
Kila yang mendengar itu sudah mengepalkan tangannya.
"Siapa asisten pak Beni" tanya Aditya yang begitu tegas dengan tatapan membunuh nya itu.
"Saya pak,maaf pak kami semua sudah memeriksanya dengan benar dan bapak bisa memeriksa laporan yang di kirim pak Beni kepada saya di laptop ini" kata Nita.saat melihat laporan itu sudah tidak ada lagi di dalam arsipnya Nita langsung menegang.
"Lihatlah pak dia tidak bisa membuktikannya,pastu itu sudah di hapusnay" kata Beni
'atasan macam apa kau ini,untung aku sempat mengcopy data itu memindahkannya ke flashdis' batin Kila.
Toktok....
Suara ketukan pintu
"Maaf pak saya menganggu,saya menemukan benda ini tercecer di depan ruangan devisi keuangan." Kata Rina.
"Di sini nama nya Mbak Kila" Sambungnya lagi.
Kevin yang mendengar Nama itu tersenyum penuh dengan arti,mereka semua yang melihat itu sangat ketakutan dan mereka berpikir ini akhir dari Kila di perusahaan ini.
"Nona Kila ini barang anda" terima kasih Nona Rina tuan pak Kevin karna anda menyelamatkan teman saya"kata Kila.semuanya kaget dengan kata kata Kila itu termasuk Nita,Sisil,dan Arga.
"Tidak maslah Nona,tapi kalau boleh saya bertanya sebenarnya apa isi dari benda itu sehingga nona bisa berkata bisa menyelamatkan rekan andan ini Nona" tanya Kevin yang mengikuti permainan uang dicipataka Kila dan Rina.
"Ini yang kamu pinjam kemarin untuk memindahkan data kamu kesini,maaf karna saya teledor menjatuhkannya" ucap Kila.
Nita yang sudah mengerti maksud Kila mengangguk
"Apakah kalian sudah selesai dramanya.Apakah kamu sekarang bisa membuktian apa yang kamu katakan" tanya Aditya dengan tatapan membunuhnya.
"Kenapa apakah buktimu kembali hilang" Kata Beni.
"Kalau buktinya menunjukkan sesuatu apakah anda siapa menerima resikonya pak Beni yang terhormat,saran saya siapkan mental anda tuan" kata Kila yang memberi tatapan tajamnya yang mampu membuat orang keringat dingin.
Nita pun membuka satu persatu arsip itu,yang membuat semuanya kaget dan merasa puas dengan bukti yang dimpilkan Nita.
Samapai bukti terakhir yang membuat semuanya tak percaya kalau Sofia dan Beni bekerja sama untuk menghancurkan perusahaan ini.
Kini wajah dua orang itu sangat pias.
"Bagaimana pak Beni yang terhormat apakah anda masih bisa menghindar" tanya Kila yang sudah berubah menjadi dingin.
Aditya yang melihat itu sanagat marah.
"Pak Beni saya sanagat puas dengan didikan anda terhadap anak buah anda,yang sudah mengungkap keburukan anda,dan mulai hari ini anda saya pecat.Kevin bekukan semua datanya dan janagan biarkan dia bekerja di perusahaan mana pun,termasuk wanita ular itu" tunjuk Aditya kepada Sofia.
Sofia merasa dirinya di hina tidak tinggal diam.
"Apakah bapak yakin ingin memecat saya,tapi saya merasa andalah yang akan saya pecat karna anda dudah menandatangani sertifikat ini" kata Sofia yang membuat semua orang kaget tidak terkecuali Kila dan Nita yang sejak tadi berada disana.
"Sebegitu yakin kah anda Nona Sofia" Tanya Kila.
"Ya benar yang di katakan Nona Kila,apakah anda begitu yakin,karna saya memiliki sertifikat aslinya" Kata Beni yang menunjukkan sebuah map di tangannya.
Terima kasih sudah membaca karya saya