Kila Putri Admatja

Kila Putri Admatja
episode 12



Bibi melihat ke arah ku dan aku hanya mengangguk kecil


"Anu nyonya sebenarnya bukan Bibi yang memasak makanan ini tapi Non Kila" ucap bibi


dan aku hanya cengengesan.


Tante Dewi menatap ku dan tersenyum.


"terimakasih ya nak buat sarapan pagi nya" kata Om Wijaya.


"Iya sayang masakan kamu sangat enak,pasti nanti calon mertua kamu bangga punya matu pintar masak" kata tante dewi


"Hehe...iya makasih Om tante,dan semuanya sudah suka dengan masakan Kila,Kila senang kalau kalian semua suka dengan masakan saya " kata ku dengan penuh kesenangan


"Loe memang sahabat terbaik gue Kila,boleh kan aku minta ajarin masak sama loe" tanya Rina


"Dengan senang hati beibs"


Adit yang mendengar Kila mengatakan kalau mereka semuanya menyukai masakan Kila langsung angakt bicara


"" Siapa bilang kalau kami semua suka maskan loe gadis ceroboh"kata Adit yang mematahkan semangat ku


"Loh bukannya kak adit suka ya sama masakan Kila" tanya ku


"Siapa bilang ini rasanya sanagat aneh" kata Adit dan pergi meninggalkan meja makan dan berangkat ke kantor.


'katanya enggak enak tapi makanan di piringnya habis dan bersih tanpa sisa,dasar manisia kulkas'batin ku.


Selesai sarapan Tante Dewi dan Om Wijaya pergi ke ruang keluarga aku dan Rina juga menyusul karna aku ingin menyampaikan kepada merwka aku ingin kelaur dari ruamh meraka.


"Hay nak,kemarilah tante sama om mau bicara sama kamu" kata tante Dewi.


"maubicara apa tanten" tanya ku


"Gini nak maaf sebelumnya tante berharap kamu sama Adit itu menikah,kamu mau kan nak" kata tante dewi.


"Iya mah lagian Kila terlalu baik buat kak Adit yang selalu bersikap dingin dan datar seperti itu" jawab Rina.


"Oh iya om tante,Kila juga mau ngmong kalau besok Kila akan pindah dari sini dan mau mencari pekerjaan suapaya bisa melanjutkan kuliah Kila yang di kota B"


Aku melihat ada raut kesedihan di wajah mereka.


"mamah sama papah tenang aja Rina tidaka akn membiarkan Kila ngekos kok,Kila akan tinggal di aparttemen Rina yang papa beli dulu waktu ulang tahun Rina" ucap Rina karna melihat wajah kedua orang tuanya sangat khawatir mendengar Kila yang akan pindah dari rumah merka


"Kila kanji akan sering menjenguk Om dan Tante,karna bagaimana pun kalian lah orang tua ku di kota ini" ucap Kila dan langsung di peluk kedua orang tua sahabatnya itu.


"Tante pengang janji kamu sayang" kata tante dewi.


"kapan kamu akan pindah nak" kata pak Wijaya


"Hari ini Om,karna kata Rina apartemennya tu belum pernah di yempati dan Kila ingin beres beres disna sekalian melengkapi yang kurang disana" kata Kila


"Ambillah ini nak" kata pak Wija.Menyerahkan amplom berwarna coklat yang sudah ku tebak apa isinya.


"Tidak perlu pak saya masih punya tabungan" kata ku tak enak menerima uang itu.


"Ya sudah mah pah Rina mau mengantar Kila ke aparttemen" kata Rina.


Aku dan Rina pun meninggalkan Om dan tante di ruang tamu .Setelah aku selesai bersiap siap aku turun membawa barang ke mobil


"Rina mamah sama papah mau bicara sayang" kata mamah Dewi


"Ada apa mah pah" tanya Rina


"Apartemen kamu kan ada dua sayang yang mana yang di tempati Kila" tanya mamah


"Yang satu apartemen sama kak Adit mah" kata Rina.


terima kadih sudah membaca karya saya