KOKO KRUNCH

KOKO KRUNCH
14 | BANTUIN GUE, PLEASE..



"Ini kenapa gue di suruh kesini? Mana nggak boleh naik motor lagi.. Ribet tau nggak tadi gue naik kendaraan umum." Omel Agatha begitu sampai di rumah Koko dan bertemu Fika tepat di garasi.


Fika mendadak menghubungi Agatha karena hari ini akan ada acara makan bersama dan Shella pun hadir disana.


"Gue butuh bantuan lo banget Jo dan ini juga hal yang mendadak banget."


Fika menepuk bahu Agatha pelan, "Bantuin gue lagi buat jadi pacar abang gue.. Kali ini aja ya?"


"Please.. Cuma lo yang bisa gue andelin."


"Ogah gue ogah!! Berurusan sama abang lo sama aja ngubur hidup gue ke neraka." Jawab Agatha cepat dengan menepis pelan tangan Fika yang ada di bahunya.


"Udahlah gue mau pulang aja." Putus Agatha lalu berjalan cepat menuju pagar dengan kesal.


Kesal dengan semuanya!


DRTT..


DRRTTT..


DRRTT...


"Siapa lagi sih yang hubungin gue? Nggak tau orang lagi kesal apa gimana sih?!"


"HALO!!" Sarkas Agatha kemudian tanpa melihat siapa yang menghubungi dirinya.


"Gue lihat lo udah ada di depan pagar dan lo akan keluar dari sini.. Jangan harap lo bisa keluar tanpa seijin gue." Ancam Koko di seberang panggilan.


Agatha yang sudah hafal dengan suara Koko dengan cepat menolehkan kepalanya ke kanan dan ke kiri untuk mencari keberadaannya.


"Gue di lantai atas.. Gue bilang masuk sekarang!" Ucap Koko dengan melambaikan tangan ke arah Agatha dan tentunya tersenyum manis.


"Ogah gue ogah!! Gue ada pekerjaan dan gue nggak mau lagi berurusan sama lo."


"Bayaran dari pekerjaan lo nanti gue ganti.. Kali ini gue minta tolong sama lo, tolong bantuin gue."


"Gue nggak mau nolong lo!" Sarkas Agatha lalu mematikan sambungan panggilannya begitu saja.


Agatha berjalan menuju pagar besar yang menjulang tinggi tepat di depannya.


"Bisa minta tolong bukain pak?"


"Maaf nona.. Kata den Koko nona tidak boleh pulang dulu sebelum nona masuk dan menemui den Koko."


Agatha mengusap rambutnya kasar, "Koko bikin gila tau nggak?!!" Geramnya kemudian lalu mau tidak mau ia berjalan masuk kembali ke dalam rumah Koko yang super duper mewah.


"Pasti kembali lagi yakan." Ejek Fika dengan tersenyum manis.


"Kelakuan abang lo bikin gue arghhh udahlah capek."


Fika hanya tertawa lalu berlari ke pagar dan itu membuat Agatha bingung sendiri.


"Mau kemana Fika?"


"Mau ke tetangga bentar Jo ambil pesenan mama. Lo masuk aja, abang udah nunggu lo."


Agatha menghela nafasnya pelan dan mulai memasuki rumah Koko dengan langkah yang hati-hati.


"Katanya mau pulang kok udah disini?" Goda Koko bersamaan dengan langkahnya menuruni tangga.


"Menurut lo?!" Sarkas Agatha cepat dengan memutar bola matanya malas dan melipat kedua tangannya di depan dada.


Koko tertawa kecil dan mulai berjalan mendekati Agatha, "Bantuin gue ya? Please." Mohonnya.


"Bantuin nggak juga lo nggak akan bolehin gue pulang.. Ini terakhir kali gue bantuin lo dan gue nggak minta bayaran sepeser pun dari lo."


"Gue yang akan bay-"


"Loh Jodie kamu disini juga? Nyari Fika ya?" Ucap Desita yang membawa makanan dari arah dapur.


Agatha hanya tersenyum tipis dan bingung harus menjawab apa karena alasannya ia disini adalah menjabat sebagai pacar Koko.


Tanpa basa-basi lagi dan tanpa permisi Koko meraih pinggang Agatha dengan berani tepat di depan sang mama.


"Aga ma namanya Aga.. Aga pacar Koko dan wajar aja dong kalo pacar Koko main kesini."


Desita yang mendengar hal tersebut dengan cepat menutup mulutnya kaget seolah tidak percaya.


"Ya Tuhan sayang.. Beneran ini kalian berdua pacaran?" Tanya Desita untuk meyakinkan.


Mau tidak mau Agatha terpaksa menganggukkan kepalanya mantap dan tidak lupa mencubit kecil lengan Koko yang telah lancang merangkul pinggangnya.


"Gue mau bantuin lo tapi bukan berarti lo seenaknya aja sentuh-sentuh gue." Kesal Agatha dengan berbisik.


"Rencana Koko hari ini mau kenalin Aga ke oma ma. Terserah nanti oma suka atau nggak suka sama Aga.. Tapi Koko tetep mau Aga yang akan menjadi pendamping Koko dan bukan Shella."


