
Aku sudah begitu siap untuk pertandingan selanjutnya. Aku tidak takut, malah bersemangat untuk bermain melawan As Roma. Aku tidak gentar sedikitpun karena aku akan mendapatkan lawan yang cukup kuat. Belum lagi kabar terbaru mereka akan meminjam Lukaku dari Chelsea.
Aku sontak semakin semangat dengan perlawanan sengit di keesokkan hari. Kini aku berada di kamar menghabiskan minuman protein. Untuk sementara lupakan pizza atau pasta karena lawan berikut nya adalah para tentara Roma. Tidak peduli sekuat apapun mereka asalkan tekad kami tidak kalah.
Malam begitu gelap dan runyam namun terasa ramai dengan suara supporter yang terus menggema di telingaku. Aku akan memberikan mereka perlawanan berarti. Aku melihat statusku yang terpajang di kamarku. Iya, selama ini statistics ku berada di kamar dan terlihat shoot sudah pas, passing sudah diatas rata-rata dan akurasi, itu yang terlalu banyak kurasa. Tapi aku masih heran, kenapa aku dicadangkan besok ya? Apakah aku nakal ya? Dybala kan ada konflik dan wajar dia cadangan. Aku semakin tidak tahu apa yang dipikirkan oleh manajer botak itu.
Keesokan harinya aku meregangkan badanku dan keruang ganti kemudian mengambil bajuku yang tandang.
"Kira-kira kalau tandang, apa yang akan kita lakukan, kapten" bicara kubuka pada Biraghi
"Tentu naik bus, cepat bus nya sudah datang"
Bus itu langsung membawa kami ke stadion As Roma dengan kelajuan yang normal. Kukira bakalan sangat praktis. Ternyata ribet juga didunia ini.
Ini sempat membuat ku berpikir ketika dulu aku main eFootball di PS5 aku setidaknya bisa 10 pertandingan yang berarti setidaknya sudah 2 kali Piala Liga ataupun Champions League. Tapi mengingat ini universe lain malah membuat aku teringat pada teori relativitas. Einstein sudah membayangkan hal demikian agar orang percaya dengan hari pembalasan.
Aku dulu lagian seingatku memakai Real Madrid ataupun Juventus ketika di era Ronaldo. Tapi iya, aku seperti nya belum menemukan kalau eFootball mempunyai Saudi Arabia Pro League soalnya aku ingin main.
Dan berapa tidak beruntung nya sekarang aku sudah mati. Kalaupun ada pembaruan lagi, aku di universe ini akan pindah ke liga Arab.
Aku dan pemain lain saling bersalaman dengan pemain As Roma. Aku tahu Lukaku dan Dybala akan dimainkan nanti. Maka tidak buruk juga Aku di bangku cadangan.
Ketika aku menjabat tangan Dybala, aku senang sekali menyalaminya. Lebih tampan jika dilihat dari dekat. Lukaku ternyata juga keren kalau dilihat langsung.
Setelah lagu dikumandangkan, akupun kembali ke kursi cadangan dan duduk melihat pertandingan seru ini.
(Baiklah, ayo kita saksikan pertandingan ini. Bisakah Roma mempertahankan eksistensi nya sebagai jagoan? Ayo kita saksikan)
Bola pun mulai digulir dari pihak tuan rumah, permainan masih berjalan baik dengan taktik yang baik diantara kedua tim. Masih saling mengoper dan menyimpan energi dari kedua kubu. Rencana Mourinho akan selalu baik, maka dari itu harus waspada.
Aku pun senyum melihat pertandingan unik dan hebat ini. Aku ingin sekali cepat masuk, cuma ya si botak menyebalkan itu. Tapi aku belum sepanas ingin memukulnya. Aku hanya mungkin cukup sabar dan membuktikan diriku bahwa aku akan mengubah pola permainan ini
Fiorentina mulai menekan permainan, manajer Italiano sudah mengarahkan formasi serang pada teman serekanku. Aku harap ada keunggulan dimulai oleh As Roma.
Nzola mulai menendang, namun sepertinya Rui Patricio cukup kuat menghadang serangan dari Nzola. Aku akan menunggu serangan mereka yang berikutnya. Rui Patricio mulai umpan pendek pada Gianluca Mancini dan mengumpan panjang pada Lorenzo Pellegrini.
Seperti nya ini adalah serang balik dari As Roma, Pellegrini pun kemudian mengoper pada El Shaarawy dan mulai menembak jarak menengah. Namun, bola berhasil ditepis oleh kiper Piettro Terraciano.
