
Sesampainya kami di lantai paling atas gedung, Terlihat satu ruangan di ujung lorong, yg dimana Gua, Madi, dan Anak-anak yg lainya di Menuju ke arahnya.
Sampainya kami di depan pintu ruang.
"Ceklek,,,,,kreaaaat, Suara putaran kunci yg membuka pintu.
Terlihat Dari dalam ruangan Cicil pun dengan teriakan nada pelan berlari, dan memeluk madi.
"Abg", kata cicil, sambil memeluk Madi.
Sebenernya gua males sih bercerita di bagian ini, banyakan dramanya, lagian kan romantis-romantis gini bukan termasuk dalam genre cerita ini.
Yaudah Gua skip aja lah ya di bagian ini, Masalahnya kebanyakan dialog antara Madi, dan Cicil, Pada intinya Gua, Madi, Andre, Benny, Rizwan, Wira, Sino, Asyrol, Dua kembar Tachibana, dan Anak-anak yg lainya kita pun cabut dari lokasi, meninggalkan Bimo.
Perlahan demi perlahan kami menuju bawah lantai 1 kembali, dan menuju ke motor kami masing masing, Gua pun tukar posisi berboncengan motor dengan Sino, sedangkan dari jarak yg tidak jauh terlihat Madi tengah membonceng Adik kesayanganya, Cicil.
"Kemana tujuan kita sekarang bg?", tanya Sino.
"Balik aja Sin ke Markas, istirahat Sebentar kita, jawab Gua.
"Mad, lu kemana setelah ini, tanyak Gua kepada Madi, dengan Nada keras.
"Lu sama Anak-anak duluan aja ke Markas, Setelah Gua Antar Cicil pulang, entar Gua nyusul, teriak Madi.
"Semuanya, Bergerak Ke Markas!!, Teriak Sino.
Yah kita pun semua bergerak menuju markas,
"Jujur Sih Sumpah badan Gua Cape Banget, Bang**t, batin Gua dalam hati.
Sepertinya setelah ini Gua butuh Hibernasi (tidur panjang)
Masalahnya beberapa hari terakhir ini bukan hanya Gua, tapi Anak-anak yg lain juga kurang istirahat karena Madi, dan masalahnya.
Tapi Syukurnya sekarang semuanya sudah terselesaikan, "Ngomong-ngomong apa lagi yg akan terjadi setelah ini ya", dalam hati gue.
"Oh iya Gua lupa mau cerita kenapa Cicil bisa di culik oleh Bimo, Gua cerita sesikit ya.
Jadi itu dari yg tadi Gua dengan antara percakapan Madi dan, Cicil, sebenarnya Cicil di ancam Bimo.
Kalian baca kan di episode sebelumnya, dimana Bimo, dan Cicil mampir ke Warnet, Yg menjadi Tempat Tongkrongan kita, dan kebetulan pada saat itu, Gua, Madi, dan Anak-anak yg lainya ga ada di lokasi, kecuali Dua Kembar Tachibana.
Dan ternyata, ntah ini semua kebetulan, ataupun ini udah di rencanakan Bimo sedemikian rapih Gua juga masih ga tau, tapi menurut kesaksian Cicil dari yg Gua denger.
Dia (Cicil), di ancam, Bahwa Madi, abg dari Cicil sekarang lagi di sekap di markasnya, sontak Cicilpun Kaget, dan tidak percaya akan semua cerita Bimo itu.
Terus, Bimo juga bilang kepada Cicil, "Kalau lu ga percaya Lu ikut Gua, Lu mau Gua antar kemana buat nemui, lu dan abg lu", kata Bimo dari cerita Cicil.
Lalu Cicil pun memutuskan untuk ikut dengan Bimo,
"Gue Mau lu antar Gue Ke MDX Net, Di sana Bg Madi setiap hari nongkrong dengan Anak-anak biasanya, kata Cicil.
Nah di hantarlah Cicil ke sana, dan sampai di sana benar, Madi dan anak-anak ga ada, termasuk Gua sendiri, menambah yakinya Cicil, atas kata-kata Bimo.
