Kila Putri Admatja

Kila Putri Admatja
episode 30



"Nah itu tandanya kalian tidak sedang bermimpi,dan ini hadiah buat kalia aku dan juga Kila sudah bicara kepada Papa tentang kalian yang salalu berusaha mencari bukti yang kuat untuk menjatuhkan tikus tikus itu,dengan tujuan agar kalian masih bisa bekerja di sini,jadi papa memberikan bonus kepada kalian" jelas Rina panjang lebar.


Tiga orang itu hanya menyaksikan lima orang yang bersahabat itu dan senyum merasa banggak melihat mereka.


"Terimakasih ya Tuan,dan juaga pak aditya." Kata Nita.


"Ya sudah kalai kembali bekerja oh ya kamu Nita sekarang menjadi manager keuangan dan dua teman mu ini yang akan menjadi asistenmu" Kata Aditya.Dan hanya di angguki mereka bertiga.


Semuanya sudah kembali Normal.Seminggu dari kejadian itu kini Kila dan Rina sudah tidak bekerja tanpa sepengetahuan keluarga nya Rina.Kini Rina dan Kila selalu mengintai pergerakan musuh mereka yang mengincar keluarga Wijaya.


tok....tok...,


"masuk" kat Kevin


"Ini tuan ada paket buat Tuan Aditya tuan Kevin dan Tuan Aldo" kata clening servis itu.


"Baik terima kasih" Kata Kevin.


Flashback


Sebelum pergi berlibur Kevin menemui Sisil ke aparteman Sisil.


Tin nong...ting nong....


Sisil yang sedang bersantai di apartemen nya merasa heran siapa yang bertamu kerumahnya.


'Siapa sih yang datang,enggak mungkinkan Kila dan yang lainnya,kalau mereka datang pasti bunyiin bel gk seperti ini,apa aku cek cctv dulu ya'Batin Sisil.Ya Sisil pun melihat cctv apartemennya yang sengaja di buatnya untuk ke amanan nya di sana.


Kevin yang menyadari ada cctv di sana dia pun tersenyum,kalau wanita yang sedang bersemayam di hati ini mengutamakan keamanannya.


"Hah ngapain pak kevin kemari ada apa ya,apa gue ada salah ya tadi pas meeting" kata Sisil berbicara sendiri


"Assalamu'alaikum" sapa Kevin


"Wa..wa..wa'alaikum salam pak" Jawab Sisil gugup.


"Silahkan masuk pak,maaf aparttemen saya kecil" Kata Sisil


"Alhamdulillah pak.Maaf bapak mau minum apa pak biar saya buat kan" kata Sisil


"Terserah kamu saja yang penting segar" ucap Kevin


Sisil pergi meninggalkan Kevin di ruang tamu nya dengan setengah berlari.


"Huhh.... hampir jantung gue lepas gara-gara itu orang,lagian ngapain sih datang kan dia tau kalau besok gue bakalan pergi liburan.Hemm gagal deh istirahat cepat" Sewot Sisil yang tanpa di sadarinya Kevin sedang mendengarkan dan memperhatikannya.


"Astaghfirullah" Kata Sisil yang kaget melihat Kevin di belakngnya.


"Jantung kamu kenapa?" tanya Kevin


"Hampir lepas pak" ceplos Sisil


"ya ampun Sisil ko loe jadi bodoh gini sih kalau berhadapan sama pak kevin" gumam nya,Kevin hanya tersenyum mendengar gumaman Sisil.


Sekarang merwka sudah duduk di ruang tamu apartemennya Sisil.


"Ehemmm" dehem Kevin


"Tenggorokan bapak sakit" tanya Sisil perhatian


"Enggak,jangan panggil saya bapak di luar kantor,kamu kira saya bapak kamu,Hemm" kata Kevin tersenyum ke Sisil


'Gila ini orang,senyumnya itu mengalihkan dunia ku' Batin Sisil.


"Trus saya panggil apa dong pak" tanya Sisil


"Terserah kamu yang penting tidak memanggil aku bapak" Kata kevin.


"Baiklah mas Kevin.Ada apa ya mas datang kemari" tanya Sisil


"Bagus juga panggilan nya.Aku kemari sebanarnya mau ngomong sesuatu sama kamu" Kata Kevin.


Terima kasih sudah membaca karya saya