Bola berlanjut bergulir di garis mati dan menjadi tendangan sudut. Leandro Paredes mengambil korner. Bola melambung tinggi ke para penyerang di kotak penalti menunggu waktu yang pas dan menyundulnya.
Namun, bola berhasil dihalau sempurna oleh Nikola Melankovic yang mempunyai badan tinggi dan loncatan yang tinggi pula. Permainan kembali berlanjut mencari celah lawan.
Sudah 40 menit berjalan namun belum ada sedikitpun yang mengerahkan segala kemampuannya disini. Masih saling menyimpan energi. Dan disaat itulah, El Shaarawy keluar diganti oleh Romelu Lukaku, sang striker pinjaman. Pertama dia masuk saja, sudah berhasil melewati pemain kami satu persatu, bahkan secara fisik, tim kami kalah melawannya. Dia pemain yang tangguh. Mengingat dia pernah melawan Ibrahimovic membuat ku sedikit gentar.
(Nampaknya, sang juara Mourinho sudah menampilkan penampilan apik dan mencengangkan. Bisakah dia mengkonversikan yang satu ini menjadi gol?)
Bola pun melesat, sempat ditahan oleh Terraciano , namun terlepas begitu saja dari tangannya. Dan tendangan itu menjadi keunggulan untuk As Roma
(GOOOOLLL!!!!!!! Goal yang indah dari jawara Mourinho ini patut diapresiasi)
Aku sudah merasakan hawa ancaman dari Romelu Lukaku. Dia ganas juga ternyata dan gol itu tercipta di menit 42.
Aku tunduk dan memelas mukaku kebawah. Pak Italiano melihat diriku yang membenam wajahku di kedua tanganku itu.
"Tidak apa-apa" ucapnya "pertandingan belum selesai"
"Hm hm hm. Hehehehe" tertawaku dengan respon lucu si botak menyebalkan itu
"Hey, kau tidak apa-apa kan? "
"Menarik" mukaku mulai terlihat badass dan terlihat siap memberi ancaman serius jika sempat gol lagi
"Andai saja kau masukkan aku" lanjutku "Mungkin yang seperti ini tidak akan terjadi"
"Syukurlah kau baik -baik saja, tapi bersabarlah aku pasti akan memasukkan mu, anak muda"
Dia menepuk bahuku dengan lembut. Tepukan nya itu berhasil melembutkan hatiku yang kalanya keras belum dapat menerima dengan legowo.
Babak pertama tersisa 3 menit. Aku berharap ada serangan yang berarti dan dapat mengimbangi mereka. Nampaknya tuan rumah tidak ingin dipermalukan untuk ini, maka dari itupun mereka mulai membuat pertahanan kokoh.
Josip Brekalo yang semulanya maju mengumpan kembali ke belakang menuju Arthur. Dia sepertinya cukup baik dan diandalkan sebagai playmaker dari Fiorentina. Dia baik sekali menentukan jalan permainan. Tidak heran dia layak dipinjam mahal dari Juventus.
Sudah 45 menit dan diberi tambahan waktu 5 menit. Sang playmaker masih mencari celah dari pertahanan milik As Roma. Dan dia menemukan tidak lama sang kapten di belakang nya, Parisi Biraghi bakalan ikut membantu serangan dari Fiorentina dan bakal menyamakan kedudukan Fiorentina mungkin.
Dia pun memberi umpan terobosan dan diterima baik oleh sang kapten. Dia pun kemudian dari jarak jauh melakukan fake shot.
(Wah ternyata sang kapten begitu lihai membuat fake shot dan kita tunggu apa yang akan dia lakukan)
Dia tidak menendang, melainkan dengan kaki bagian dalam yang sedikit dimiringkan 90 derajat menjadi bola muntah dan memantulkan bola nya ke kotak penalti sehingga dalam posisi dan waktu yang tepat, Bonnavertura menyambut bola itu dengan kontrol dramatis dan melakukan voli. Tembakan itu dikonversikan menjadi gol
(SENSASIONAL!!!!! pembalasan yang begitu dramatis sekali pemirsa. Mereka amat baik menerima dan mensupport satu sama lain)
Gol itu tercipta di menit 45+5.Kalian tahu lah itu menit keberapa. Pertandingan kembali digulir, namun wasit sudah meniup peluit dan babak pertama sudah berakhir