
...IKUTI INSTAGRAM :...
...@finarsky__...
...FOLLBACK? DM!!...
...🔥🔥🔥...
"Bisa jelasin nggak kenapa harus gue?"
"Kenapa harus gue yang masuk dalam dram percintaan pura-pura abang lo?!"
"Lo gila apa gimana sih Fik?! Bisa-bisanya masukin gue ke dalam hubungan percintaan yang nggak jelas apalagi ini pura-pura."
Begitulah omel Agatha setelah acara turnamen selesai dan sekarang mereka berdua tengah berada di parkiran.
"Habisnya gua bingung juga mau minta tolong ke siapa. Kan lo juga tau kalo temen gue yang baik cuma lo doang." Gumam Fika merasa bersalah dengan menundukkan kepalanya.
Agatha mengusap wajahnya kasar, "Ya terus ini gimana nasib gue? Ciuman pertama gue yang arghh.." Gregetnya kemudian dengan mengepalkan tangannya sebagai bukti rasa dendamnya terhadap Koko.
"Kakak lo ambil ciuman gue astaga Fika.. Pasti gue nanti terkenal sana-sini ngeliat abang lo yang sepopuler itu dimana-mana."
"Tapi abang gue nggak ngerasa populer kok, lo tenang aja deh Jo." Sahut Fika dengan ringannya dan tangan yang mengusap pelan lengan Agatha.
"Nggak ngerasa terkenal tapi namanya tenar dimana-mana.. Di tempat tongkrongan manapun sekota ini nggak ada yang nggak kenal sama abang lo."
"Gue lebih tau sepopuler apa abang lo karena main gue yang jauh sana-sini."
Fika menarik tangan Agatha bermaksud memohon, "Bantuin gue ya Jo. Please, kali ini aja bantuin gue."
"Gue emang mengagumi abang lo secara diem-diem waktu awal kita ketemu dan ngeliat perlakuan dia ke gue, cara ngomongnya ke gue."
"Itu udah cukup buat mutusin diri berhenti kagum sama abang lo."
Agatha menarik tangannya, "Dan sekarang apa yang lo lakuin ke gue Fik? Lo malah libatin gue dan punya urusan sama abang lo."
"Pacar? Pura-pura lagi.."
"Lo beneran gila Fik!! Sumpah lo gila!!" Lanjut Agatha marah pada Fika.
Melihat Agatha yang berlari menuju motornya membuat Fika panik sendiri karena ia takut jika tidak dibantu Agatha, ia akan meminta bantuan ke siapa lagi.
"Jo, please dengerin gue." Ucap Fika cepat dengan menarik lengan Agatha yang membuat sang empu berhenti begitu saja.
"Gue tau gue salah tapi gue mohon sama lo, bantuin gue ya."
"Gue janji akan bilang ke abang gue buat nggak berlaku intim sama lo, nanti gue buat surat kontrak kalo perlu."
"Bukannya gue nggak mau bantuin lo Fik, masalah gue udah banyak dan sekarang masak iya lo tega sih nambahin masalah gue?"
Fika menggelengkan kepalanya cepat, "Maaf kalo temenan sama gue lo jadi susah."
"Gue nggak jadi minta bantuan lo deh, lo pulangnya hati-hati ya."
"Gue pulang duluan, kalo sampai rumah lo kabarin gue." Pamit Fika kemudian lalu berjalan dengan lunglai menuju pintu keluar.
Agatha menghela nafasnya pelan dan melihat bahu lemas Fika hingga tidak tega sendiri.
"IYA OKE, GUE BANTUIN LO!! JADI PACAR ABANG LO." Teriak Agatha kemudian yang tanpa sadar membuat Fika tersenyum lalu membalikkan badannya dan berlari kencang memeluk Agatha.
"Makasih sayangku cintaku sahabat baikku." Girang Fika kemudian.
"Kontrak!! Gue perlu tanda tangan kontrak biar abang lo tau batasan buat pacar pura-pura itu gimana."
"Nggak main sosor bibir gue aja!! Ih jijik gue." Lanjut Agatha dengan mengusap kasar bibirnya.
"Laksanakan bos!!"
...🔥🔥🔥...
