
...IKUTI INSTAGRAM :...
...@finarsky__...
...FOLLBACK? DM!!...
...🔥🔥🔥...
"Harusnya lo kemarin dateng waktu turnamen." Ucap Yogi tiba-tiba yang membuat Udin memalingkan wajahnya.
"Emang ada kejadian apaan? Gue ada acara sama keluarga besar ya kali gue tinggal gitu aja."
Sadar akan kedua sahabatnya yang membicarakan masalah Agatha dan dirinya, Koko dengan cepat mendekat untuk mengaihkan ke topik lain.
"Eh baru dateng lo." Ucap Udin begitu sadar akan kedatangan Koko.
Koko menganggukkan kepalanya da berjalan begitu saja menuju aula, dimana hari ini adalah acara penerimaan mahasiswa baru untuk kampus Andromeda.
"Kemarin siapa yang menang di turnamen?" Tanya Udin cepat dengan mengikuti langkah Koko.
"Tim kita yang menang. Emang acara keluarga apaan sih? Tumben banget lo ikutan."
"Biasalah kumpul-kumpul penting gitu."
"Bahas warisan kali." Sahut Yogi cepat yang membuat Koko dan Udin reflek tertawa kecil.
Bisa ada masalah besar jika Udin tahu bahwa kini dirinya tengah terikat dengan pacaran pura-pura bersama Agatha.
Sedangkan Koko sendiri dalam hati ingin mendekati Gatha lebih jauh alias cewek kenalan dari Udin.
Belum tahu saja jika Aga dan Gatha adalah cewek yang sama.
"Emang di turnamen kemarin ada apaan sih? Kepo gue sama perkataan lo tadi." Tanya Udin tiba-tiba pada Yogi.
Koko menatap Yogi intens lalu menghela nafasnya begitu tahu Yogi mengendikkan bahunya pelan.
"Ya masalahnya gue juga nggak tau, tapi katanya ada momen penting makan gue bilang tadi lo nyesel nggak dateng."
"Lo nggak dateng juga su?" Tanya Udin greget pada Yogi.
Yogi tersenyum tipis dengan memunculkan gigi putihnya lalu menggelengkan kepala, "Nggak.. Ketiduran gue makanya nggk dateng."
"Untung lo berdua nggak ikut main, kalo sampai ikut main mungkin tim kita kalah poin mulu." Gumam Koko dengan mengusap dagunya pelan lalu memasuki aula.
"Koko kenapa ganteng banget sih? Padahal pakaian kita ini sama aja loh." Ucap Udin menatap Koko yang berjalan menjauh.
Yogi menganggukkan kepalanya setuju, "Nggak tau lagi gue padahal pakaian kita ini sama aja. Tapi kenapa kalo di badan Koko pas aja gitu."
"Kali ini gue percaya kalo ganteng itu nggak harus putih kayak artis-artis." Sahut Udin lalu pergi begitu saja mengikuti Koko masuk ke ruang aula.
Sedangkan Yogi menghembuskan nafasnya pelan, "Kata ayang juga sama.. Ganteng belum tentu manis, tapi kalo manis pasti ganteng."
"Dan semuanya ada di Koko.."
...🔥🔥🔥...
Koko mengeluarkan ponselnya dan mulai bertukar pesan dengan Gatha, cewek kenalan dari Udin untuk dirinya.
Memang Koko tidak percaya cinta alias mati rasa tapi entah mengapa Gatha berhasil menarik perhatiannya walaupun itu hanya virtual.
Tidak peduli jika Gatha nanti cantik atau jelek jika bertemu dengannya tapi Koko saat ini sangat tulus ingin medekati Gatha.
"Lo kenapa senyum-senyum sendiri? Pacar lo baru?" Tanya Yogi yang melihat tingkah Koko sedikit aneh.
"Akhir-akhir ini lo juga sering cek ponsel, ada yang lo kabarin atau ada gebetan baru?" Sahut Udin kemudian.
Koko menghembuskan asap rokoknya perlahan lalu menggelengkan kepalanya.
"Nggak ada sih." Jawabnya singkat.
"Kalo deket sama cewek ya ngaku aja kali sama kita-kita."
"Itu lebih baik sih daripada diem-diem nggak ada yang bisa nampung curhatan lo juga nanti kalo ada masalah." Lanjut Udin kemudian.
