
...IKUTI INSTAGRAM : ...
...@finarsky__...
...FOLLBACK? DM!...
...🔥🔥🔥 ...
Agatha yang melihat pesan Fika dimana ia di minta untuk datang ke salah satu lapangan futsal dan kebetulan tidak jauh dari asrama dengan cepat bersiap begitu saja.
"Fika kenapa ya? Sampai spam gue banyak banget."
"Perlu bantuan apa ya dia?"
Agatha bersiap dengan berbicara sendiri karena panik dimana Fika mengirimi banyak pesan.
"Sekali aja nggak bikin gue panik emang nggak bisa tu anak kecil." Lanjut Agatha kemudian lalu melajukan motor maticnya.
Dilain tempat, Fika dan juga Shella kini telah sampai tepat di depan stadium turnamen futsal yang mana di ikuti oleh Koko dan kawan-kawannya.
"Disini tempatnya?" Tanya Shella basa-basi dengan mengibaskan rambutnya.
Fika menganggukkan kepala dan menatap Shella dengan pandangan yang penuh arti, entah itu tidak suka atau penasaran.
"Yaudah ayo masuk."
"Emang kita nunggu siapa disini?" Lanjut Shella bertanya pada Fika.
Fika masih fokus mengirim begitu banyak pesan pada Agatha karena ia tengah menunggunya.
Tidak segan-segan juga bahkan Fika mulai memanggil berkali-kali karena Agatha sendiri sudah berjanji untuk datang membantu dirinya.
"Maaf ya gue telat.. Lo sih bilangnya mendadak banget." Ucap Agatha tiba-tiba dengan nafas yang ngos-ngosan.
"Btw, kita ngapain disini? Gue tadi juga lihat mot-
"Udah ah masuk aja sekarang." Jawab Fika cepat dengan reflek menutup bibir Agatha.
Shella hanya diam bodo amat melihat Fika dan Agatha yang tengah berjalan akrab di depannya tanpa memikirkan apapun.
"Lo ngapain suruh gue kesini?" Bisik Agatha kemudian.
"Udahlah lo akan tau Jo nanti, sekarang lo nikmatin aja pertandingannya."
Agatha memutar bola matanya malas, "Ini pertandingan abang lo dan kenapa gue harus ada disini? Gue nggak suka nonton futsal lagian."
Fika tidak menjawab ocehan Agatha, yang ia lakukan saat ini adalah menarik lengan Agatha untuk duduk bersama yang diikuti oleh Shella di belakangnya.
Sadar akan adanya Shella di sisi mereka berdua, Fika reflek saja menatap Agatha dan Shella bergantian.
"Kalian berdua pasti belum kenal ya.."
Agatha yang memang terkenal ramah dengan cepat mengulurkan tangan pada Shella, "Agatha.. Lo siapa?"
Shella tersenyum kaku menatap Fika dan Agatha bergantian, "Shella."
Agatha sendiri hanya tersenyum untuk menanggapi Shella lalu mendekatkan bibirnya tepat di telinga Fika.
"Lo ngapain ajak gue kesini sebenernya? Gue suruh bantuin lo apaan?"
"Nanti lo juga tau."
"Sekarang mending lo lihat permainan abang gue yang selalu lo kagumin itu." Lanjut Fika kemudian menggoda Agatha.
Agatha mencebikkan bibirnya, "Udah nggak kagum lagi sista, mohon maaf.. Mending juga sama Adi, cowok virtual gue."
"Asyik orangnya.. Nggak kayak abang lo, tukang ngegas."
Fika menghela nafasnya pelan lalu berbisik pada Agatha, "Shella itu adalah cewek yang bakal di jodohin sama abang gue.. Gimana menurut lo?"
Agatha menatap Shella sekilas yang bersorak pada Koko dimana Koko berhasil mencetak gol.
"Nggak gimana-gimana.. Dia cantik kok, cocok sama abang lo yang sedikit manis."
"Nggak kagum tapi muji-muji manis." Sindir Fika pada Agatha.
"Nggak muji Fik cuma menjawab pertanyaan lo yang gimana tadi."
"Serah Jo serah." Jawab Fika sok sewot pada Agatha dengan menghempaskan pinggiran rambutnya.
Agatha hanya tersenyum kecil melihat kelakuan Fika yang selalu berhasil mengundang gelak tawa.
...🔥🔥🔥...
"Akhirnya break juga." Hela Fika dengan mengeluarkan botol minum yang akan ia berikan untuk Koko.
Fika dengan cepat menyenggol bahu Agatha agar sang empu menatapnya.
"Minta tolong lo turun dong ke arena lapangan, kaki gue lagi terkilir nih gara-gara kemarin main sama abang." Suruh Fika dengan alasan yang sangat berbohong.
Sengaja menyuruh Agatha untuk memberi minuman kepada Koko karena bodohnya dia berbohong dengan sang nenek jika Koko berpacaran dengan Agatha.
Dan untuk membuatnya nyata dan tidak terlihat kebohongan sama sekali, kini rencana Fika adalah membuat Koko dan Agatha berakting seolah berpacaran tepat di depan Shella.
"Gue maunya lo!!" Geram Fika dengan memelototkan wajahnya.