"Lo lagi ngapain?" Tanya Koko tiba-tiba yang tanpa permisi masuk ke dalam kamar Fika dengan secangkir teh di tangannya.
"Lo sendiri ngapain abang ganteng masuk kamar gue? Tanpa permisi lagi." Sahut Fika dengan mata yang fokus pada layar laptopnya.
Kokp tersenyum kecil, "Gue emang ganteng.. Nggak salah kali ucapan lo."
"Dih, ngakunya sana-sini ganteng eh asmaranya kacau nggak punya pacar lagi."
"Sampai heran gue sama lo kak.. Duit ada, muka nggak jelek-jelek amat tapi kok nggak ada yang mau sama lo."
"Oma aja sampai turun tangan jodohin lo." Lanjut Fika.
Koko terdiam sejenak lalu meminum sedikit tehnya dan memutar bola matanya malas, "Gue ada pacar tuh."
Fika yang mendengar hal tersebut dengan cepat memalingkan wajahnya menatap Koko begitu intens.
"Siapa? Kok gue nggak tau." Tanya Fika cepat dan tanpa basa-basi lagi.
Koko tertawa kecil mendengar Fika yang mulai ingin tahu tentang pertanyaan iseng yang sengaj ia lontarkan.
"Aga nggak si? Maybe." Jawab Koko dengan mengusap bibirnya bermaksud menambah jawaban dimana tadi sore ia berciuman dengan Agatha, sahabat baik adiknya.
"Agak heran aja.. Dia doang yang nolakngue cium, dia nggak bangga apa gimana sih di cium sama gue?"
"Suatu kehormatan harusnya." Lanjut Koko dengan kepercayaan diri yang tinggi seperti biasa.
Fika menghela nafasnya pelan lalu melanjutkan mengetik surat kontrak antara Koko dan Agatha.
"Suatu kehormatan yang bajingan kak, itu yang bener."
"Mata lo!!" Umpat Koko kemudian.
Koko yang masih penasaran dengan adanya Agatha di turnamen lalu memberikan minum padanya semakin membuatnya curiga jika Fika adalah dalangnya.
"Kenapa Agatha bisa ke lapangan dan bawa minum ke gue?"
"Lo yang suruh kan? Ngaku lo!!" Tuduh Koko cepat bersamaan dengan duduk tepat di sofa yang berada di belakang Fika.
Fika tanpa ragu menganggukkan kepalanya, "Yang bisa bantuin gue cuma Agatha disana, bisa mampus lo kak kalo sampai Shella tau semuanya."
"Kalo lo mau sama Shella biar gue deh besok yang nemuin di-"
"Siapa yang bilang gue mau sama Shella?!" Sahut Koko cepat dengan membayangkan Shella dengan make up tebal seperti tante girang saat bertemu dirinya di tengah istirahat turnamen.
"Pacaran aja sama Shella gue ogah apalagi di suruh nikah sama oma.. Bisa mati muda gue."
"Makanya jangan protes kalo Agatha yang maju tadi."
"Agatha jomblo nggak sih?" Tanya Koko cepat.
Fika memutar kursi belajarnya lalu menatap Koko dengan mata melotot dan kedua tangan yang terlipat bersamaan di depan dada.
"Lo suka Agatha kak?"
Koko menggelengkan kepalanya cepat, "Nggak lah apaan?!!"
"Gue bukan suka atau apalah itu tapi gue khawatir aja kalo dia punya pacar terus tau di terlibat sama gue di turnamen kan jadi salah faham sama pacarnya." Jelas Koko kemudian.
Fika mencebikkan bibirnya, "Kirain suka Agatha."
Koko menggigit kecil bibirnya, "Bibir Aga manis dan gue nggak munafik." Gumamnya kemudian lalu pergi begitu saja menuju pintu.
Mata Fika melotot begitu saja dengan kedua tangan yang menutut bibirnya rapat-rapat.
"Astaga!! Lo beneran mesum kak, bikin takut ih." Ucap Fika bersamaan dengan melempar bantal ke arah Koko.
"Bilangin Aga kata Koko bibirnya manis." Ucap Koko kemudian dengan mengedipkan satu matanya ke arah Fika.
...🔥🔥🔥...