"Lo kalo ngomong jangan asal nyeplos dodol.. Pendamping-pendamping mata lo! Gue ogah kalo nikah sama lo." Geram Agatha semakin menjadi-jadi namun masih dengn nada berbisik.


Desita menganggukkan kepalanya setuju, "Mama juga setuju kalo kamu sama Jodie aja.. Shella bener-bener cewek nggak bener kata temen mama."


"Shella anak temen mama waktu SMA dulu. Makany mama tau." Lanjutnya kemudian.


"Kamu tadi kesini sama siapa Jo?" Tanya Desita kemudian padq Agatha.


Agatha tersenyum tipis, "Naik taksi tante."


"Eh jangan panggil tante, mama aja wong kamu calon menantu mama kok." Sahut Desita cepat dengan menatap Koko dingin.


"Kamu ini gimana sih Ko masak biarin pacar kamu kesini sendirian? Minimal jemput gitu terus bawa kesini."


"Aku yang nggak mau ma.. Koko sibuk sama tugas kampusnya." Jawab Agatha cepat agar dramanya bersama Koko cepat selesai.


Desita melihat penampilan Agatha dari atas sampai bawah yang hanya menggunakan celana jeans dan atasan kaos serta jaket dan menurut Desita itu kurang tepat untuk acara makan malam bersama keluarga.


"Kalian berdua tunggu disini sebentar." Suruh Desita lalu pergi begitu saja.


"Lepasin tangan lo!!" Ketus Agatha dengan menepis lengan Koko kasar.


"Jangan cubit gue lagi kenapa sih? Perut gue yang lo cubit kemarin aja masih perih.. Ini malah lo tambahin di lengan gue."


"Bener-bener macan ya lo?!" Lanjut Koko kesal dengan mengusap lengannya yang perih akibat cubitan Agatha.


"Halah lebay." Ejek Agatha cepat.


Mendengar langkah Desita yang ada di belakangnya membuat Koko dengan cepat mengusap-usap pipi Agatha seolah mereka sedang bercanda dengan romantis.


"Lo tepis tangan gue.. Gue bawa lo ke kamar terus gue kunci lo dalem." Ancam Koko pelan.


Agatha yang tidak takut dengan ancaman Koko dengan cepat mencubit lebih keras lagi perutnya hingga sang empu meringis.


"Ini ada baju pasangan punya mama sama papa waktu muda kalian coba pakai deh.. Biar kelihatan serasi gitu dan oma nggak menetang hubungan kalian."


Tidak menjawab ucapan Desita, Koko dengan cepat meraih baju tersebut dan menaiki tangga menuju kamar serta tidak lupa menarik lengan Agatha.


"Jangan aneh-aneh kaliaj berdua kalo di kamar, belum waktunya." Peringat Desita dengan menahan senyum gelinya.


"Ini beneran gue harus pakai dress punya mama lo? Gue mana cocok? Mana muat juga?" Tanya Agatha dengan menghela nafasnya setelah mereka berdua sampai di kamar Koko yang memang cukup besar dan tentunya mewah.


Tidak menjawab ucapan Agatha, Koko dengan cepat melepas kaosnya tepat di depan Agatha yang membuat sang empu reflek menutup matanya.


"Lo mau ngapain woy?" Tanya Agatha panik.


"Nidurin lo!!"


"Ganti baju dodol.. Mama tadi suruh ganti bukan nidurin lo." Lanjut Koko kemudian.


Agatha memutar bola matanya malas, "Jadi kalo mama lo suruh lo nidurin gue, lo mau gitu?"


Koko tersenyum simpul lalu mendekatkan wajahnya tepat di depan wajah Agatha hingga hidung mereka hanya berjarak beberapa sentimeter.


"Gue tidurin lah, bikin dedek bayi sama lo nggak ada salahnya."


BUGH!!


"Duhh.. Jadi cewek kasar banget heran gue." Erang Koko setelah Agatha memukul lengan Koko keras.


"Lo mesum anjing!!" Kesal Agatha yang semakin membuat Koko tertawa keras dan semangat menggodanya lagi dan lagi.


"Lo ganti baju deh gue keluar dulu.. Takutnya gue nanti beneran nidurin lo. Kan kata mama belum waktunya." Ucap Koko dengan mengedipkan matanya lalu berjalan keluar begitu saja.


Agatha dengan cepat melepas jaket serta kaosnya dengan kesal hingga menyisakan dalaman saja.


CEKLEK..


"Sayang.. Jangan lama-lam-"


"Mampus!!" Umpat Koko begitu membuka pintu dan tahu bahwa Agatha hanya menggunakan bra saja dan bawahan celana jeans tetap.


"TUNGGU PEMBANTAIAN GUE, KOKO ADIBASKARA!!!" Teriak Agatha keras dan melempar semua bantal ke arah pintu yang sudah tertutup rapat.


Koko hanya tersenyum kecil di balik pintu dengan mengusap bibirnya pelan, "Kemarin bibirnya udah dan rasanya manis.. Harusnya gue hari ini dapet susunya ah elah kenapa gue tutup tadi pintunya ya." Gumamnya kemudian dengan kemesuman tingkat dewa.


...🔥🔥🔥...