KALONG (King At Long Night)

KALONG (King At Long Night)
Bangkitnya Semangat Baru



Seketika pada saat itu perasaan gua bercampur aduk, antara senang, dan heran bagai mana bisa anak-anak tau lokasi keberadaan kami pada saat ini.


Tapi gua ga terlalu bertuju pada itu, palingga posisi sekarang seimbang, dengan jumlah pasukan yg sama besarnya, so malam ini jadi ga terlalu melelahkan, ya walau gua liat Madi, Asyrol, Wira, Andre, Rizwan, dan benny udah sedikit bonyok, termasuk gua sendiri maklum kita bukan super hero atau aktor Crows Zero yg di keroyok ratusan orang ga ada bonyoknya sama sekali.


di posisi lain gua liat pihak lawan sudah cukup kelelahan kami buat, ya walah gua liat dari mereka ga ada yg bonyok, tapi cukup mengeluarkan keringat malam lah, suatu pencapaian yg luar biasa menurut gua, untuk pertempuran yg tidak seimbang ini.


Dengan nafas yg terengah-engah gua hampiri madi, sambil gua bilang, "Gimana bro?" lanjut?.


Madi dengan senyum kecil bilang, "Sabar...kita kasih pilihan ke dua"


Trus dengan lantang madi berteriak dengan keras, "Gua tanya sekali lagi sama lu semua, "Dimana Bimo!"


So gua liat wajah madi kali ini lebih bersemangat dari yg sebelumnya, kaya gua temui semangat baru dalam dirinya, sontak membuat anak-anak yg lain semakin bringas, bagai hewan buas yg siap menyantap buruanya di depan.


Sontak gua dengar teriakan dari pihak lawan, "Mending loe ga usah banyak bacod, "maju aja loe semua, sampe kapan pun kita ga bakalan kasi tau di mana bimo, "Sialan!"


Dari belakang gua liat Benny dengan wajah santainya, mengangkat ke dua tangan sambil berteriak, "Oke, brarti loe semua cari mati sama kita ya *******!", Kita liat sekarang Siapa yg hancur menjadi debu"


ya....ya....Lagi-lagi gua tersenyum di buat benny, tapi oke lah, ucapan yg dia lotarkan pada saat ini ada benarnya, karena dari segi manapun, baik itu pasukan kita seimbang, kalau dari segi pengalaman, dan kekuatan kami jauh di atas lawan sekarang.


Tapi lagi-lagi lawan memanasin suasana dengan dengan ocehan kepanikan mereka, gua tau posisi saat ini mereka yg terdesak, dibalik mereka masih kewalahan akibat pertempuran sebelumnya, mereka juga kalah telak dari segi pengalaman.


sampai gua dengar, "lu bruntung karna bantuan datang tepat waktu, "kalau seandainya saja terlambat sedikit, "Habis lu semua sialan!


Ada benernya sih gua rasa pada saat salah satu diantara mereka ngucapin kata-kata tersebut, yahhh gua rasa bener antara tuhan udah rencanain ini semua, atau mungkin, tuhan turunkan dewi fortune ke kita.


Sontak temen gua Andre teriak, "Sialan, datang atau ga datangnya mereka, lu semua masih sanggup kita atasi, Sialan", kalau udah gini, siap-siap aja kalian kami gulung"


Salah satu kata-kata penyemangat yg cukup membakar semua yg ada di sana pada saat itu.


Seketika terdengar Suara Asyrol berteriak. "Seranggggggg.........


Sialan nih anak, udah paling muda, dia juga yg ngomandoin buat serang, yah mau gimana lagi, pada saat itu gua juga udah bosan dengarin celotehan yg ga jelas dari lawan, mungkin itu juga yg ada di fikiran Asyrol kali ya, "Ahh bacod serang aja udah".


Seketika semua maju, baik dari kawan, maupun dari lawan.


semua berhamburan saling menyerang, yg gua liat pada saat itu wajah-wajah temen-temen gua yg seolah-olah mendapat semangat baru, layak pejuang yg berperang di medan tempur.


