KOKO KRUNCH

KOKO KRUNCH
15 | KOKO JUNIOR



"Beberapa waktu lalu kalian berdua udah saling kenalan kan ya?" Tanya nenek Koko dengan menatap Shella dan Koko bergantian.


Koko yang awalnya fokus makan dengan cepat mendongakkan kepalanya menatap sang nenek lalu meletakkan alat makannya begitu saja.


Sedangkan Agatha sendiri tidak peduli dengan omongan nenek Koko karena ia memang bukan siapa-siapa dari Koko.


Shella tersenyum yang dibuat semanis serta seramah mungkin menatap nenek Koko.


"Udah saling kenal kok oma kita berdua."


"Kamu gimana Koko? Sudah mengenal Shella lebih jauh kan?"


Koko mengendikkan bahunya tanda ia bodo amat atas segala pertanyaan yang menurutnya tidaklah penting.


"Kenapa aku harus mengenal lebih jauh cewek lain oma sedangkan aku aja udah ada cewek, pacar aku sekaligus belahan jiwa aku." Jawab Koko dengan riang dan tersenyum manis bersamaan dengan mata yang menatap Agatha penuh cinta.


Agatha yang sadar akan tatapan Koko padanya dengan cepat terkesiap dan meletakkan alat makannya begitu saja.


"Kamu siapa? Emang di undang makan malam juga disini?" Tanya nenek Koko dengan sewot pada Agatha.


"Dia pacarnya Koko ma, temennya Fika juga." Sahut Desita sebelum Koko menjawab.


Agatha berdiri dari duduknya karena ia sadar bahwa untuk saat ini perannya adalah pacar Koko.


"Agatha oma." Ucap Agatha bermaksud berkenalan dengan nenek Koko.


Nenek Koko sendiri hanya menerima salaman tangan Agatha dengan cuek dan menunjukkan rasa tidak sukanya.


"Emang kalian berdua udah pacaran berapa lama?"


"Setau oma kamu juga belum pernah bawa pulang cewek ke rumah, ini malah tiba-tiba dibawa ke pertemuan keluarga." Lanjut nenek Koko bertanya dengan menatap Koko garang.


"Udah lama oma dan aku bawa Aga ke rumah biar oma tau."


"Apalagi kenalin aku sama cewek sana cewek sini, dikira aku ini nggak laku apa gimana?" Jawab Koko menahan kesalnya dengan melirik Shella yang tepat berada di depannya.


Nenek Koko memincingkan matanya menatap Koko dan Agatha bergantian, "Berapa lama itu berapa?"


Agatha yang ingin menjawab hanya bergumam pelan dan menatap bingunh ke arah Koko.


"Hampir dua tahun oma dan mungkin sebentar lagi aku juga mau lamar Aga."


Badan Agatha mendadak kaku mendengar ucapan Koko. Sedangkan Desita tersenyum senang bukan main dan untuk Fika hanya bisa melongo tidak percaya.


"Kenapa terburu-buru?" Tanya nenek Koko cepat.


"Iya Ko, kenapa cepet-cepet mau lamaran? Bukannya lo masih maba ya sama kayak gue? Lo nggak takut ke goda cewek lain gitu nanti ujungnya." Sahut Shella cepat dengan menatap Koko penuh harap untuk memberi kesempatan padanya.


Perasaan Agatha yang sudah meradang dengan cepat dirinya mengulurkan tangannya tepat dipaha Koko lalu mencubitnya sekeras mungkin yang membuat sang empu meringis.


"Apa sih sayang? Kan emang hubungan kita udah selama itu." Ucap Koko dengan menepis kasar tangan Agatha.


Agatha hanya tersenyum kecil dan terpaksa mengiyakan ucapan Koko.


"Jangan bilang pacaran kalian berdua mode dewasa hingga kamu memutuskan untuk lamaran secepat mungkin?"


"Emang anak-anak sekarang pacarannya nggak sehat semua." Lanjut nenek Koko mulai mengomel.


Koko melihat jam tangan mahalnya lalu berdiri begitu saja dari duduknya dan menarik pelan lengan Agatha.


"Dewasa banget oma.. Makanya aku selalu nolak cewek yang dibawa oma ke aku."


"Dan aku sama Agatha udah pernah tidur bareng dan nanti nggak tau juga kapan jadinya Koko junior. Jadi, tolong berhenti oma buat jodohin aku."


