sudah ada Brekalo dan di kirinya sudah ada Biraghi.
Ternyata tidak sia-sia, bola dikejar oleh N. Gonzalez dengan kecepatan larinya yang super cepat.Mengetahui itu, Gonzalez pun melepas bola ke arah setengah gol ke gawang Sommer. Para pemain bertahan pun meloncat, namun kalah cepat dengan Gonzalez yang lari sekencengnya dan meloncat menembak dengan lembut di pucuk kakinya.
(SENNNNSAAASIIIOOONALLL......, sangat baik kecepatan milik Gonzalez ini. Dia sangat hebat dalam mengejar setiap ketinggalan dari lawannya.)
Kami pun selebrasi dengan Gonzalez dan dia juga tergolong orang yang masih menahan diri di pertandingan kemarin sehingga aku baru sadar kecepatan nya seperti kilat.
Mungkin sudah dapat satu petunjuk, bukan gaya tapi trik yang akan mengerjai data pikir lawan sehingga mereka tidak merasa bebas untuk menggapai bola.
Aku belum tahu, mungkin Gonzalez mengandalkan kecepatan dan kapanpun bisa membuang bola sejauh apapun, kalau hampir didapatkan oleh lawan pun dia bakal lomba lari dengan si lawan.
Hebat, sudah satu langkah aku mendapatkan kunci bermain dengan skill. Tapi tidak akan mudah apalagi dicari di tengah pertandingan. Tapi bagus kalau berhasil. Tidak akan tertebak bagaimana serangannya.
Gol itu terbentuknya di menit ke 25.Skor menjadi imbang sementara 2-2.Aku akan membuktikan kebolehan ku di tim ini. Tidak ada kekacauan lagi kedepannya.
Pertandingan kembali dilanjutkan. Aku mulai mengincar Martinez . Tapi tidak boleh diremehkan. Dia juga mempunyai tatapan yang sama dengan ku. Aku memang akan senantiasa mengawasi nya.
"Kau hanya akan melakukan ini? " ucapnya padaku dengan dingin
"Sayang sekali belum ada rencana lain" jawabku
"hohoho... jangan tersinggung"
Lautaro kemudian menerima umpan yang diberi oleh Mkhitaryan dengan punggung kakinya
"Aku harus mengalahkan mu untuk kali ini" lanjutnya dengan nada dingin
Ayo kita lihat siapa yang bakal kalah di pertandingan berikutnya. Bola dibawa baik oleh Martinez, namun dislide oleh Nikola Milenkalov. Slide bersih itu pun menjadi throw in dan yang mengambil throw in nya adalah Lautaro. Lautaro membuang bola pada Calhonaglu. Namun dia kalah loncatan oleh Milenkalov sehingga Milenkalov berhasil stopping bola dengan dadanya.
Sehingga turun minum, skor tidak sama sekali bertambah dan diteruskan di babak kedua.