Sial di tengah kegaduhan yg luar biasa hebatnya malam itu, sampai gua ga sadar hujaman kayu mendarat tepat di perut gua, yg cukup membuat gua terduduk pada saat itu, tapi gua berhasil di tolong Benny sebelum pukulan ke dua mendarat ke gua, segera gua bangkit dari jatuhnya gua, dan mulai berperan di arena gladiator malam itu.


waktu demi waktu kami habisin di pertempuran antar dua kubu itu, sebagian dari pasukan kita udah terlihat berjatuhan, dan dan sebagian besar lagi dari pihak lawan, sampai sisah dari pihak lawan memilih untuk mundur dan lari.


dan sebagian yg kami robohkan, kami anggap sebagai tawanan sementara, untuk kami tanyai dimana Bimo berada.


karna jujur ini semua baru di mulai, kebringasa Madi dan yg lainya baru akan di mulai, dan kami blum tau benteng keras apa yg akan menghadang kami di depan nanti.


Terlihan madi dari kejauhan mendekati salah satu dari pihak lawan yg masih terbaring di jalan, dengan wajah yg penuh babak belur tapi masih terlihat bonyok, iya kali wajah babak belur terlihat ganteng, ya pasti terlihat bonyok lah, sambil ketawa gua dalam hati.


tiba-tiba dia dudukan orang tersebut sambil menyiramnya dengan air mineral, upaya untuk menyadarkan orang tersebut.


dengan rasa jengkel dia tamparin orang itu sampai tersadar, sesaat setelah itu orang tersebut sadar, yahh introgasi bak detektif pun di mulai.


Sontak madi bertanya, sambil menggenggam rambut orang tersebut, "Gua tanya untuk yg terakhir kalinya sama lu, karna tujuan gua sebenarnya bukan lu, "jadi tolong jangan buat gua murka sama lu, "Dimana Bimo?" kalau lu jawab ga tau, "Kaki kiri lu gua patahin, Kalo lu jawab, "gua ga bakal kasi tau bimo di mana", kaki kanan lu yg gua patahin, "atau kalo lu ga jawab sama sekali, mulut lu gua robek!


"Jadi tolong kasi gua jawaban yg memang benar-benar itu juwaban, gua dari awal, datang baik-baik dan mau semua ini selesai baik-baik" okey.


Sontak gua yg mendengat sedikit horror ya, liat tuh anak babak belur aja udah kasian gua, apalagi dapat tekanan mental dengan pilihan yg menyulitkan seperti itu, yahh mungkin dalam hati itu anak berkata "******* gua harus ngomong apa? diam mulut di robek, ngomong ga tau, kaki kanan sama kiri patah.


lu kebayang ga sih, kalo posisi lu berada di orang itu, yah tapi inilah menurut gua dari sebuat pertempuran, yg menang jadi arang, yg kalah jadi abu.


Oke sejenak gua tinggalin permasalahan Madi sama itu orang, gua beralih ke anak-anak yg lainya, gua liat Benny, asyrol, Wira, Andre, Rizwan bercanda-canda setelah melewati pertempuran yg menegangkan barusan, gua liat juga anak-anak yg lain, sambil gua dekati Sino ketua dari pasukan yg baru datang, dan disini rasa penasaran gua terselesaikan, kenapa mereka bisa tau posisi kami disini.


yahh Wira sumbernya yg dari awal di jalan tadi dia di telfon sama anak-anak yg mau nyusul, ternyata dia udah antisipasi pertempuran yg tidak seimbang ini, sampainya kami di lokasi, Wira ngirim lokasi kami berada ke Sino.


Selang beberapa saat setelah itu kami semua mendengar suara teriakan Madi, "Jawab Dimana Bimo! sambil mengangkat besi keras yg ada di tanganya ke atas, siap menghantam orang yg tadi di dudukan olehnya untuk di mintai tentang keberadaan di mana Bimo.


Lalu orang tersebut dengan wajah babak belur, dan darah yg mengucur mengatakan, "Oke.. kalian semua mau taukan di mana Bimo''