"Jamnya udah malem, aku mau anterin Agatha pulang." Pamit Koko lalu pergi begitu saja berjalan menuju garasi yang diikuti Agatha di belakangnya.


...🔥🔥🔥...


"Lo bener-bener gila tau nggak?!!"


"Dan lo bilang apa tadi? Koko junior?"


"Mata loo!!!" Lanjut Agatha dengan menatap marah ke arah Koko.


Sekarang mereka berdua tengah berada di depan supermarket dimana Agatha yang meminta paksa untuk diturunkan disana dengan keadaan marah besar serta mengomel tanpa henti.


"Besok juga oma lupa kalo gue ngomong gitu. Udah tenang aja."


Agatha mengepalkan tangannya greget mendengar jawaban Koko yang ringan tanpa panik sedikit pun.


"Tapi yang di meja makan tadi bukan cuma lo, gue sama oma lo dodol.. Ada Shella calon istri lo sama mama lo sama Fika juga."


"Dan lo dengan vulgarnya ngomong tidur bareng, pacaran mode dewasa, Koko junior.. Lo emang gila tau nggak?!"


"Mereka semua akan lupa beneran deh gue jamin, sekarang lo naik gue anter pulang."


Agatha memijat kepalanya pelan karena rasa pening mulai datang dan penyebab utamanya adalah cowok absurd yang ada di depannya.


"Kalo keluarga lo percaya gimana? Gue nggak mau terlibat lagi sama lo apalagi dalam masalah asmara kayak gini. Ogah gue!!"


"Kalo mereka semua emang percaya yaudah."


"Yaudah apa maksud lo?" Tanya Agatha cepat karena takut Koko akan merencanakan hal yang macam-macam padanya.


Koko tersenyum sinis menatap Agatha, "Lo takut gue berbuat sesuatu sama lo?" Tanyanya dengan menaikkan alisnya.


"Gue nggak takut sama lo dan gue cuma nggak mau terlibat lagi sama masalah lo.. Udah cukup gitu aja."


"Yaudah gue akan nikahin lo dan lo nggak jelek-jelek amat kalo jadi istri gue."


"OGAH GUE OGAH!!"


"Nikah sama lo ogah banget!!"


"Berurusan sama lo aja gue udah ogahnya minta ampun apalagi nikah sama lo, gue ogah!!" Lanjut Agatha menolak Koko secara terang-terangan.


"Kenapa lo nolak gue gitu amat sih? Gue perasaan ganteng juga sebagai cowok."


Agatha tertawa begitu saja mendengar ucapan Koko yang memuji dirinya sendiri.


"Kalo lo ngerasa ganteng, berduit sama pinter harusnya lo cari pacar beneran bukan malah nyari pacar pura-pura."


"Katanya yakin ganteng kok nyari pacar yang pura-pura.. Kasian uang lo nggak ada yang manfaatin jadi nggak habis-habis."


"Gue ada pacar asal lo tau tapi pacar gue aja galak mana marah-marah mulu sama gue."


Agatha menghela nafasnya bersyukur, "Besok-besok bawa pacar lo ke rumah dan kenalin sama keluarga lo, bilang juga lo udah putus sama gue." Suruhnya kemudian.


"Lo nggak mau kenalan sama pacar gue?" Tanya Koko dengan menatap Agatha.


Agatha menggelengkan kepalanya cepat, "Nggak.. Gue nggak peduli, nggak mau tau dan nggak mau kenal dia."


Koko mulai mengemudikan motornya kembali setelah marah Agatha mereda hingga kini mereka berdua tepat sampai di halaman asrama milik Agatha.


"Lo di rumah sendiri?" Tanya Koko.


Agatha menganggukkan kepalanya, "Nggak gue suruh mampir ya udah malem juga, cowok cewek nggak pantes di rumah berduaan."


"Dan masalah tadi, gue harap lo emang bawa pacar lo ketemu keluarga lo karena gue udah nggak mau lagi berurusan sama lo."


Koko hanya menganggukkan kepalanya pelan lalu pamit begitu saja dan melajukan motornya pulang.


"Pacar beneran gue namanya Aga dan kalo Aga yang habisin uang gue.. Mungkin boleh aja."


"Tapi tetep sih, gue tetep suka Gatha si cewek virtual gue daripada Aga si pacar offline pura-pura gue." Lanjut Koko bergumam sendiri sepanjang jalan.


...🔥🔥🔥...