KOKO KRUNCH

KOKO KRUNCH
06 | PENDEKATAN



...IKUTI INSTAGRAM :...


...@finarsky__...


...FOLLBACK?? DM!!!...


...🔥🔥🔥...


"Ini beneran gue langsung chat dia gitu?"


Udin menganggukkan kepalanya cepat, "Ini beneran lo nggak pulang ke rumah? Jam satu dini hari nih sekarang."


Koko menggelengkan kepala, "Nggak ah, gue nggak pulang hari ini mama juga nggak akan cari gue."


"Ah masak? Lo kan anak mama." Ejek Yogi kemudian.


"Ya kali gue anak papa.. Papa gue udah di dalam tanah kalo lo berdua lupa." Jawab Koko cepat dengan menatap roomchat kosong dimana nomor yang diberikan Udin beberapa waktu lalu.


"Si paling y-team." Ejek Udin berdecih.


Melihat Koko yang bingung harus memulai chatting gimana, Udin dengan cepat membuka roonchat di nomor cewek tersebut lalu menunjukkan tepat di depan Koko.


"Online anjir.. Buruan deh lo chat dia."


"Ya gue harus chat dia apa? Gimana?"


"Manggil namanya gitu." Lanjut Koko bingung karena sekian lama tidak melakukan pendekatan dengan seorang wanita.


"Gatha cantik gitu juga bisa." Sahut Yogi cepat dengan menyeruput kopinya.


"Gue bukan buaya! Ya kali baru mau kenal udah cantik-cantik aja."


Udin menatap Yogi, "Lo dulu karo kenalan sama cewek lo chatnya gimana? Ajarin noh temen lo."


Yogi menghembuskan nafas pelan, "Apa perlu gue yang chat sekarang pake ponsel lo? Siniin ponsel lo."


Koko yang mendengar hal tersebut sontak saja menyembunyikan ponsel mahalnya, "Alah nggak ah, ponsel-ponsel gue dan yang mau pendekatan itu gue.. Ya kali lo berdua yang ikutan chat."


"Ogah!!" Sewot Koko kemudian.


"Ini bener namanya Gatha doang?" Tanya Koko lagi memastikan pada Udin.


Udin menganggukkan kepalanya cepat, "Lo chat aja Gat atau Tha, kalo lo susah panggil dia kayak gitu mending langsung ke intinya aja."


"Intinya gimana maksud lo?" Tanya Koko bingung dengan mengernyitkan dahinya.


"Sayang dong." Sahut Udin dan Yogi bersamaan dengan tertawa mengejek Koko.


"Mata lo asu!"


"Masalah kehidupan pribadi, identitas dan yang lain mending langsung aja lo tanya ke orangnya.. Itu bisa buat bahan lo biar nggak canggung dan chatan lo berdua nggak mati topik." Jelas Yogi kemudian.


Koko bingung sendiri harus memulai darimana. Apalagi ia sudah lama sekali tidak merasakan apa itu jatuh cinta dan melakukan pendekatan.


"Buruan lo chat, keburu tidur nanti dia." Suruh Udin kemudian dengan menepuk pelan bahu Koko.


...Gatha...


^^^Assalamualaikum..^^^


Begitulah chat Koko pertama kali pada Gatha, kenalan cewek dari Udin yang akan ia ajak bekerja sama dengan menjadikannya pacar pura-pura.


Entah ke depannya nanti akan bagaiman nasib mereka berdua, Koko belum memikirkannya kali ini.


"Lo udah chat dia? Lihat dong.." Ucap Udin.


"Langsung panggil sayang beneran atau gimana?" Sahut Yogi yang sama-sama penasaran cara pendekatan Koko pada cewek baru.


"Alah nggak ah.. Cuma salam doang kok." Jawab Koko kemudian bersamaan dengan memasukkan ponselnya ke dalam saku celana.


"Beneran cuma salam doang?" Goda Udin lagi.


"Nanti diem-diem assalamualaikum cantik."


"Gue bukan lo berdua, yang ada cewek sana-sini matanya jelalatan kemana-mana."


Udin menatap Koko, dirinya lalu Yogi dengan mengusap dagunya, "Diantara kita bertiga emang yang mukanya ganteng manis cuma lo deh, semua orang ngakuin itu." Lanjut Udin dengan menatap Koko.


"Sama aja." Jawab Koko singkat dengan menghembuskan asap rokoknya.


