
Aku yang mendengar cerita Rina merasakan apa yang di rasakan Adity.
"Pantesan saja muka kakak kamu tuh yah Rin dingin kayak kulkas datar kaya dinding" ucap ku sambil senyum-senyum.
"Ya begitulah Kila,gue harap loe enggak pernah sakit hati sama kak Adit ketika dia bersikap dingin dan datar sma loe" kat Rina
Aku balas dengan senyman"siiip aku enggak akan sakit hati kok Rin"kataku sambil mengacungkan jempol ku.
Aku bangun sangat pagi entah kenapa aku pengen bangat masak buat Om,tante dan juga Rina,dan satu lagi si muka Kulkas hihihi
Selesai membersihkan diri aku turun ke bawah buat memaska,samapai di bawah aku sudah melihat Bi Iyem sedang memulai acara masakanya
"Hay Bi boleh enggak kalau hari ini Kila yang masak soalnya kila pengen banget masak Bi,boloh ya bi" kataku dan memasang wajah yang memelas."Tapi non"kata bibi.Belum selesai bibi bicara aku sudah memotong pembicaraan bibi.
"Enggak papa Bi lagian kan ini masih pagi dan mereka juga belum bangun,tapi bibi jangan kasih tau mereka kalau Kila yang masak ya Bi" kataku dan hanya di angguki Bi Iyem.
Satu jam aku memasak dan semuanya sudah selesai di hidang sambil menunggu mereka bangun aku pergi ketaman,entah kenapa aku teringat kepada keluarga ku dikampung.Sudah sebulan aku tidak memberi mereka kabar tapi mereka tidak ada menyakan di mana keberadaan ku sekarang.
Aku kembali ke dalam rumah dan aku naik ingin masuk ke kamar tiba tiba.
Bruughk
"Au sakit banget kenapa sih ini tembok selalu menghalangi ku jalan,dan selalu ingin kutabrak" kata ku dengan kesal.
"ekhemmm,dasar gadis bodoh dan ceroboh" kata laki laki itu.Dan sontak membuat ku kaget
"eh tunggu deh apa tembok sekarang bisa ngong ya" kataku yang masih berdiri di depan laki laki itu.
Aku sontak kaget ketika mendengar nama si Kulkas,dan mendongakkan kepalaku dan aku melihat sosok laki laki yang sering ku sebut kulkas
"Enggak tau nih Rin tiba tiba Kakak kamu ada di depan ku,dan dia enggak ngomong lagi pas aku nabrak dia kan aku kira dia dinding,tapi memang dinding kok" ucapku yang keceplosan dan sontaka kau menutup mulut ku dan berlari kembali kebawah.
'Dasar gadis bodoh dan ceroboh bisa bisanya dia bilang kalau aku tembok awas aja loe gadis ceroboh' batin Adit.Adit dan Rina sama sama menuruni anak tangga Rina yang melihat kakaknya yang bersikap dingin sama sahabatnya hanya mampu menggelengkan kepala.
Di meja makan semuanya hening menikmati makanan yang ada dimeja
"Pah kok rasa nya masakan ini enak bangetya padahal kan ini hanya masakan rumahan" kata Tante Dewi.
"Iya mah kayak enggak masakan Bi Iyem deh mah" kata Rina dan di angguki pak Wijaya.
Aku hanya tersenyum karna mereka menyukai masakan ku.
Tante Dewi memanggil Bi ijah
"Bi Iyem" panggil tante Dewi
"iya Nyonya,ada apa ya" tanya bibi yang ketakutan
"Bi mulai besok Bibi masak masakan rumahan yang seperti ini lagi ya soalnya tuan dan anak anak suka sama maskannya" kata tante Dewi
"Maaf nyonya anu.....ee anu nya" ucap bibi yang gugup dan aku sudah pasrah kalau bibi memberitahukan tante kalau yang masak sarapan itu adalah aku.
terima kasih sudah mampir dan membaca ceritaku,mudah mudahan para readers tidak bosan untuk membaca nya