KOKO KRUNCH

KOKO KRUNCH
04 | AGA



...IKUTI INSTAGRAM :...


...@finarsky__...


...FOLLBACK? DM!!...


...🔥🔥🔥...


"Lo pulangnya sama siapa Jo? Sama gue aja yuk." Ucap Fika yang berjalan bersama dengan Agatha keluar dari tempat latihan.


Agatha dan Fika memang sahabat lama yang di pisahkan dengan kepindahan rumah Agatha secara tiba-tiba ditambah dengan ponsel Agatha yang hilang membuat mereka berdua tidak berkabar begitu lama.


"Gue bawa motor dan lo juga boncengan sama abang lo, mau naik mana gue?" Jawab Agatha kemudian.


"Temen lo bawa motor juga mending kita sekarang pulang karena habis ini gue ada acara sama temen-temen gue." Sahut Koko cepat dengan menutup tas ranselnya.


Fika menatap Koko dan tiba-tiba saja sebuah ide cemerlang terlintas di otaknya, "Gimana kalo gue pulang sama Jo dan lo langsung ke temen-temen lo kak?"


"Temen-temen lo palingan cuma Udin sama Yogi." Lanjut Fika kemudian.


"Nggak! Gue akan anter lo pulang dulu sampai rumah baru gue keluar sama temen-temen gue."


Fika menggeram kesal, "Gue udah besar kak dan gue cuma mau pulang bareng sahabat gue nggak lebih."


"Justru lo yang semakin besar tanggungjawab gue sebagai abang lo juga semakin besar pula.. Sekarang pulang!"


Agatha yang melihat perlakuan Koko terhadap Fika hanya terdiam, mengagumi serta tidak mampu memendam rasa sukanya.


Fika menarik pelan lengan Agatha yang membuat sang empu kaget, "Gue nebeng lo ya, biar abang gue keluar sama temen-temennya."


"Boleh nggak Jo?" Lanjut Fika bertanya pada Agatha.


Agatha menganggukkan kepalanya dengan senang hati, "Ayo aja kalo gue tapi lo harus dapet ijin dari abang lo."


"Tuhkan kak, Jo aja mau nebengin gue masak iya gue nggak boleh nebeng ke dia?" Gumam Fika kesal.


Koko mengusap wajahnya kasar lalu menatap Agatha beberapa detik kemudian mengalihkan pandangannya menuju ke arah Fika.


"Langsung pulang nggak boleh mampir kemana-mana dulu."


Koko melihat jam tangan mahalnya, "Ini udah malem dan gue perkirakan perjalanan rumah kesini cuma 20 menit."


"Kalo 20 menit lo nggak telfon gue, awas aja!" Lanjut Koko memberi peringatan pada Fika.


Fika menarik tangannya ke belakang seolah ia berkata berhasil lalu menarik lengan Agatha menuju basemen parkir.


"Gue duluan ya kak.. Bye!"


"Gue doain dapet cewek malam ini biar bisa di bawa pulang terus kenalin ke mama."


"Selamat berjuang kakak tercintaku." Lanjut Fika kemudian dengan menepuk pelan bahu Koko sebelum pergi.


Koko hanya menghela nafasnya pelan dan mengusap wajahnya kasar.


"Fika bener-bener udah tenggelamin gue ke dalam masalah yang bahkan solusinya nggak ada sama sekali di otak gue."


"Nyari cewek dimana coba?"


"Nyarinya gampang tapi baik nggaknya di ajak kerjasama itu yang susah.. Mana mama kasih waktu secepatnya lagi."


Gumam Koko kemudian mengepalkan tangannya dengan greget, "Minta bantuin Udin aja kali ya." Ucapnya lagi bersamaan dengan memakai helmnya lalu melajukan motornya dengn kecepatn diatas rata-rata seperti biasa.


...🔥🔥🔥...


"Jo, gimana kalo kita mampir kesana dulu?"


"Enak tau super market disana, ada tempat santainya juga." Lanjut Fika kemudian dengan menunjuk salah satu supermarket yang telah mereka melewati.


Fika yang menepuk bahu Agatha pelan membuat sang empu reflek saja menghentikan motornya.


"Nggak ah! Gue udah janji sama abang lo buat pulangin lo sesegera mungkin."


"Ya kali kita mampir-mampir dulu, yang ada nanti sampai rumah lebih dari 20 menit." Lanjut Agatha kemudian.