Yaudah terjadilah di situ, sebuah penculikan yg berencana dari seorang Bimo Genks.....
Nah seperti itu kesaksian yg Gua dengar dari Cicil.
Setelah 1 Jam kurang lebih di perjalanan, kami pun sampai di lokasi Tingkrongan, sekaligus tempat peristirahatan, Sebagian anak-anak yg lain Pulang, sebagian yg lainya tetap di sini, terutama yg bonyok-bonyok.
"Pstttttttt,,,,,Bro, laper ni, blum makan, beli makan gih, Kata Benny kepada Andre.
Wajarlah Cacing di perut Pada benrontak.
"Lu lah yg beli, tadi siang udah aku, Jawab andre.
"Elah timbang makan doank pake itung-itungan bg ndre, pamali tau, kata benny sambil bercanda.
"Yaudah nih duitnya, lu yg beli sana, jawab Andre.
"Nah gitu donk bg Ndre, yok bro, cari makan, lu mau makan kan, Ajak Benny ke Rizwan.
15 Menit Setelah itu Madi pun datang.
"Bro......bro.....
"Udah pada makan belum?, tanya Madi dengan wajah yg ceria.
"Kalau belum makan, biar Gua yg traktirin, kata madi lagi.
"Engga usah udah di beli makanan, sama Benny pake duit Andre barusan, Kata Gua.
"Waduh sayang sekali yah kalau begitu, padahal Gua lagi bawa duit banyak ni, jawab madi dengan nada candaan kepada andre.
"Oh yaudah kalau gitu, sini gantiin Duit aku yg kepakai barusan buat beli makan, 250rb, sini ganti, cetus andre.
"Heheheheh......becanda Ndre, kawan gua yg satu ini, cepet banget emosinya naik kalau di becandain, baperan lu ah, heheheh, kata madi, sambil tertawa.
"Yaudah gini aja deh, sebagai tanda terima kasih Gua ni, sampai kan sama anak-anak yg lainya, kalau lusa Gua ajakin lu semua, dan anak-anak yg lainya Jalan-jalan, kita ke pantai, gimana Setuju!! kata Madi.
"Haduh Wajah masih bonyok, udah di ajakin ke pantai, perih bro yg ada, ga bisa mandi, bisanya nontoni orang-orang mandi, lagian udah bosan, Skip aja lah, Jawab Andre.
"Gimana kalau kita ke Puncak?, ide dari Asyrol.
"Nah, Cerdas, Sontak di jawab andre atas ide Asyrol.
"Oke gimana Semuanya, Lusa kita semua ke puncak, Setuju!!, teriak madi.
Spontan anak anak menjawab, "Yah, Boleh-boleh".
Beberapa saat setelah itu Benny dan Rizwan pun kembali, dengan membawakan makanan.
Gua liat Benny membawa makanan, sedangkan Rizwan membawa Air Mineral.
"Ada apa ini Ribut-ribut hah?,
"Ku dengar dari kejauhan, teriak-teriak ,"ya,,,,ya, ada apa rupanya hah? tanya Benny.
"Ini Madi mau ngajakin kita jalan ke puncak" udah makan dulu, abis makan baru ngobrolin liburan, biar enakan, kata Gua yg pada saat itu udah laper banget.
Kami pun menikmati makanan yg bawakan oleh Benny, hasil dari malak Andre, heheheheh....
Gua liat waktu semakin larut, sampai menuju dini hari, Gua liat ke arah jam dinding, tepat pukul 00:58 dini hari.
Gua liat wajah Temen-temen Gua pada saat itu semangat kembali, ada yg tengah bercanda, ada yg tengah menikmati makanan.
"Oke, biasanya habis makan, kenyang, abis kenyang terbengong, abis itu, kita lanjut tidur!! teriak Benny, spontan membuat Anak-anak tertawa pada saat itu.
"Eh bentar-bentar bukanya kita mau bahas soal liburan kita besok lusa", Jawab Madi.
"Udah bg gampang itu, besok juga bisa, yg penting istirahat dulu, isi tenaga, jawab Benny.