Koko memang berniat mendekati Gatha tapi ia juga bingung bagaimana dengan pacar pura-puranya.
"Hah? Apa?" Tanya Yogi meyakinkan pendengarannya kembali.
Koko menganggukkan kepalanya pelan, "Gue punya pacar pura-pura namanya Aga, dia sahabat baik dari adik gue."
"Gue mulai pacaran sama dia kemarin waktu turnamen karena mendesak banget disana ada Shella."
"Shella siapa lagi? Perasaan gebetan atau mantan lo yang namanya Shella kagak ada." Sahut Udin cepat.
Koko mengendikkan bahunya pelan, "Shella itu cewek yang akan dikenalin sama gue dan itu di suruh sama oma."
"Lo berdua tau nggak penampilan Shella gimana di turnamen kemarin?"
Yogi dan Udin dengan cepat menggelengkan kepalanya dan berpindah duduk untuk lebih dekat dengan Koko karena penasaran dengan ceritanya.
"Menor abis kayak tante girang." Lanjut Koko kemudian.
"Terus Aga itu siapa? Kok bisa nonton turnamen lo?" Tanya Udin penasaran.
"Mungkin Fika yang bilang ke oma kalo gue ada pacar dan sayangnya lo berdua tau sendirikan gue nggak punya pacar."
"Fika gunain Aga buat jawab pertanyaan oma gue kalo gue punya pacar."
"Dan puncaknya kemarin.. Di turnamen ada Shella dan ada Aga dan Aga berhasil meranin sosok pacar gue di depan Shella."
"Jangan bilang waktu ada adegan erotis ciuman di tengah lapangan futsal itu lo sama Aga?" Tuduh Yogi yang semakin membuat Udin melongo tidak percaya menatap Koko.
"Ciuman apalagi ya Tuhan? Kok gue bisa ketinggalan berita kayak gini asu." Sahut Udin cepat.
Koko tersenyum tipis memperlihatkan giginya, "Bener.. Gue cium Aga kemarin."
Udin dan Yogi dengan cepat menggelengkan kepala lalu bertepuk tangan dengan bangga.
"Gila banget gila.. Pacar pura-pura main cium aja. Dasar syetan." Gumam Udin yang tidak habis pikir dengan perlakuan Koko.
"Ya mau gimana lagi? Shella nantangin gue."
"Terus Aga gimana?" Tanya Yogi mulai penasaran dengan sikap Aga terhadap kelakuan Koko yang terlihat brengsek.
Koko menunjuk ujung bibirnya serta membuka sedikit kemeja hitamnya untuk memperlihatkan luka goresan kecil yang masih memerah bahkan sedikit perih.
"Tamparan Aga sama cubitan tangannya."
"Gila banget sumpah!! Cubitan tangannya kalo kulit gue belum ngelupas belum di lepas sama dia."
"Mana marah-marah mulu sama gue.. Bener-bener titisan setan." Lanjut Koko menjelaskan pada Yogi dan Udin.
"Ya nggak salah juga Aga kayak gitu, orang pacar pura-pura malah lo cium di tempat umum." Sahut Yogi.
Udin tertawa kecil, "Jangankan ciuman, di pacaran pura-pura aja pegangan tangan itu kaku banget.. Apalagi ciuman."
"Bener-bener gede nyali lo." Lanjut Udin kemudian.
Koko sendiri hanya tersenyum kecil menanggapi kedua sahabatnya.
"Suka beneran sama Aga biar mampus." Sumpag Udin lagi.
"Gapapa biar nggak mati rasa lagi.. Canda mati rasa uhuy." Ejek Yogi dengan tertawa keras.
Koko yang mendengar hal tersebut hanya tersenyum tipis bahkan yakin dengan hatinya kali ini.
"Aga bukan tipe gue dan gue ada sih gebetan.. Gue berniat deketin dia." Ucap Koko jujur ingin mendekati Gatha tanpa menyebut namanya.
"Dia menarik sih kayaknya juga cantik luar dalam terus baik." Lanjut Koko kemudian.
"Ya kita berdua cuma dukung lo sih.. Asal lo seneng aja dan kalo butuh bantuan jangan lupa sama kita-kita." Ucap Udin kemudian.
"Nggak munafik juga kalo bibir Aga juga manis." Ucap Koko tiba-tiba yang membuat Yogi dan Udin reflek mengumpat kasar.
"Kimaq!!!"
...🔥🔥🔥...