"Masalah duit juga paling tajir lagi." Sahut Yogi dengan bertepuk tangan kecil.


...🔥🔥🔥...


TING..


TONG..


TING...


TONGG..


"Fika bener-bener ya, udah di bilang jangan tidur dulu masih aja molor jam segini." Gumam Koko bersamaan dengan melihat jam tangan yang menunjukkan pukul dua dini hari.


"Bukain pintunya! Gue udah di pintu belakang dari tadi." Suruh Koko pada Fika begitu panggilannya terangkat.


Fika yang sudah full mengantuk dengan lemas berjalan menuruni tangga dan membuka pintu belakang.


"Lo kalo mau pulang jangan pulang jam segini bisa ngga sih kak?"


"Mata lo nggak lihat ini udah jam berapa?" Sewot Fika dengan menutup pintu kasar.


Koko hanya mendengarkan omelan Fika dengan bodo amat seperti biasa dan masuk rumah begitu saja mengabaikan Fika.


"Untung abang gue. Kalo nggak udah gue bunuh beneran." Greget Fika dengan mengepalkan kedua tangannya greget.


Koko berjalan menaiki tangga dengan ponsel yang ada di tangannya karena penasaran dengan balasan Gatha untuknya.


"Mama tadi bilang kalo lo nggak bawa cewek dengan segera, lo akan di jodohin sama anak komplek sebelah.. Itu amanah dari oma." Ucap Fika tiba-tiba memberi peringatan pada Koko lalu masuk ke dalam kamarnya begitu saja.


Koko merebahkan tubuhnya tepat di atas ranjang dengan menatap langit-langit kamar sembari memikirkan semuanya.


"Gatha cewek yang gimana ya?"


"Dia mau nggak ya jadi pacar pura-pura gue?"


"Kalo sampai nggak mau, terus siapa lagi yang gue ajak berpacaran pura-pura? Masak iya gue minta nomor cewek lagi ke Udin."


"Mustahil banget kalo itu.. Yang ada mereka berdua ngira gue cowok suka main cewek." Gumam Koko kemudian lalu menghembuskan nafasnya bingung.


Hingga getaran ponsel yang menandakan ada pesan masuk membuat Koko meraih ponselnya dengan malas.


"Siapa sih yang chat jam segini? Nggak tidur apa gimana?" Dengus Koko.


Mata Koko terbelalak kaget saat Gatha membalas pesannya dan hal tersebut mampu membuat dirinya deg-degan sendiri bak anak gadis pertama kali jatuh cinta.


"Mampus!! Gatha balas chat lagi.. Gue harus balas apaan?"


...Gatha...


Walaikumsalam..


Sp?


^^^Boleh kenalan nggak?^^^


^^^Gue dapet nomor lo dari temen gue..^^^


^^^Nama lo Gatha kan?^^^


Begitulah balasan Koko yang langsung ke intinya tanpa mau basa-basi lagi.


Iya, nama gue Gatha.


Lo siapa?


Temen lo siapa?


^^^Udin.. Gue dapet nomor lo dari Udin.^^^


^^^Gue temennya Udin^^^


Oh iya, nama lo Adi bukan?


Kata Udin tadi ada bakalan ada yang chat gue namanya Adi gitu.


Koko mengernyitkan kepalanya bingung karena namanya bukan Adi yang Gatha maksud.


Tidak lama ada pesan masuk dari Udin di ponsel mahal milik Koko.


Gue bilang ke Gatha nama lo Adi.. Tadi gue lupa mau kasih tau lo.


Koko Wijaya Adibaskara.


Gue pake yang Adi.


Koko yang membaca pesan dari Udin dengan cepat mengusap wajahnya kasar, "Kok nama gue jadi katrok gini sih."


"Bagusan juga Koko biar di kira Koko China-Indo eh malah si Udin ngerusak." Gumam Koko kemudian.


^^^^^^Iya gue Adi..^^^^^^


^^^Gue boleh kenalan kan sama lo?^^^


Balas Koko pada Gatha kemudian yang terpaksa menggunakan nama Adi yang diambil dari Adibaskara.


Mereka berdua akhirnya melanjutkan chattingan hingga menjelang subuh. Yang mana Koko tertidur pula dan Gatha yang mulai melakukan aktivitas paginya sebelum berangkat ke sekolah.


...🔥🔥🔥...