KOKO KRUNCH

KOKO KRUNCH
10 | TURNAMEN FUTSAL



...IKUTI INSTAGRAM : ...


...@finarsky__...


...FOLLBACK? DM!!...


...🔥🔥🔥...


"Eh ada oma.. Kesini sama siapa oma?" Tanya Koko bersamaan dengan mencium tangan sang nenek.


Koko baru saja bersiap untuk pergi futsal dan tiba-tiba saja di kagetkan dengan kedatangan nenek yang telah sampai tepat di depan pintu.


"Baru aja sama sopir.. Kamu mau kemana?"


"Mau futsal oma." Jawab Koko singkat dengan menunjukkan sepatu bola yang berada di tangannya.


Sang nenek dengan cepat menarik lengan Koko lalu menyeretnya masuk kembali ke dalam rumah.


"Kenapa sih oma? Ada apa? Kenapa lengan Koko di tarik-tarik?" Tanya Koko bingung.


"Kamu hari ini nggak usah pergi futsal dulu ya, oma mau kenalin anak temen oma.. Dia cantik kok."


Mata Koko melotot tidak percaya medengar ucapan sang nenek.


Koko mengusap wajahnya kasar, "Mampus beneran gue! Gue udah hindarin ini beberapa kali dan dari kemarin-kemarin kenapa harus ketemu oma lagi sih hari ini." Batin Koko mulai berbicara sendiri.


"Nggak bisa oma."


"Aku hari ini ada acara turnamen futsal sama temen-temen.. Jadi aku harus berangkat." Lanjut Koko memohon kepada sang nenek.


"Yaudah gini aja, kamu nanti ajak anak temen oma ke futsalan ya.. Habis ini sampai kok anaknya."


"Mampus dua kali gue!" Gumam Koko pelan dengan mengusap rambutnya kasar.


Mata Koko kemudian melihat Fika yang berjalan santai menuruni tangga dan hal tersebut mempu memunculkan ide cemerlang yang tiba-tiba.


"Fik, sini deh.. Gue ada sesuatu buat lo." Panggil Koko pada Fika kemudian.


Fika yang selalu nurut dengan Koko tanpa menjawab mendekat begitu saja.


"Loh ada oma, kapan datengnya?" Tanya Fika bersamaan dengan menjabat tangan sang nenek.


"Haduh cucuku yang satu ini tambah cantik aja."


Fika tersenyum tipis lalu duduk begitu saja di samping Koko tanpa ragu maupun curiga.


"Gue nggak tau oma kesini karena apa, tapi yang jelas oma tadi bilang kesini bawa cewek buat di kenalin ke gue."


"Gue mohon sama lo bantuin gue buat pergi dari sini." Bisik Koko lagi dengan melihat jam tangan mahalnya.


"Temen futsal gue udah nunggu gue karena hari ini turnamen. Dan nggak mungkin juga gue ke futsalan bawa cewek, apalagi cewek yang nggak gue kenal."


Fika menghela nafasnya pelan mendengar penjelasan Koko walaupun itu hanya sebuah bisikan semata.


"Kenapa lo nggak bilang kalo lo udah ada pacar? Gampangkan?"


"Gampang mata lo!! Bahkan gue nggak kepikiran buat pacaran beneran dodol." Sahut Koko cepat.


"Ya terus katanya kemarin udah nemu pacar pura-pura, sekarang malah gini."


"Pacar pura-pura gue ada pacar beneran, jadi nggak mungkin gue ganggu." Jawab Koko lagi yang menutupi jiwa kesendiriannya.


Fika menatap Koko dan sang nenek bergantian lalu mengedipkan matanya sebelah untuk mengkode sang kakak.


"Temen lo nelfon gue mulu nih kak, suruh ke turnamen cepet-cepet." Ucap Fika kemudian yang membuat sang nenek memalingkan pandangan menatap Koko dan Fika.


"Masak iya?" Sahut Koko dengan pura-pura mengeluarkan ponselnya.


Koko berdiri begitu saja dari duduknya lalu bersalaman dengan sang nenek, "Koko turnamen dulu oma."


"Tapi Koko, anak temen oma habis ini sam-"


"Tenang aja oma.. Nanti kalo udah sampai aku anterin ke tempat futsalan deh."


"Biarin abang duluan yang berangkat, nanti aku nyusul sama anak temennya oma." Sahut Fika kemudian demi mencegah sang nenek yang menghalangi Koko untuk pergi.


