
Bella yang melihat Aditya emosi tersenyum bahagia karna dia bisa memabalas kan dendam nya karna di tolak Aditya.
"Adit kalau kamu berani melangkah aku akan menambak kekasih mu itu" Ucap Bella
"Dan kau juga Kevin kalau kau berani melangkah satu langaka maka kau harus memilih aku menwmbak kekasih mu atau sahabat mu" ucap Sonia
"Hahaha........Apakah kau yakin akan menembakku wanita iblis" Kata Kila
"Apa kau menantangku" Kata Bella
"Aku tidak menantang mu aku hanya bertanya" Kata Kila.
"Kevin selamatkan Sisil dan jangan perdulikan saya" Sambung Kila.
Aldo yang memperhatikan di sekitar itu seketika beradu pandang dengan sebuah mata yang sangat ia sukai dan dia sangat mengenali si pemilik mata itu.
Rina yang sedang beradu pandang mwndapat perintah kalau mereka harus cepat menolong Sisil.
Aldo masih menatap mata itu dan Rina menganggukkan kepalanya seolah-olah tau isi otak Aldo.Aldo dan Rina berbicara lewat tatapan.
"Dit,Vin sebaiknya kita fokus ke Sisil" Kata Aldo
"Apa maksud loe Aldo" bentak Aditya.
Tanpa menghiraukan Aditya Aldo langsung menghampiri Sisil.
Bella yang melihat itu langsung menembak Kila Aditya yang melihat itu langsung berlari ke arah Kila dengan wajah yang menahan marah.
Aldo yang melihat itu langsung menghampiri Aditya.
"Itu bukan Kila melainkan itu orang suruhannya Kila," ucap Aldo yang membuat Aditya kaget dan gk percaya.
"Dari mana loe tau kalau ini bukan Kila?" tanya Aditya.
Aldo langsung melirik ke arah Rina.Rina yang mengetahui itu langsung menganggukkan kepalanya.
"Kenapa Bella kamu merasa kalau aku sudah mati?" Tanya Kila.
Bella merasa di permainkan oleh Kila ingin menembak Kila tapi apalah daya Bella.
Semua gerak gerik Bella sudah terbaca oleh Kila,sedangkan Aditya yang melihat Kila lansung tersenyum bahagia.
Saat Bella ingin menembak Kila dengan ceoat Kila melumpuhkan Bella.Saat itu pula Rio dan Sonia menodongkan pistol mereka ke arah Kila.
Aditya langsung panik dan sangat marah,tapi berbeda dengan Kila.Kila tertawa begitu misterius yang membuat semua orang di sana merasa sedang berhadapan dengan pencabut nyawa.(Lebay dikit gk papa yak😁😁)
"Ayo tembak setidak nya kalau aku mati kalian akan menderita seumur hidup kalian,bahkan sampai anak cucu kalian,hahahhahah" Kata Kila
Tanpa aba-aba Sonia langsung melepaskan tembakannya dan ya dengan cepat polisi menembak tangannya Sonia dan juga Rio.
Setelah polisi menembak kedua orang itu Kila langsung menendang pistol mereka ke sembarangan arah.Sekarang semuanya sudah aman anak buah Kila dan Rina sudah membereskan semua kehancuran di tempat itu.
Aditya langsung memeluk Kila dan menangis di pelukan Kila tapi Kila tidak memabalas pelukan Aditya karna dia kelelahan dan jatuh pingsan di pelukan Aditya.
"Kila bangun loe lagi gk bohongin kita kan loe lagi ngak ngeprank kita kan Kila" Tanya Aditya.
Sedangkan Sisil sudah di bawa kerumah sakit oleh Kevin.
"Kak,Kila nggak papa dia hanya kelelahan kak karna dia menahan emosinya".Kata Rina.
" Dia selalu seperti itu,kalau dia tidak bisa menahan emosinya bisa bisa dia membunuh mereka bertiga" tambah Rina.
Adit yang mendengar itu merasa merinding.
"Apa dia pernah membunuh orang" tanya Aldo bergidik membayangkan Kila membunuh orang.
"Hampir kak Al.Tapi dia selalu menahan emosinya" Kata Rina.
Terima kasih sudah membaca karya saya