KOKO KRUNCH

KOKO KRUNCH
17 | FISIK BUKAN JAMINAN



"Lo nggak suka beneran kan Jo sama abang gue?" Tanya Fika tiba-tiba pada Agatha.


Agatha yang awalnya tengah fokus yang bertukar pesan dengan Koko sebagai Gatha dengan cepat mendongakkan kepalanya.


Mereka berdua kini berada di sebuah taman bermain yang tidak jauh dari rumah Fika.


Agatha menggelengkan kepalanya, "Kalo cowok di dunianya ini satu-satunya cuma abang lo buat gue nikahin, gue lebih pilih nggak nikah."


"Abang lo bukan tipe gue."


"Tapi abang gue baik asal lo tau."


Agatha mengendikkan bahu lalu tersenyum mengejek ke arah Fika, "Baik buat lo karena dia itu abang lo dan sedarah sama lo."


"Dia mana pernah baik sama gue? Yang ada nyari gara-gara mulu dan bikin gue naik darah."


Fika tersenyum tipis bersamaan dengan melirik pesan singkat yang mana tengah Agatha lakukan dengan Koko.


"Masih percaya sama cinta virtual yang lo ceritain ke gue beberapa waktu lalu? Emang dia anak mana? Ganteng nggak?"


Agatha menatap singkat Fika tersenyum tipis dan mengedipkan matanya genit, "Ganteng emang patokan buat macarin seseorang gitu?" Tanyanya kemudian.


Fika menghela nafasnya terheran-heran dengan kalimat pertanyaan yang keluar dari bibir Agatha.


Sudah jelas di era saat ini, jaman ini bahkan dari jaman apapun itu menurut Fika dan bahkan cewek lain pun akan menstandarkan kegantengan untuk menuju ke jenjang serius.


"Bisa-bisanya lo tanya kayak gitu sama gue."


"Ya udah jelas dong gue sebagai kaum hawa yang profesional sangat mengedepankan yang namanya muka ganteng buat gue pacarin."


"Kalaupun harus jelek, minimal ada uangnya gitu." Lanjut Fika dengan menggeser duduknya agar lebih dekat dengan Agatha.


Agatha yang mendengar penjelasan dari Fika hanya diam saja tanpa komentar apapun.


Bagi Agatha sendiri ketampanan atau fisik bukan menjadi patokan untuk menjalani hubungan serius. Yang ia utamakan adalah ketulusan serta kepedulian terhadap dirinya apalagi ditambah masalalu Agatha perihal keluarga yang jauh dari kata harmonis.


"Kalo misal gue mau sama abang lo beneran belum tentu juga abang lo mau sama gue."


"Jangan lupain juga bahwa gue sama abang lo ini hanya pura-pura dan nggak akan terjadi hubungan beneran. Jadi aman-aman aja."


"Abang lo minta bantuan gue karena lo yang keceplosan sendiri sama nenek lo yang bilang kalo gue pacar abang lo."


Agatha menghela nafasnya, "Dan sialnya, abang lo malah minta gue pura-pura jadi pacarnya buat nolak si Shella yang seksi tapi ular kata abang lo." Lanjut Agatha kemudian yang membuat Fika tertawa.


"Ya semoga aja lo beneran nggak suka-suka amat amat cowok virtual lo yang namanya Adi-Adi atau siapa itu deh Jo."


"Emang kenapa? Ya terserah gue dong mau pacaran sama siapa."


Jujur saja Fika sangat berharap lebih jika Koko sang abang akan jatuh cinta beneran terhadap sahabat baiknya, Agatha.


Mengetahui betapa buruk kehidupan Agatha membuat Fika tidak tega jika Agatha jauh darinya dan dengan Koko jika serius pada Agatha membuatnya percaya jika Agatha akan selalu ada didekatnya lewat hubungan serius yang akan mereka bina bersama.


"Abang lo pasti punya idaman cewek dan nggak mungkin nggak."


"Abang lo emang nggak ganteng tapi manis abis asal lo tau. Cowok ganteng emang banyak tapi nggak selalu manis tapi kalo cowok udah manis, pasti selalu ganteng."