Sang nenek hanya menghela nafasnya pelan lalu duduk kembali dengan memainkan ponselnya.


Sang nenek yang mendengar hal tersebut tiba-tiba menatap Fika dengan memincingkan matanya bertanya-tanya.


"Abang kamu udah punya pacar? Bukannya udah di tinggal nikah ya sama pacarnya?"


Fika menganggukkan kepala, "Punya kok oma.. Yang di tinggal nikah mah abang udah lupa dan sekarang pacar abang cantik banget mana pinter juga lagi." Lanjut Fika memuji.


Fika dengan santainya menanggapi omongan sang nenek yang jelas-jelas ia tidak tahu siapa yang akan menjadi pacar pura-pura Koko nantinya.


"Mana sih oma pingin tau juga."


"Kamu ada fotonya?" Lanjut sang nenek yang bertanya pada Fika.


Fika yang mendadak panik dan bingung harus apa dengan cepat serta tanpa pikir panjang memberikan foto Agatha begitu saja.


"Cantik ya oma.. Mana sopan lagi." Ucap Fika bangga bersamaan dengan menunjukkan foto Agatha.


"Oma belum pernah ketemu dia, emang dia siapa?"


"Dia sahabat aku oma.. Aku udah lama sahabatan sama dia dan dia baik banget sama aku."


"Eh tiba-tiba kenala abang terus pacaran deh." Lanjut Fika mengarang cerita tentang Agatha dan Koko.


Sang nenek yang mendengar cerita Fika hanya menganggukkan kepalanya mengerti.


"Jangan jodohin abang oma.. Abang udah punya pacar dan pacar abang juga baik kok orangnya."


"Oma mau ketemu dulu sama pacar abang kamu, biar oma bisa nilai dulu anaknya."


Fika tersenyum tipis, "Kapan-kapan kalo oma kesini lagi aku janji deh bakalan ajak Agatha kesini sama abang juga."


Sang nenek menganggukkan kepala singkat, "Oma tunggu.. Kalo bisa secepatnya!"


...🔥🔥🔥...


"Mampus gue! Jodie gue jadiin bahan cerita pacar pura-pura abang lagi."


"Mampus gue mampus!" Erang Fika kemudian dengan mengusap kasar kepalanya.


Fika menggelengkan kepalanya pelan, "Jodie pasti mau jadi pacar pura-pura, secara dia nggak punya pacar dan dia suka kakak gue."


"Dan Koko pasti mau sama Jodie, secara Jodie baik, cantik terus pinter lagi.. Siapa yang nolak coba?" Gumam Fika lagi seolah meyakinkan dirinya sendiri atas Agatha dan Koko.


TOK..


TOKK.. TOKKK..


TOOKKKK..


"Fika.. Di panggil oma di bawah. Kamu masih ngapain?"


Mendengar ketukan pintu berulang kali membuat Fika kaget lalu membuka pintu kamar dengan segera.


"Iya ma.. Habis ganti baju, katanya anak temen oma mau dianterin ke turnamen."


"Udah di tunggu itu sama anak temen oma dibawah.. Kamu cepet turun deh." Sahut Desi kemudian.


Fika menganggukkan kepalanya, lalu berjalan menuruni tangga mengikuti Desi.


"Kamu ajak Shella ke tempat Koko turnamen ya Fik, biar Shella bisa lebih deket sama Koko." Suruh sang nenek yang diangguki kepalanya oleh Fika.


Fika dan Shella pergi begitu saja dengan diantar sopir pribadi milik keluarga Wijaya.


"Nama lo Fika ya? Salam kenal ya.." Ucap Shella tiba-tiba yang mulai membuka obrolan dengan Fika.


Fika yang sedang bertukar pesan dengan Agatha untuk menyuruhnya datang ke acara turnamen juga dan akan menciptakan sandiwara pacar pura-pura bersama Koko tepat di depan Shella.


"Iya salam kenal juga kak." Jawab Fika singkat dan mencoba seramah mungkin.


"Emang mau kak di kenalin sama abang gue? Abang gue udah pacar dan nggak sebaik di cerita oma."


Shella mengendikkan bahunya, "Nggak tau juga sih Fik.. Tapi dari foto abang lo kayaknya abang lo cowok baik-baik deh."


"Dan nggak ada salahnya gue kenalan dulu sama dia. Masalah hati mah nomor sekian." Jawab Shella lagi yang hanya di balas anggukan kepala oleh Fika.


...🔥🔥🔥...