
Tok..tok.,tok....
Suara ketukan pintu
"Masuk". Setelah mendengar suara itu Kila pun masuk
' Kenapa jadi seram seperti ini sih.Seperti ada aroma kemarahan di sini.' Batin Kila
" Maaf pak ini laporan yang anda inginkan,bapak bisa memeriksanya jika aa yang dalah saya akan memperbaikinya lagi"Kata Kila.
"Apa kamu yakin dengan hasil yang kamu berikan ini" Kata Aditya dengan nada marah.
"Iiii..iya pak" Kata Kila yang gugup dan ketakutan kalau dia baru kali ini melihat Aditya marah.
"Apa kau yakin" Tanya Aditya lagi untuk memastikannya
"Iiiya pak,saya hanya memperbaiki laporan yang di berikan pak Beni kepada saya untuk saya berikan ke anda pak" jawab Kila yang sudah ketakutan.
Tidak ada respon dari Aditya.Kila yang sudah menundukkan krpalnya dari tadi memberanikan diri untuk melihat apakah sang bos baik baik saja.
Dia melihat Aditya yang bersandar di kursi kerajaannya sambil memijat kepalanya.Sebenarnya Kila tidak tega tapi dia haris melakukannya.
"Maaf pak,apa bapak membutuh kan sesuatu,jika tidak saya permisi kembali ke rungan saya" kata Kila
Adit yang mendengar itu langsung berdiri mendekati Kila.Kila yang mersa Adit mendekatinya berlahan dia mundur sedikit sedikit samapai dia tidak bisa mundur lagi.
"Apa kau sanagat menyukai laki laki itu sampai kau ingon cepat cepat pergi dari ruangan ku" Tanya Adit.
'Kalau aku disini terus bagaimana aku bisa memantau si tikus kotor itu'batin Kila.
Ketika Kila ingin menjawab Adit langsing mencium bibir Kila,dan melumatnya.Kila yang mendapat perlakuan itu kaget dan berusaha mendorong Adit tapi apalah daya nya yang tidak sanggup mendorong bibir sialan itu menjauh darinya.
"Pak sa..." Kata kata kevin terputus saat melihat adengan itu.
"Maaf pak silahkan dilanjut lagi anggap saja saya tidak melihatnya" kat Kevin dan meninggalkan tempat itu.
"Anggap saja ini tidak pernah terjadi,dan silahkan keluar dari ruangan saya." kata Aditya.
Ya kata-kata itu membuat hati Kila teriris.tapi dia harus bersikap profesional.
Sudah sebulan Kila dan Rina bekerja di sana kini saatnya mereka ingin mengakhiri semuanya.
"Kila kamu tau enggak kalau perusahaan ini sebenarnya dalam masalah besar" kat Sisil yang di angguki yang lainnya.
"Aku enggak tau Sil,tapi yang aku heran setiap kali aku mengantar laporan keuangan pak Aditya selalu marah"
"Ya karna pendapatan perusahaan ini sangat menurun drastis." kata Nita.
"Trus kita harus bagaimana sekarang" Tanya ku yang berpura pura tidak mengetahuinya.
"Kalian semua kumpul di ruang meeting" Kata Kevin dan langsung meninggalkan tempat itu.
Diam-diam kevin sudah mengetahui tujuan Kila dan Rina bekerja di perusahaan Wijaya.Setidaknya ketakutan nya tidak terjadi.
'Nona Kila nasib perusahaan ada ditangan mu' Batin Kevin.
Semuanya sudah berkumpul di ruang rapat.
Tanpa basa basi Aditya langsung melemparkan laporan keungan dan laporan pemasaran ke hadapan mereka semua yang berada di ruangan itu.
"Siapa yang bisa menjelaskannya" kata Aditya.
'Mengapa laporan ku dan laporan keungan berbeda'Batin Darma
"Menegar keungan bisa menjelaskan "
"Maaf pak saya menerima laporan dari pak darma dan memeriksanya,selesai itu saya menyuruh asisten saya memeriksanya kembali selesai itu saya menyuruhnya mengantarkan laporan nnya ke ruangan bapak,seperti yang bapak minta terkadang mereka nemeriksanya bersama sama" Jelas Beni.
Terima kasih sudah membaca karya saya ♥️Reader