"Koko yang mana sih anaknya? Gue belum pernah ketemu sama sekali sama dia." Ucap Shella tiba-tiba yang membuat Fika dan Agatha tersenyum.
"Nanti juga tau." Jawab Fika dengan tersenyum tipis dan mendorong Agatha untuk segera turun ke area lapangan dan memberi Koko minum.
Mau tidak mau dan niat yang ingin membantu Fika, Agatha turun begitu saja ke pinggir lapangan dengan tangan yang membawa air minum serta handuk untuk diberikan kepada Koko.
"Gue nggak ada niat apapun, tapi ini gue di sur-
TING..
Notifikasi pesan masuk di ponsel Koko bersamaan dengan ponsel Agatha yang berbunyi secara bersamaan.
......KOPEL GOALS 🖤......
Fika Mustika P. Wijaya
Untuk Agatha : Maaf gue harus minta bantuan lo karena gue nggak tau harus minta bantuan ke siapa lagi.. Mendadak oma tadi suruh ajak Shella dan gue keceplosan bilang kalo pacar abang gue namanya Agatha huhu maafin gue.
Untuk abang : Maafin ya bang 🙏 gue mohon kerja samanya sekarang kalo Agatha pacar pura-pura lo.. Karena di samping gue sekarang ada Shella yang naksir berat sama lo.
Kalo lo nggak mau sama Shella, seenggaknya bertahan dulu dengan pacaran pura-pura sama Agatha sahabat gue.
Mata Koko dan Agatha melotot begitu saja begitu tahu Fika membentuk grup chatting baru yang menjodohkan keduanya walaupun itu hanya pacar pura-pura.
Mereka berdua bersamaan mendongakkan kepalanya menatap Fika.
Fika yang sadar akan tatapan mematikan dari Koko dan Agatha dengan cepat melirik Shella yang mulai turun ke area lapangan.
"Oh jadi lo yang namanya Koko? Btw, salam kenal." Ucap Shella tiba-tiba nada sok kalem tepat di depan Koko.
Koko yang bingung harua apa dengan cepat menarik lengan Agatha yang menyodorkan minum padanya, "Bantuin gue.. Kali ini aja." Bisik Koko kemudian.
Cup
"Makasih ya sayang udah di bawain minum kesini." Ucap Koko kemudian setelah mengecup pelan kening Agatha.
Agatha yang kaget dengan cepat mencubit keras punggung Koko yang membuat sang empu meringis.
"Gue nggak ijinin lo buat cium gue!!" Geram Agatga lalu mencoba tersenyum manis menatap Koko.
Koko menganggukkan kepalanya pelan, "Iya gue Koko lo siapa?"
"Gue Shella, anak temen oma yang mungkin akan di jodohin sama lo." Ucap Shella langsung ke intinya.
"Oh gitu ya.." Ucap Koko dengan menatap Agatha lembut,
"Tapi maaf, gue udah ada pacar dan gue sayang banget sama pacar gue." Lanjut Koko kemudian dan tersenyum semanis mungkin menatap Agatha.
"Gue udah muak dan syok nggak bisa akting lagi.. Cepet akhirin drama ini." Bisik Agatha dengan menarik leher Koko mesra.
"Jadi kalian berdua pacaran? Tapi kok tadi lo nggak tau sih kalo pacar lo ada turnamen."
"Atau kalian emang sengaja pura-pura ya?!" Lanjut Shella kemudian menuduh Koko dan Agatha.
"Nggak lah.. Gue emang sayang banget sama dia."
"Butuh bukti yang gimana biar lo percaya kalo Aga ini pacar gue?" Tanya Koko langsung ke intinya.
Shella menatap Agatha dan Koko bergantian dengan tersenyum mengejek dan masih beranggapan jika keduanya adalah hal bohong.
"Cium lah.. Pacaran jaman sekaran minimal cium."
Mata Agatha melotot begitu saja, "Nggak perlu deh kayaknya.. Ini tempat umum kali." Jawabnya kemudian.
"Justru di tempat umum bisa buat ngumumin juga kalo kalian berdua emang pacaran." Sahut Shella lagi tidak mau kalah.
Ingin mengakhiri drama pacar pura-puraan dengan cepat, Koko menarik lengan Agatha begitu saja menuju tengah lapangan.
"Lo jangan gila?!! Sumpah gue nggak mau."
"Lo bukan siapa-siapa gue.. Dan gue nggak mau!! Awas aja kalo lo sampai cium gue."
"Kalo mau drama ini cepet berakhir, lo nurut sama gue!!" Sahut Koko kemudian.
"Nggak!! Ogah gue di ci-
Cup
Koko menempelkan tepat bibirnya tepat di bibir Agatha tanpa ragu.
Kini stadium semakin heboh yang mana kapten futsal tampan mereka tengah berciuman tepat di tengah lapangan.
Fika yang tidak menduga akan terjadinya hal tersebut dengan cepat menutup bibirnya lalu merekamnya begitu saja.
Agatha yang merasakan kehangatan bibir Koko dan bingung harus apa, ia memutuskan untuk diam mematung dengan tangan yang meremas keras jersey Koko.
...🔥🔥🔥...