"Secara rumah temen-temennya itu jauh banget dari rumah." Lanjut Fika kemudian yang terpaksa diangguki kepala oleh Agatha.


Agatha kemudian berbalik arah dan melajukan motornya tanpa ragu menuju super market yang dimaksud oleh Fika.


"Kalo sampai abang lo marah-marah, gue nggak tanggung ya karena ini kemauan lo."


Fika mengusap rambutnya berlagak songong, "Siap bos.. Nanti gue yng hadepin abang gue."


"Yuk sekarang masuk terus beli camilan yang lo mau karena kali ini gue yang akan traktir lo."


Agatha tanpa ragu menarik bahu Fika, "Laksanakan bos kecil, mari makanan camilan biar tambah gemoy kayak sapi."


Setelah beberapa menit asyik mengelilingi berbagai konter camilan, mereka berdua tepatnya Fika dan Agatha kini tengah berduduk santai di teras super market.


"Kalo boleh tau lo sekarang tinggal dimana Jo? Biar gue bisa main ke tempat lo."


"Asrama militer.. Gue sekarang kan yatim piatu Fik dan gue tinggal di asrama militer tempat almarhum papa dulu."


"Lo yakin di tempat kayak gitu bakalan aman?" Tanya Fika penasaran dengan memajukan wajahnya menatap Agatha.


Agatha menggelengkan kepalanya cepat, "Aman-aman aja sih sejauh ini. Tetangga asrama juga baik-baik sam gue.. Ada yang masih lajang sama udah ada yang nikah juga."


"Alhamdulilah sih kalo kayak gitu."


"Terus biaya kehidupan lo gimana? Lo nggak ada niatan buat minta ke saudara-saudara mama lo atau papa lo gitu?"


"Pernah sih beberapa waktu lalu dan gue malah di maki-maki sama mereka, nggak tau di untung lah, anak pembawa sial dan masih banyak lagi."


"Akhirnya ya gue cum dapet uang pensiunan dari ayah gue buat gue hidup dan alhamdulilah cukup juga buat biaya sekolah baru gue karena gue ada prestasi." Lanjut Agatha bercerita panjang lebar pada Fika.


Fika mengulurkan tangannya lalu menggenggam jemari Agatha, "Gue yakin lo pasti kuat Jo.. Lo pasti bisa."


Agatha menganggukkan kepalanya cepat dan tersenyum manis menatap Fika, "Gue jalanin ajalah dulu.. Intinya gue akan selalu bersyukur dengan apa yang gue punya saat ini."


"Sekarang gue punya lo yang mungkin akan gue repotin dengan gue cerita-cerita random ala gue yang mungkin menurut lo nggak jelas."


"Gue akan selalu ada buat lo sekalipun lo hubungin gue dalam 24 jam.. Gue siap jadi sahabat lo lagi." Jawab Fika cepat dengan menganggukkan kepalanya mantab.


"Yuk pulang.. Nanti keburu abang lo sam-"


DRRTT..


DRRRTTT..


"Bentar gue angkat panggilan ini dulu." Lanjut Agatha begitu ponselnya bergetar namun hanya nomor tanpa nama yang ada disana.


Agatha kemudian berdiri lalu berjalan sedikit jauh dari Fika dan dengan cepat menggeser tombol warna hijau.


"Halo.."


"*Aga, lo bawa adek gue kemana? Udah hampir 30 menit kok belum nyampe rumah aja."


"Jangan-jangan lo ajak aneh-aneh ya*."


"Mata lo!! Nuduh gue yang nggak-nggak.. Lo siapa dan adek lo siapa? Gue nggak kenal sama adek lo."


"Nelfon baru pertama udah ngomongin gue yang nggak-nggak."


"Gue Koko abangnya Fika.. Pulang sekarang atau gue susulin lo berdua."


Mampus!!


Itulah kata yang keluar tepat di pikiran Agatha kali ini.


Dimana nama sehari-hari dirinya adalah Gatha dan Koko malah memanggilnya dengan Aga hingga sukses membuat Agatha malu sendiri.


"I-Iya ini mau perjalanan pulang." Jawab Agatha kemudian dengan pelan hingga Koko mematikan panggilannya sepihak.


Agatha mengusap dadanya pelan, "Bisa-bisanya gue mengagumi sosok Koko yang ketusnya ngalahin gue.. Mana suaranya bikin leleh setiap wanita lagi."


...🔥🔥🔥...