"Abang lo contohnya." Lanjut Agatha kemudian.


Fika memutar bola matanya menggambarkan omongan Agatha adalah bualan semata.


"Ya untung aja gak ada abang lo." Sahut Agatha cepat dengan tertawa riang seperti biasanya.


...✨✨✨...


"Lo lagi lo lagi.. Lo ngapain disini?" Tanya Agatha nyolot ketika tidak sengaja menabrak Koko di pusat perbelanjaan.


Koko hari ini sengaja ingin pergi ke pusat perbelanjaan karena ia mendapat hukuman dari sang mama untuk belanja sesuai dengan catatan yang ia bawa.


Demi menjunjung tinggi bahwa Koko adalah anak yang baik dan berbakti maka mau tidak mau ia berangkat dengan terpaksa dan membawa secarik kertas berisi semua belanjaan yang telah dicatat oleh sang mama.


Sedangkan untuk Agatha sendiri berada di pusat perbelanjaan hanya sekedar untuk berjalan-jalan yang ia yakini mampu membuat otak kembali segar dan jauh dari kata kesepian.


Koko memungut kertas yang tidak sengaja jatuh, "Lo yang nabrak gue dan lo juga yang nyalahin gue. Bilang aja lo kesini ngikutin gue." Jawabnya.


Agatha mengibaskan rambut panjangnya serta memutar bola matanya malas, "Emang gue cewek apaan ngikutin lo kesana-kemari?"


"Lo juga siapa gue dan gue siapa lo sampai-sampai ngikutin? Kayak gue nggak ada kerjaan aja."


"Emang lo nggak ada kerjaan!" Sahut Koko cepat.


"Ada kerjaan gue!! Dan gue males debat sama lo apalagi ladenin lo. Lama-lama bisa darah tinggi terus keriput bicara sama lo."


Koko menatap Agatha dari atas sampai seolah mengintimidasi.


"Lo ngapain natap gue kayak gitu?! Mesum lo ya?!"


"Mesum pala lo peang!! Kerjaan lo apaan coba ke pusat perbelanjaan kayak gini sedangkan lo aja nggak bawa apa-apa."


"Emang apa hubungannya sama lo? Mau gue bawa apa-apa ya terserah gue. Nggak bawa apa-apa ya terserah gue."


"Emang harus gitu ke pusat perbelanjaan gini belanja-belanja? Nggak asal lo tau!!" Lanjut Agatha sewot.


Telintas ide cemerlang yang tiba-tiba hadir di kepala Koko bersamaan dengan mengedipkan satu mata genit kepada Agatha.


"Dihh.. Mata lo bintitan apa gimana? Gak jelas banget jadi cowok."


"Gue boleh nggak minta bantuan sama lo?"


"Nggak!!" Jawab Agatha cepat yang membuat Koko menghembuskan nafasnya kecewa.


"Lo sadar nggak sih kalo yang lo mintai bantuan itu selalu bikin gue susah? Yang awalnya gue nggak kenapa-napa jadi kenapa-napa semenjak gue bantuan lo. Padahal niat gue kan baik bantuin lo."


"Sekali ini aja bantuin gue dan gue yakin lo pasti seneng." Rayu Koko dengan mengangkat kedua matanya dan tersenyum manis menatap Agatha.


Koko memang ditakdirkan menjadi cowok manis dengan adanya senyum yang bisa membuat semua wanita terpana termasuk Agatha.


"Orang gue nggak mau. Lagian mana ada konsep bantuin terus seneng? Ogah gue!! Itu cuma akal-akalan lo doangkan? Ngaku aja lo."


Agatha dengan cepat pergi begitu saja meninggalkan Koko yang sedang mengusap wajahnya kasar.


"Udah dihukum sama mama suruh belanja segini banyaknya, gue juga tolol masalah belanja ditambah ketemu Agatha si macan yang nyamar jadi manusia."


"LO PACAR GUE KALO LO LUPA, AGA!!" Teriak Koko kemudian yang membuat semua orang menatap Agatha dan dirinya bergantian.


...✨✨✨...